Dreamdelion

Career Class Perdengarkan Dongeng Profesi untuk Anak Pesisir

Career Class Perdengarkan Dongeng Profesi untuk Anak Pesisir

Kegiatan Volunteering Day Career Class merupakan salah satu program dari Career Class yang dilaksakan langsung oleh para volunteer dari peserta Career Class dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah para peserta Career Class Banten merayakannya dengan cara unik, yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan kerelawanan bertajuk “Dongeng Profesi untuk Anak Pesisir”. Para volunteer adalah peserta Career Class yang berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Serang (Jabotaser) pada 21 Agustus 2022 di Pantai Ketapang, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 30 anak-anak usia kelas 1-3 tingkat sekolah dasar dan berhasil terselenggara dengan penuh keseruan.

Peserta Career Class dari sekitar daerah tersebut bekerja sama untuk menyelenggarakan kegiatan sosial untuk anak-anak di Desa Sukarame berupa kegiatan pengenalan jenis profesi yang bisa mereka pilih ketika dewasa nanti dengan mendongeng untuk menambah wawasan anak-anak di sana. Selain itu, untuk memberikan alternatif kegiatan yang positif sebagai sarana menyalurkan energi dan mengisi waktu mereka. 

Untuk mewujudkan kegiatan ini, para volunteer berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di sana yaitu pak Arif, seorang guru honorer di suatu sekolahan di Pandeglang. Pak Arif kemudian mengumpulkan anak-anak desa untuk mengikuti acara ini.

Konsep kegiatan hingga perlengkapan yang dibutuhkan sudah disiapkan sejak dua minggu sebelumnya. Kegiatan ini dibuka dengan pengenalan jenis profesi yang dibawakan melalui dongeng oleh masing-masing volunteer. Profesi yang dikenalkan adalah guru, duta besar kementerian luar negeri, kementerian kelautan, dan pengusaha yang merupakan profesi yang dijalani para volunteer. Acara diselingi dengan games interaktif berupa pemberian stiker profesi yang sudah dikenalkan pada sesi sebelumnya kepada anak-anak, kemudian diminta memilih profesi mana yang mereka inginkan. Stiker profesi yang dipilih lalu ditempelkan pada gelas plastik yang mereka miliki.

Tak lupa para volunteer juga menyajikan games financial management, yang mana anak-anak. dikenalkan dengan cara mengelola uang yang mereka miliki melalui permainan role play. Anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok yang didampingi oleh fasilitator dan diberi uang. Anak-anak lalu diminta pergi ke beberapa pos yang disediakan untuk belajar. Pada pos pertama yaitu pos bank, anak-anak diajarkan cara untuk menabung. Pada pos kedua yang merupakan pos donasi, anak-anak dikenalkan mengenai konsep donasi dan berbagi sedari kecil. Hingga pos ketiga yaitu pos jual beli, anak-anak diajarkan tentang cara menentukan prioritas keuangan secara sederhana melalui prioritas barang mana yang mereka butuhkan dan akan dibeli. Barang yang tersedia untuk dibeli adalah makanan, kebutuhan pokok, dan mainan. Menyenangkan bukan?

 

Selain keceriaan anak pesisir yang membuncah, tentunya kegiatan ini memberi kesan yang mendalam pada para volunteer. Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi dengan masyarakat. Kolaborasi volunteer yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan seperti psikolog, guru, hingga pengusaha menghasilkan kegiatan yang direspon dengan antusiasme yang tinggi. Para anak-anak dan orang tua pun berharap kegiatan ini akan terus berlanjut.

Menemukan Passion Setelah Mencoba berbagai Profesi Pekerjaan

Menemukan Passion Setelah Mencoba berbagai Profesi Pekerjaan

Dreamdelion mengawal pemberdayaan perempuan di Desa Gentong, Kab. Ngawi, Jawa Timur melalui program Jajal Wae Food. Program ini mengajak para pendatang untuk mencicipi produk olahan khas daerah setempat. Menengok sedikit kisah seorang Ibu yang berdaya melalui program ini dan berhasil menemukan kegiatan produktif yang ia cintai, beliau adalah Ibu Kareni atau yang biasa dipanggil Ibu Reni.

Saat ini usianya menginjak 34 tahun, tergolong muda dibandingkan ibu-ibu lainnya namun pengalamannya dalam membantu Jajal Wae Food sangat luar biasa. Sebelum bergabung menjadi Ibu binaan Dreamdelion, Ibu Reni pernah mencoba beberapa profesi dalam menyambung kehidupannya, dari menjadi baby sitter, bekerja di salah satu rumah makan, hingga akhirnya beliau kembali ke kampung halaman Ngawi untuk menemani suaminya.

Tidak habis akal dalam mencari aktivitas produktif, di sela-sela kegiatannya menjadi Ibu Rumah Tangga, Ibu Reni merupakan petani di lahan milik orang lain. Beliau juga sudah terlibat aktif dalam banyak kegiatan Dreamdelion sejak tahun 2020. Ibu Reni juga merupakan peserta yang kreatif dalam pelatihan memasak Dreamdelion. Biasanya beliau berkolaborasi dengan Ibu Lilik untuk menciptakan resep dan menu baru.

Dreamdelion menyebut mereka power duo karena kedekatan dan saling support diantara keduanya. Di Jajal Wae Food, Ibu Reni membantu dalam kegiatan produksi dan menjadi salah satu pemegang resep gurihnya camilan-camilan di Jajal Wae Food.

Keterlibatan Ibu Reni dalam Jajal Wae Food mengantarkannya ke salah satu daerah yang ingin sekali ia kunjungi yaitu Surabaya. Dreamdelion mendapatkan undangan dari Tokopedia dan mengajak Ibu Reni serta Ibu Lilik sebagai representasi Dreamdelion. 

“Tidak menyangka Mbak, dengan mengikuti pelatihan lalu mencoba-coba membuat resep mengantarkan saya ke banyak pengalaman yang tidak pernah saya fikirkan sebelumnya. Bisa bertemu dengan orang-orang penting dan berbicara langsung dengan mereka. Jajal Wae Food membawa saya ke salah satu kota yang ingin sekali saya datangi yaitu Surabaya.” ucap Ibu Reni sambil meneteskan air mata.

Dreamdelion memberikan akses kepada seluruh Ibu-Ibu untuk mengembangkan diri mereka menjadi apa yang mereka impikan. Melalui Jajal Wae Food, harapannya banyak Ibu-Ibu yang terbantu baik dari segi ekonomi maupun pengalaman berharga yang nantinya bisa membantu mereka dalam mengembangkan soft skill maupun hard skill.

Hobi Memasak Ibu Lilik Berhasil Menggerakkan Ekonomi Keluarga

Hobi Memasak Ibu Lilik Berhasil Menggerakkan Ekonomi Keluarga

Berawal dari hobinya yang suka memasak, Ibu Lilik Indriatin berhasil menjadi Kepala Produksi Jajal Wae Food karena ketelatenannya dalam menciptakan dan mengkreasikan menu-menu baru yang menjadi produk andalan di Jajal Wae Food. Jajal Wae Food merupakan salah satu unit usaha yang dibentuk oleh Yayasan Dreamdelion Indonesia bekerjasama dengan Tokopedia. 

Jajal Wae Food berisikan Ibu Rumah Tangga yang memiliki semangat yang tinggi dalam mengembangkan kapasitas di bidang memasak. Sebelum produk keluar di pasaran, Ibu-Ibu ini dilatih oleh Chef berpengalaman agar bisa menghasilkan produk yang sesuai dengan standar dan bisa dijual di pasaran. Selama pelatihan ini berlangsung, Ibu Lilik Indriatin menjadi salah satu Ibu yang memiliki daya juang dan semangat yang tinggi serta produk yang dihasilkan melalui tangan beliau tidak diragukan lagi cita rasanya.

Hari-hari Ibu Lilik Indriatin tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya saja ketika hari besar seperti Hari Lebaran dan Hari Natal, beliau berjualan kue kering hingga bisa memasarkan produknya ke luar daerah Ngawi. Namun, karena keterbatasan pemahaman mengenai pemasaran produk, akhirnya usahanya hanya bisa hidup pada saat periode-periode tertentu saja. 

“Saya suka sekali mencoba masakan-masakan baru dan kadang-kadang coba-coba untuk menjualkannya di sekitar Gentong (nama Desa di Ngawi) Mbak. Kalau pada saat hari Lebaran Idul Fitri dan Lebaran Idul Adha sama Natal, biasanya jajanan kue kering saya laku sekali. Namun, ketika saya mencoba untuk menjualkannya di hari biasa, kok malah tidak laku. Bingung cara memasarkannya bagaimana Mbak..” tutur Ibu Lilik Indriatin menjelaskan pekerjaannya sehari-hari.

Untuk membantu Ibu-Ibu yang memiliki permasalahan yang sama seperti Ibu Lilik dimana bingung bagaimana cara untuk memulai usaha dan mempertahankan usahanya. Dreamdelion hadir dengan berbagai kegiatan yang bisa menciptakan dan meningkatkan pola pikir wirausaha bagi Ibu-Ibu.

Selama proses pelatihan, Dreamdelion menggali potensi dari masing-masing Ibu. Khususnya Ibu Lilik, terlihat sangat cakap sekali dalam memimpin Ibu-Ibu lainnya agar semangat dan bisa menciptakan produk yang sesuai dengan standar yang diciptakan oleh Chef. Hingga akhirnya, tim Dreamdelion mengangkat bu Lilik menjadi Kepala Produksi Jajal Wae Food hingga produk tersebut bisa terjual ke berbagai daerah di Indonesia bahkan ke luar pulau Jawa.

“Senang sekali, dengan bergabung di pelatihan yang diberikan oleh Dreamdelion, saya bisa memahami apa sebenarnya kebisaan yang saya miliki. Ketika diangkat menjadi Kepala Produksi, hati saya berdesir antara senang dan deg-degan Mbak. PR besar setiap hari adalah menjaga agar produk-produk yang keluar dari dapur Jajal Wae Food bisa dinikmati oleh banyak orang dan kualitasnya bisa terjaga.”

Peran baru yang membuat kebiasaan Ibu Lilik berubah seratus persen. Setiap pagi, setelah mengurus sang suami dan anak, Ibu Lilik berangkat ke rumah produksi dan menyiapkan bahan-bahan yang akan dieksekusi pada hari tersebut. Membagi peran antara keluarga dan usaha adalah salah satu tantangan bagi Ibu Lilik dimana biasanya satu hari selalu berada di rumah dan menyiapkan segala keperluan rumah tangga, semenjak memegang tanggung jawab ini, Ibu Lilik menghabiskan separuh harinya di rumah produksi Jajal Wae Food. Untungnya, dukungan dari sang suami membuat Ibu Lilik semakin bersemangat dalam mengembangkan dirinya. Sang Suami mendukung penuh aktivitas yang dilakukan oleh Ibu Lilik asalkan memberikan dampak positif bagi perkembangan diri sendiri dan tidak mengenyampingkan keluarga.

“Semenjak menjalankan usaha Jajal Wae Food, akhirnya saya bisa membantu suami untuk membiayai sekolah anak saya di pesantren Mbak. Biaya di pesantren tidak murah, tapi saya yakin, rezeki pasti selalu ada bagi orang-orang yang mau berusaha. Allah jawab doa saya melalui perantara usaha Jajal Wae Food ini. Saya jadi banyak aktivitas dan bisa menghasilkan uang. Senang sekali bisa memberi jajan anak dari keringat saya sendiri.” tutur Ibu Lilik penuh haru kepada tim Dreamdelion yang menyambanginya.

Dreamdelion berupaya menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua orang tidak terkecuali wanita untuk tumbuh dan berdaya berdiri diatas kaki mereka sendiri.

 

Perjalanan Menuju Kesuksesan Ibu Ririn bersama Elok by Ibu Dreamdelion

Perjalanan Ibu Ririn bersama Dreamdelion: Perjuangan Menuju Kesuksesan

Komitmen Dreamdelion dalam memberi perhatian pada kesejahteraan perempuan tertuang dalam program Elok by Ibu. Melalui Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur program Elok by Ibu mulai memberdayakan perempuan untuk memiliki kemandirian ekonomi seperti Ibu Ririn.

Ibu Ririn merupakan seorang ibu rumah tangga berusia 39 tahun yang berbakat. Sama seperti para ibu rumah tangga rusun lainnya, ia berjuang untuk mengurus rumah tangganya. Ibu Ririn harus menerima dampak dari penggusuran tempat tinggal dan usaha, sehingga ia tidak bisa lagi berjualan alat rumah tangga di Pasar Ciung, Kemayoran dan kehilangan sumber pendapatan.

Setelah mengetahui tentang program Elok by Ibu yang ditawarkan oleh Dreamdelion. Ibu ririn tergerak untuk menambah keterampilan menjahit untuk membuka peluang menambah sumber pendapatan. Ia sangat terbuka untuk memiliki pengetahuan baru, terlebih program yang ditawarkan ini tidak berbayar.

Setelah mencoba bergabung dengan Elok by Ibu, ternyata program tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Karena Dreamdelion tak hanya memberikan pelatihan menjahit, tetapi juga memberi pengalaman berharga tentang cara memasarkan dan menjual produknya.

Dengan bantuan program Elok by Ibu, kini ia mendapatkan sumber pendapatan dari menjahit berbagai produk Elok by Ibu. Ibu Ririn mampu mengembangkan kemampuannya dan menjadi ibu rumah tangga berdaya. Dia mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Ibu Ririn berharap semakin banyak orang yang berhasil meningkatkan kapasitas diri sehingga mampu memperbaiki keadaan ekonomi keluarganya. Kisah Bu Ririn adalah bukti kekuatan kerja keras, tekad, dan sistem pendukung yang tepat dapat memberi dampak ekonomi keluarga Indonesia.

Penulis: Selma Mutiarahma

 

Kisah Sukses Ibu Raimah Berdaya dari Program Elok bu Ibu Dreamdelion

Kisah Sukses Ibu Raimah Berdaya dari Program Elok bu Ibu Dreamdelion

Ibu Raimah adalah contoh cemerlang dari kekuatan transformatif program pemberdayaan Dreamdelion bernama Elok by Ibu. Melalui kerja keras dan tekadnya, dia telah mampu mengatasi banyak tantangan yang dihadapi dalam kehidupan. Berusia 40 tahun dengan memiliki 2 orang anak, Ibu Raimah tinggal di Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur sejak tahun 2014.

Sebelum bergabung dengan Elok by Ibu, ia merupakan seorang pedagang kaki lima di ITC Cempaka Mas, Jakarta. Ibu Raimah berjualan kaos kaki hingga kartu perdana. Sebelum tinggal di Rusun, Ibu Raimah tinggal di daerah Pedongkelan, Jakarta Barat, yang kemudian mengalami penggusuran tempat usaha dan tempat tinggal. 

Upaya Dreamdelion melalui program Elok, membuat Ibu Raimah telah menerima dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk membantunya membangun pengalaman dan pengetahuan agar memiliki keadaan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya walaupun sudah tidak muda lagi. Ibu Raimah telah menerima pendampingan yang menciptakan keterampilan baru, seperti keterampilan menjahit berbagai macam tas, keterampilan membangun relasi, hingga literasi keuangan. 

Kini Ibu Raimah berhasil memiliki penghasilan tambahan, berelasi dengan Gifu Sovenir, Inde, hingga bekerjasama dengan Bank Indonesia. Sembari menjalankan bisnis kecilnya sendiri dengan menjadi admin menerima pesanan dari customer Elok by Ibu, Ibu Raimah tetap mengurus rumah tangga dengan baik hingga membantu suami berdagang es teh di depan rusun.

Semakin tinggi pohon tentu semakin kuat pula angin yang menerpa. Dalam perjalanan membangun usaha Ibu Raimah menghadapi berbagai tantangan seperti kebocoran workshop yang mengakibatkan ia harus membersihkan workshop setiap kali memulai bekerja. Teman seperjuangannya pun sudah tidak sebanyak saat awal program ini dimulai, yang membuat ia sempat kewalahan apabila pesanan sangat banyak. Belum lagi jika terjadi kerusakan mesin pekerjaan menjadi terkendala karena harus menunggu mesin diperbaiki terlebih dahulu.

Namun dari berbagai tantangan yang harus dihadapi ini, Ibu Raimah juga belajar banyak hal baru. Tantangan inilah yang membuat Ibu Raimah semakin kuat dan berdaya. “Semoga usaha ini tambah maju, tambah sukses, tambah banyak orderan, semakin banyak ibu jahit yang bergabung, sehingga semakin banyak keuntungan yang diperoleh.” Harap Ibu Raimah. Perjalanan Ibu Raimah ini merupakan bukti dampak positif dari program Elok by Ibu bagi individu dan masyarakat.

 

Kolaborasi Dreamdelion X Career Class untuk Komunitas dan UMKM Indonesia

Project Management Challenge: Dreamdelion X Career Class untuk Komunitas dan UMKM Indonesia

Setiap tahunnya, Dreamdelion melalui Career Class mengadakan Project Management Challenge (PMC) yang dapat diikuti oleh seluruh peserta Career Class full package. Peserta diberi tantangan untuk membuat proyek yang dapat menambah pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, empati, networking, peluang, dan kemanfaatan. Itulah kenapa Career Class bukan hanya sekadar kelas daring saja, Career Class adalah rumah untuk siapa pun yang mau belajar lebih, bergerak lebih, dan berjejaring lebih.
 
Proses PMC tersebut dimulai sejak bulan Januari-Desember 2022. Pada awalnya, terdapat 38 kelompok terdiri dari 4-5 peserta yang terbagi sesuai domisilinya masing-masing dengan berbagai kategori proyek yang diinisiasi. Kategori proyek yang diinisiasi oleh peserta yaitu terkait sosial, ekonomi, sosial bisnis, pendidikan, dan kesehatan. Siapa pun bisa mengikuti, asalkan memiliki semangat yang tinggi dan komitmen yang kuat.
 
Peserta diberi pembekalan materi seperti design thinking, perencanaan proyek, risk management, dan didampingi oleh mentor selama berjalannya proyek karena terdapat sistem gugur pada setiap tahapnya, hingga akhirnya pada bulan Desember terpilihlah 4 kelompok yang berhasil masuk ke babak final. Adapun proyek yang berhasil masuk ke babak final antara lain: 
 

Mendorong Pemasaran Produk UMKM melalui Digital Marketing

Tim Inkubasi Bisnis dan Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan BBP3KP KKP bekerja sama dengan Dreamdelion yang beranggotakan Fitriah Findiati, Biellsda Basmalla, Fauziah Ramadhani, Jasmine Regita Putri, dan Olivia Joanika Putri. Tim tersebut melaksanakan proyek pendampingan kepada UMKM Pengelolaan Produk Kelautan Perikanan dengan mengenalkan strategi digital marketing untuk mendorong pemasaran produk UMKM secara lebih luas lagi. Inisiasi pendampingan ini dilakukan terhadap 11 UMKM. 

Tantangan terbesar yang dihadapi UMKM adalah bagaimana mereka mampu untuk menjual produk-produknya ke pasar yang lebih luas lagi. Namun, para pelaku UMKM belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai metode pemasaran produk secara digital karena minimnya pelatihan intensif yang melibatkan pendampingan. 

Berdasarkan tantangan tersebut, dengan berkolaborsi dengan berbagai pihak, tim melakukukan tiga kegiatan yang diselenggarakan untuk membantu pemasaran produk UMKM: 

    1. Kelas utama yang mengajarkan materi tentang Digital Marketing.
    2. Review kelas dengan memberikan ulasan tentang branding yang telah diterapkan oleh tenant (UMKM).
    3. Sustainability Project dengan memberikan pendampingan berkelanjutan melalui pengenalan kelas Digital Marketing untuk UMKM binaan Inbis batch 2022. 

Adapun dampak yang didapatkan sejauh ini sampai bulan Desember 2022 dari berbagai kegiatan yang sudah dilakukan yaitu:

    • 82% telah melakukan optimasi Instagram bisnis
    • 73% telah melakukan optimasi Google My Business
    • 73% telah melakukan optimasi WhatsApp Business
    • 64% telah melakukan optimasi marketplace
    • 91% telah memiliki marketing funnel
    • 82% peserta mengalami kenaikan pemahaman materi digital marketing selama 14 sesi ditunjukkan dari perbandingan nilai pre test dan nilai post test yang sudah dilakukan. 

Program Pemberdayaan Ekonomi Ibu-Ibu TPST Bantar Gebang Melalui Pembuatan Kursi Ecobrick

Program ini berfokus ke peningkatan nilai tambah pada sampah plastik daur ulang melalui pemberdayaan perempuan di wilayah pemukiman TPST Bantar Gebang, Bekasi. Program Dreamclean yang beranggotakan Sayyida Farihatunnafsiyah, Ranny Yulianti Suhada, Ni’ma Hilyatun, dan Yusuf Efendi, bekerja sama dengan 7 orang ibu-ibu dalam pembuatan ecobrick yang juga berkolaborasi dengan Elok by Ibu untuk memastikan serapan penjualan produknya. 

Kegiatan utamanya yaitu mengupayakan upcycling atau peningkatan nilai tambah sampah plastik menjadi ecobrick dan bentuk produk lainnya seperti kursi ecobrick. Program ini juga ditunjang dengan riset pengembangan desain produk dua versi kursi ecobrick, yaitu versi premium dan low-cost. Tim Dreamclean juga menggunakan media sosial (Instagram) dan marketplace untuk marketing produknya. 

Tidak hanya memberikan pelatihan saja, tetapi tim Dreamclean juga memastikan produk ecobrick buatan ibu-ibu tersebut terjual sesuai harga yang telah disepakati. Adapun dampak yang didapatkan sejauh ini sampai bulan Desember 2022 yaitu: 

    • Capaian penjualan dari bulan September-Desember 2022 sebanyak 7 pcs bangku ecobrick, 17 pcs cushion, dan 52 pcs botol ecobrick.
    • Riset dan pengembangan produk: Durabilitas uji produk, kenyamanan saat digunakan, dan aesthetic appearance. 
    • 130++ kg sampah plastik kemasan telah berhasil dilakukan upcycling.
    • Nilai jual sampah plastik kemasan meningkat mencapai kurang lebih 20 kali lipat.
    • Total pendapatan yang diterima oleh ibu-ibu TPST mencapai Rp2.300.000 atau Rp330.000/ibu.

Siapa sangka, proyek ini juga berhasil memenangkan kompetisi pada UMi Youthpreneur 2022 dan mendapatkan hibah permodalan dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) senilai 10 juta rupiah. Dana tersebut dapat digunakan untuk keperluan pengembangan produk, permodalan ready stock, dan marketing produk. 

Sanggar Belajar Kapirel

Kapirel merupakan perkampungan kumuh yang terletak di pinggir jalur kereta api. Kampung yang terletak di kota besar Surabaya ini memiliki stigma negatif dari masyarakat sekitar karena banyaknya anak yang putus sekolah. Apalagi di daerah tersebut minim peran lingkungan khususnya orang tua untuk menghadirkan tempat yang kondusif untuk belajar. Hal ini juga disebabkan minimnya tingkat pendidikan dan kemampuan finansial orang tua untuk mendukung pendidikan anaknya. Oleh karena itu, proyek ini menghadirkan Sanggar Belajar Kapirel untuk 12 anak-anak yang tinggal di sekitar rel kereta api agar terpenuhi haknya memiliki lingkungan yang layak untuk bertumbuh dan berkembang.

Tim Kapirel beranggotakan Oktaviana Alfazriyah, Athi’u Izzatillah Tazkiyati, Rizky Amalia, Maulida Amaliasari, dan Evi Indra Sari. Adapun kegiatan yang sudah dilakukan sampai bulan Desember 2022 yaitu mengadakan kelas tematik untuk membuat kegiatan belajar lebih bermakna, membuat karya seni lukis dengan media yang ada di sekitarnya, pendampingan mengerjakan tugas dan pendalaman materi sekolah, kegiatan literasi dan numerasi, kegiatan Ramadan dan buka bersama, serta peringatan hari Kemerdekaan. 

Dalam kegiatan bersama anak-anak tersebut, tim Kapirel juga berkolaborasi dengan beberapa pihak seperti bersama mahasiswa Universitas Ciputra, ITS Mengajar, Sekolah Cikal Surabaya, Sekolah Murid Merdeka, Gerakan peduli Anak (Gerlik), Indonesia Mengajar, Nutrifood Surabaya (Nutrifood), Sanggar Merah Merdeka, UNAIR Mengajar, Arkom, dan Save Street Child Surabaya. Dampak yang didapatkan sampai bulan Desember 2022 yaitu:

    • Orang tua merasa ada perubahan yang positif mulai dari pengetahuan dan skill komunikasi yang bertambah, lebih aktif dan percaya diri.
    • Anak merasa senang dan antusias mengikuti kelas serta aktif berinteraksi di grup WhatsApp.
    • 8 dari 12 orang tua berpendapat jika kegiatan sanggar menyenangkan, bagus, bermanfaat, dan penting untuk anak-anak.
    • 7 dari 12 orang tua meminta frekuensi kelas/pertemuan ditambah
    • Turut berkontribusi pada isu pendidikan dengan cara aktif berjejaring bersama komunitas yang bergerak di bidang pendidikan di Surabaya

Piring Sehat

Permasalahan stunting di Indonesia sudah tidak asing lagi terdengar. Stunting sendiri terjadi karena adanya permasalahan gizi buruk pada anak. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan tinggi badan, tetapi bisa lebih dari itu. Berdasarkan asesmen awal yang dilakukan oleh tim yang beranggotakan Najmiyatun Lailatul Haq, Tarassa Qinthara, Asri Budi Yulianti, dan Dimas Prasetyo Aji. Terdapat 96 balita di Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung mengalami permasalahan gizi yang tidak seimbang. 

Bekerja sama dengan bidang desa dan ahli gizi di Puskesmas Cilengkrang, Bandung, untuk melakukan berbagai kegiatan yang dapat membantu meningkatkan kesadaran ibu-ibu tentang dampak baik dari pemberian makanan bergizi untuk dapat menurunkan permasalahan gizi pada balita mereka. Kegiatan yang sudah dilakukan sampai bulan Desember 2022 yaitu: 

    • Door to Door ke Rumah Warga: Berdasarkan hasil diskusi, mayoritas anak yang memiliki kondisi gizi buruk berada di RW 05 Desa Girimekar, sehingga RS 05 menjadi fokus proyek. Tim juga melakukan wawancara 12 ibu yang anaknya memiliki permasalahan gizi  buruk.
    • Asesmen Sensorik dan Motorik Anak untuk mengetahui bagaimana kemampuan adaptasi serta kemampuan sensorik dan motorik anak.
    • Media Pendampingan menggunakan grup WhatsApp untuk mempermudah diskusi terbuka terkait gizi dan menu makanan anak serta sharing materi seputar gizi. 
    • Memastikan pemberian makanan bergizi dengan memberikan pasokan bahan makanan yang sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi. 
    • Penyuluhan terkait dengan pengaruh makanan bergizi terhadap tumbuh kembang anak untuk menumbuhkan kesadaran para ibu. 

Dampak yang didapatkan sampai bulan Desember 2022 yaitu:

    • Angka balita yang memiliki masalah gizi di RW 05 Desa Girimekar turun 58%. Sebanyak 8 dari 12 balita (66.7%) sudah mencapai berat badan normal.
    • Meningkatnya frekuensi pemberian makan sehat 2 hari (6 kali) dalam seminggu menjadi minimal 4 hari (12 kali) dalam seminggu oleh 58% ibu. Sebanyak 11 dari 12 ibu (91,67%) sudah memberikan makanan sehat lebih dari 12 kali dalam seminggu kepada anaknya. 

Dari keempat proyek yang sudah masuk ke babak final, dengan pertimbangan yang tidak mudah oleh tim Career Class dan Dreamdelion, akhirnya terpilih dua kelompok terbaik dan berhak mendapatkan hadiah 50 juta rupiah yang digunakan untuk pengembangan proyek. Dua kelompok tersebut yaitu kelas Digital Marketing untuk UMKM dan Sanggar Belajar Kapirel. 

Semoga Dreamdelion melalui Career Class bersama dengan peserta dapat terus meluaskan kemanfaatan untuk masyarakat dengan proyek-proyek yang sudah dilakukan. Kira-kira 2023 ada proyek apalagi, ya? Jika Anda memiliki kegiatan sosial yang ingin berkolaborasi dengan Dreamdelion atau Career Class, Anda bisa menyampaikannya di sini

Penulis: Nabila Nur Farida

 

Dreamdelion Bangun Kemanfaatan Sosial Selama Pandemi Covid-19

Dreamdelion Bangun Kemanfaatan Sosial Selama Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang terjadi di awal bulan Maret tahun 2020 menjadi momen yang tidak terlupakan. Berbagai aktivitas masyarakat dan kegiatan tatap muka dibatasi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang sudah merenggut nyawa ribuan masyarakat di Indonesia. Namun, siapa sangka, di tahun tersebut juga menjadi titik awal Career Class dapat bertumbuh dengan lebih luas lagi untuk kemanfaatan sosial masyarakat melalui berbagai kelas publik yang diadakan hingga berhasil terkumpul total donasi Rp250.880.091. 

Dengan berbagai batasan selama pandemi Covid-19, tidak menjadi hambatan bagi Dreamdelion melalui Program Career Class untuk berbuat kebaikan. Tidak hanya untuk masyarakat terdampak Covid-19 saja, tetapi juga masyarakat yang sedang membutuhkan. Kami percaya, bahwa kebaikan sekecil apa pun yang dilakukan, jika dikerjakan secara bersama-sama akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan lebih luas kemanfaatnya. 

Belajar dan Berbagi Kebaikan Melalui Program Career Class

Sebagai salah satu platform pengembangan diri yang diinisiasi oleh Dreamdelion, Career Class menghadirkan narasumber dengan berbagai keahlian, latar belakang, dan juga pengalaman yang bisa dibagikan kepada peserta yang mengikuti program Career Class. Dalam perjalanannya, Career Class tidak hanya ingin menciptakan sebuah lingkungan yang suportif saja, tetapi juga membantu membuka banyak peluang, dan menyebarkan kemanfaatan.

Bekerja sama dengan berbagai komunitas, Career Class membuka kelas-kelas publik melalui berbagai topik kelas seperti tentang keluarga, keuangan, karir, komunikasi, dan lain-lain yang bisa diikuti oleh peserta dengan membayar biaya kelas yang seluruhnya akan didonasikan ke komunitas atau kelompok masyarakat yang membutuhkan. 

Siapa sangka, kelas publik yang dilakukan secara daring tersebut sudah diikuti oleh ribuan peserta. Bahkan setiap pendaftaran kelas publik diadakan, hanya dalam hitungan menit saja kelas tersebut mencapai maksimal kuota pendaftaran. Career Class juga memiliki kelas Pay As You Wish, di mana peserta dapat mengikuti kelas-kelas publik yang diadakan dengan biaya pendaftaran tanpa batas minimal pembayaran. 

Kolaborasi Kebaikan bersama Komunitas

Dreamdelion menyadari, untuk berbuat kebaikan tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, melalui Program Career Class, kami bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk dapat menjangkau dan meluaskan kemanfaatan melalui kelas-kelas publik yang diadakan hingga dapat terkumpul total donasi sebesar Rp250.880.091 yang sudah tersalurkan di tahun 2020 untuk berbagai kegiatan sosial masyarakat. 

Salah satu dampak positif dari kegiatan tersebut yaitu membantu pengembangan Rumah Sahabat Al-Quran yang saat ini dikenal dengan Rumah Sejati di Gentong, Ngawi, Jawa Timur sebagai tempat kegiatan sosial masyarakat. Adapun kegiatan yang dilakukan seperti berbagi sembako, kajian, pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, dan lain-lain. 

Selain itu, Dreamdelion melalui Career Class juga bekerja sama dengan salah satu peserta Career Class 2020, Anggita Cremonanda untuk memberikan donasi dari kelas publik yang sudah diadakan melalui gerakan “Geng Bantu Bareng”. Kegiatan tersebut dilakukan dengan membagikan sembako dan makanan ke pemulung, pedagang kecil di jalan, tukang parkir, tukang becak yang didistribusikan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

Saat ini, Dreamdelion masih terus berkomitmen untuk dapat meluaskan kemanfaatan dengan berkolaborasi dan bersinergi bersama berbagai pihak melalui berbagai program kebaikan. Jika Anda memiliki kegiatan sosial yang ingin berkolaborasi dengan kami, Anda dapat menyampaikannya di sini. Dreamdelion percaya, untuk membuat sesuatu yang besar dan luas kemanfaatanya, kami tidak bisa berjalan sendirian.

Penulis: Nabila Nur Farida

Mengajar di Pagi Hari, Berwirausaha di Sore Hari: Inilah Guru Bisa Usaha!​

Mengajar di Pagi Hari, Berwirausaha di Sore Hari: Guru Bisa Usaha!

Guru, empat huruf yang memikul sejuta amanat dari bangsa. Di mana pun posisinya, guru harus bisa diandalkan. Namun, berdasarkan survei yang kami lakukan kepada sekitar 243 guru honorer dari berbagai wilayah di Indonesia, pendapatan guru honorer sangat rendah bahkan ada guru yang mendapat upah di bawah Rp500.000 per bulan. Sedangkan para pelita bangsa itu harus mencukupi berbagai kebutuhan hidupnya serta kapasitas sebagai guru yang harus selalu ditingkatkan untuk menambah kemampuan dalam proses pembelajaran.

Guru yang berdaya dan sejahtera merupakan awal dari Indonesia gemilang. Bersama rekan guru, Dreamdelion meluncurkan Program Guru Bisa Usaha, sebagai perantara kebaikan dari guru untuk guru yang dapat mendukung proses upgrade skill guru honorer. Saling berbagi, saling menginspirasi dalam kolaborasi.

The new competition is collaboration, menjadi lebih berarti dengan merangkul orang-orang di sekitar untuk melangkah dan tumbuh bersama. Sebagai seorang guru, artinya siap belajar, juga untuk berkolaborasi dengan guru-guru lain agar dapat melesatkan kemampuan dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan para guru honorer. 

Selain keterampilan pedagogik, Dreamdelion percaya bahwa guru juga perlu memiliki berbagai skill lain seperti kemampuan berbisnis, sehingga guru bisa menambah sumber pendapatan dari selain mengajar. Hal tersebut dapat diraih dengan melatih kemampuan membangun personal branding, networking,  dan hal lainnya, sehingga guru bisa menjadi sumber inspirasi para peserta didik dan orang-orang di sekitarnya.

Apa itu Guru Bisa Usaha? 

Program pengembangan diri dikhususkan bagi rekan guru honorer yang bertujuan untuk membangun pondasi pengembangan diri, mengeksplorasi keterampilan lain selain keterampilan pedagogik, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wirausaha guru, dan meningkatkan kesejahteraan guru dengan berwirausaha.

Siapa saja yang bisa bergabung dalam program? 

Seluruh guru dari berbagai jenjang pendidikan dan menyandang status keguruan dari lembaga pendidikan formal, seperti guru honorer, guru PPPK, guru ASN maupun mahasiswa FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) tanpa syarat minimal masa mengajar.

Pelatihan kewirausahaan Guru Bisa Usaha diikuti oleh 175 peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan status keguruan di lembaga formal. Guru-guru dilatih untuk mengasah kemampuan terkait usaha. Kegiatan berbentuk webinar berbayar (pay as you wish), dengan pembekalan materi seputar entrepreneur mulai dari Build Entrepreneurship Mindset, Develop Product & Decide Market, Business Branding, Manage Personal & Business Finance, sampai kepada pembahasan Business Model Canvas.

Setelah pelatihan kewirausahaan, peserta menyusun proposal usaha dan melakukan presentasi terbaik mereka untuk mendapat kesempatan mentoring dengan para praktisi bisnis dan pinjaman modal usaha dalam program inkubasi usaha. Dari sekitar 10 orang yang lolos seleksi proposal usahanya, didapatkan 3 peserta dari berbagai jenis usaha. Jenis usaha yang lolos program inkubasi dan berhak mendapatkan pinjaman modal usaha adalah bidang pendidikan (@proton.adacemy), bidang kuliner (@tokodeaaaaa) dan bidang kesehatan (@senja.zw). 

Dari pelatihan Guru Bisa Usaha, peserta belajar banyak strategi untuk memulai atau mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Hal yang tak kalah penting, juga menguatkan mental diri menghadapi berbagai rintangan dan hambatan ketika harus menjalankan peran sebagai guru sekaligus pelaku usaha. 

Kami percaya, rekan guru mampu untuk terus melejitkan potensi dengan tetap mengabdikan diri dalam mendidik anak negeri. Dengan segala potensi yang dimiliki, guru-guru juga mampu bersaing dan membuka berbagai peluang kebaikan. Menjadi guru lebih dari sekadar profesi karena ada tugas mulia, menjadi guru berdaya dengan berwirausaha.

Penulis: Hajiah Nurdiani

 

UMi Youthpreneur Competition Dorong Wirausahawan Muda Berdaya

UMi Youthpreneur Competition: Kolaborasi Dreamdelion X PIP Mendorong Wirausahawan Muda Berdaya

UMi Youthpreneur Competition yang diadakan pada 23-24 Mei 2022 di Jakarta digelar dengan meriah dan disambut antusiasme peserta yang luar biasa. Dreamdelion, bermitra dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan, berupaya mendorong semangat wirausaha bagi anak muda melalui acara UMi Youthpreneur. Pada acara ini para peserta yang merupakan pelaku usaha mikro dapat mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan dan lokakarya yang dipimpin oleh para pengusaha dan konsultan bisnis berpengalaman, baik secara daring maupun luring.

 

Acara dibuka oleh Bapak Mohd. Zeki Arifudin selaku Direktur Pengelolaan Aset Piutang BLU-PIP, menyambut para peserta dalam acara tersebut dan mendorong mereka untuk mengejar kemandirian wirausaha. Didampingi Bapak Aditya Permana, PIP menyampaikan dukungan serius pemerintah dalam membina generasi muda dalam kemandirian wirausaha.

“Usai mengikuti acara selama 2 hari, peserta akan diberikan waktu menyusun proposal bisnis. 10 proposal terbaik akan terpilih untuk dipresentasikan di hadapan para juri yang berasal dari Kementrian Keuangan, PIP, dan praktisi. Lalu 6 pemenang dipilih mendapatkan pembiayaan, pendampingan, serta pengawasan perkembangan usaha dari tim pendamping langsung dari PIP,” ucap Pak Adit.

Pada hari pertama acara, para peserta disuguhi sesi pelatihan yang dipimpin oleh Cynthia Jasmine, pengusaha muda sukses di balik Gifu Souvenir and Invitation. Ia memaparkan beberapa hal teknis yang perlu dipersiapkan oleh peserta agar bisa menghasilkan usaha yang market-fit. Dilanjutkan dengan lokakarya interaktif bertajuk Business Model Canvas yang dipimpin oleh Aryo Dwi Harprayudi, Co-Founder Dreamdelion yang bertujuan untuk membantu peserta belajar bagaimana menuangkan ide bisnis mereka dalam presentasi yang akan menarik para penyandang dana.

Hari kedua, Reza Firmanda, pemilik usaha kuliner Ayamayaman, membagikan ilmunya tentang bagaimana menciptakan pasar bagi sebuah usaha. Acara semakin lengkap dengan pemaparan dari Dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ yang memberikan tips mengelola stres saat menjalankan aktivitas bisnis. Pada hari terakhir ini, acara ditutup dengan diskusi bersama Direktur Pusat Investasi Pemerintah, Ibu Ririn Kadariyah.

Wah, seru sekali ya, acara UMi Youthpreneur ini, penasaran siapa 10 besar pemenang yang akan melaju ke babak presentasi untuk menentukan 6 besar pemenang yang akan didampingi secara intensif oleh PIP dan Dreamdelion?

Secara keseluruhan, acara UMi Youthpreneur ini merupakan kesempatan berharga bagi anak muda untuk belajar dari pengusaha sukses dan memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang berharga untuk membantu mereka berhasil dalam usaha bisnis mereka sendiri. Inilah komitmen Dreamdelion untuk berperan memberdayakan masyarakat yang luas dan berkontribusi dalam perkembangan perekonomian Indonesia.

Penulis: Selma Mutiarahma

 

Dreamdelion Beri Pendampingan Finalis UMi Youthpreneur Competition

Finalis UMi Youthpreneur Competition Mendapatkan Pendampingan Dreamdelion

Kolaborasi Dreamdelion dan Pusat Informasi Pemerintah (PIP) untuk membentuk wirausahawan muda yang mandiri dikemas dengan kegiatan bertajuk UMi Youthpreneur. Kegiatan ini diawali dengan pelatihan terkait inisiasi bisnis selama dua hari, dilanjutkan dengan pendaftaran kompetisi yang menyaring 6 finalis terbaik untuk diberi pembiayaan, pendampingan, serta pengawasan perkembangan usaha dari tim pendamping langsung dari PIP.

Setelah tahap pendaftaran, didapatkan 10 kelompok peserta yang akan mempresentasikan ide bisnisnya kepada tim juri dari PIP. Dreamdelion hadir memberi pendampingan berupa melatih pembuatan presentasi yang menarik, teknik komunikasi presentasi, 1-on-1 coaching clinic sebanyak 3 kali terkait dengan pengembangan usaha masing-masing finalis, serta presentasi 1-on-1 sebelum babak final. Dalam fase ini, Dreamdelion juga mendorong peserta untuk mampu mewujudkan ide usaha yang dimiliki dengan mewujudkan prototipe produk berkualitas terbaik di babak final.

Kegiatan penjurian 6 besar dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman usaha, visi, dan kepribadian finalis. Pada tahap ini, para peserta mampu memperkenalkan produk usahanya dengan percaya diri, memiliki alasan yang kuat untuk mengupayakan perbaikan pada usaha yang dijalankan, serta mampu menampilkan diri dan usahanya dengan sangat baik. 

Berdasarkan penilaian presentasi final, terpilih 6 finalis untuk Pemenang UMi Youthpreneur Competition 2022, mereka adalah Sintia Fauziah (Ijoy.yo – Hampers Paket Berkebun), Sonya Suci Ramadhani (Senja.zw – Sabun dan Deodoran Alami), Nurita Wahyuni (i-Lobster – Budidaya Lobster Ikan Tawar), Luthfy Al Razieb (Purun Borneo – Organic Straw and Cup Holder), Sayyida F. (Dreamclean – Furniture ecobrick Ramah Lingkungan), Nurul Faiqoh (BION Kids – Mainan Edukasi Sains & Montessori).

Kepada seluruh pemenang ini dilakukan pendampingan dengan tiga kurikulum utama, yaitu pengembangan produk, pencatatan usaha, dan perluasan pasar. Serta untuk menjamin keberlanjutan usaha, akan dilakukan monitoring secara berkala dan evaluasi di akhir setiap peserta. Peserta juga akan membuat rencana aksi, nantinya Dreamdelion selalu terbuka untuk berdiskusi dengan para pemenang. Pada acara penghargaan yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2022, Sintia Fauziah, pemilik bisnis Jjoy.yo mengucapkan rasa terima kasih kepada penyelenggara kegiatan dan berharap usaha yang ia miliki dapat berkembang dan memberi manfaat lebih luas lagi.

Penulis: Selma Mutiarahma