Career Class Volunteering Day: Cinta dari Jakarta hingga Malang

Career Class Volunteering Day: Cinta dari Jakarta hingga Malang

Salah satu komitmen Dreamdelion dalam pemberdayaan masyarakat tertuang dalam program Career Class Volunteering Day. Kali ini peserta Career Class Jakarta, Karawang, Malang, hingga Lumajang melakukan kegiatan kerelawanan bertajuk Membagi Cinta. Inisiasi kegiatan ini dimulai dari kesadaran volunteer tentang kebutuhan akan cinta para anak panti asuhan dan para lansia di panti jompo. 

Sugiyarto, koordinator kegiatan di Karawang menyampaikan,“Mengunjungi panti asuhan dan panti jompo sebenarnya menjadi kegiatan yang menggetarkan hati. Karena berjumpa dengan anak-anak yang membutuhkan cinta dari orang tua, dan berjumpa dengan opa oma yang membutuhkan cinta dari anak. Saya berharap kegiatan ini dapat memberi arti bagi mereka.” 

 

 

Kegiatan terlaksana pada Bulan Agustus dan November dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan dan Hari Pahlawan. Perayaan kemerdekaan dan hari pahlawan menjadi momen yang dipilih untuk membagikan semangat perbaikan kepada sesama. Kegiatan di panti asuhan diwarnai dengan acara bermain, menyanyi, dan menari dilingkupi canda tawa bahagia. Para volunteer juga memberikan kebutuhan dasar hingga makanan ringan untuk anak maupun pengasuh yang diperoleh dari donatur acara.

Sedangkan di panti jompo, donasi yang terkumpul dimanfaatkan untuk membelanjakan kebutuhan hidup lansia seperti popok, perlengkapan mandi, makan, dan kebutuhan dasar lainnya. Semangat para volunteer disambut hangat oleh lansia maupun pengurus yang berada di panti. Meski keadaan lansia beragam dan penuh keterbatasan untuk beraktivitas, acara berlangsung hangat dan menyenangkan. Para lansia pun sangat bersemangat mengikuti lomba-lomba sederhana seperti estafet balon dan estafet karet menggunakan sedotan. Kegiatan ini sekaligus melatih motorik para lansia dan dianggap menghibur karena mendatangkan canda tawa yang meriah.

“Jangan menyerah untuk mengejar apa yang dicita-citakan.” Ucap seorang nenek asal Blitar yang dulunya berkarir sebagai guru olahraga. Pesan dan nasehat tentang pembelajaran hidup juga disampaikan oleh para lansia kepada volunteer yang merupakan generasi muda bangsa.

Persiapan singkat dan sederhana tetap membuat volunteer kompak menghadirkan kegiatan yang bermanfaat. Komitmen untuk berkontribusi menyebarkan kebermanfaatan untuk sesama terus dilanjutkan oleh para volunteer. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk tetap terhubung dengan teman-teman di Career Class dan juga Dreamdelion.

 

Hidroponik dan Talk Show Parenting untuk Warga Tepi Rel Surabaya

Dari Hidroponik Hingga Talk Show Parenting untuk Warga Tepi Rel Surabaya

Perayaan Hari Kemerdekaan menjadi sumber semangat bagi Dreamdelion menebarkan semangat juang dan pantang menyerah bagi sesama. Tanggal 21 Agustus 2022 dipilih menjadi waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan kerelawanan di Sanggar Kapirel (Kampung Pinggir Rel) Surabaya. Sanggar Kapirel merupakan lokasi binaan Dreamdelion dalam mendampingi anak-anak yang tinggal di Kampung Pinggir Rel agar memiliki pendidikan yang layak. Kali ini Dreamdelion menggandeng volunteer dari Program Career Class asal Surabaya untuk menyemarakkan acara dalam menyambut kemerdekaan ini.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua hari, yang mana hari pertama diwarnai dengan keseruan kelas tematik menanam hidroponik untuk anak-anak. Kelas tematik yang mengusung tema Lingkungan Sahabat Kita ini dipimpin langsung oleh Novi, salah satu volunteer yang memiliki pengalaman di bidang tersebut. Tak hanya menanam hidroponik, anak-anak juga diajak menghias tanaman. Kegiatan pelestarian lingkungan ini dipilih karena keadaan lingkungan pinggir rel yang cukup gersang, sehingga volunteer ingin memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan memiliki kampung yang hijau nan asri.

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan lingkungan, para volunteer mengenalkan anak-anak terkait mitigasi bencana melalui permainan untuk membangun kesadaran dan kemandirian terkait apa yang harus dilakukan pertama saat terjadi bencana. Gempa yang terjadi di daerah Cianjur sebelumnya menggerakkan volunteer meluaskan informasi tentang pentingnya mitigasi bencana. Kegiatan ini secara efektif dilakukan melalui bercerita ulang dalam tulisan untuk memastikan pemahaman mereka. Sebagai penutup kegiatan hari pertama, anak-anak diajak untuk field trip dengan berkunjung ke Museum Pendidikan Surabaya. Sungguh mengasyikkan ya?

Hari kedua kegiatan, volunteer menyasar para orang tua anak berupa talkshow parenting dan pameran hasil karya menghias tanaman dan hidroponik anak-anak. Acara ini diadakan karena mengingat pentingnya peran orang tua dalam tumbuh kembang anak sehingga orang tua perlu dibekali wawasan terkait pengasuhan anak. Diskusi parenting ini diikuti oleh 12 orang tua dan dipimpin oleh volunteer Dian Fatmala yang berlatar belakang lulusan psikologi dan bekerja sebagai guru BK. 

Tentunya kegiatan ini disambut baik oleh seluruh warga dan salah seorang ibu menyampaikan perasaannya sebagai berikut.

“Ini pertama kalinya ada kegiatan yang memberikan ilmu melalui talkshow parenting. Terlebih saat itu ada salah seorang anak binaan yang mengalami bullying. Kami orang tua wali pun berharap acara seperti ini bisa dilakukan kembali karena mereka merasa terbantu dengan program ini.”

Tanggapan baik masyarakat mendorong semangat volunteer Dreamdelion untuk melanjutkan memberikan dampak baik kepada masyarakat. Dreamdelion berkomitmen agar kegiatan seperti ini tidak terputus mengingat adanya kebutuhan dari warga sekitar.

 

Gerakan Kerelawanan Ciayumajakuning Ngariung Membangun Manfaat

Gerakan Kerelawanan Ciayumajakuning Ngariung Membangun Manfaat

Hayu Ngariung Jeung Barudak Ngaji, adalah semangat yang dibangun oleh volunteer yang berasal dari Career Class yang berasal dari Cirebon, Ciayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) untuk berkumpul saling tolong-menolong pada sesama. Berawal dari kebahagiaan berkumpul bersama anak-anak pengajian, kegiatan volunteering ini dilakukan sebagai bentuk berbagi, membangun empati, serta upaya memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk berkontribusi bagi masyarakat. 

Volunteer berkolaborasi dengan Jalan Amalku, suatu komunitas sanggar mengaji yang dirintis oleh Deana, peserta Career Class 2022 bersama teman-temannya. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus 2022 lalu di Mushola Al Fatah, Sendang Sari, Kuningan, Jawa Barat kegiatan ini menyasar anak-anak dan orang tuanya.

Anak-anak dengan asyik berpartisipasi pada lomba-lomba khas Agustusan yang diselenggarakan volunteer seperti lomba estafet karet, estafet air, memasukkan paku, makan kerupuk, bahkan lomba tentang wawasan keislaman yang dikemas dalam bentuk lomba menyusun puzzle. Sedangkan untuk para orang tua, volunteer menyediakan layanan tes kesehatan gratis seperti cek tekanan darah dan gula darah yang dilayani langsung oleh volunteer yang berlatar belakang tenaga kesehatan. Bagi yang membutuhkan, para tenaga kesehatan ini juga menyediakan pengobatan yang diperlukan. 

Tanpa disangka kegiatan ini mendapat banyak apresiasi dari para penduduk di desa setempat. Bahkan Kepala Dusun, Kepala Desa, Kepala BPD hingga karang taruna ikut hadir dan memberikan sambutan hangat. Mereka merasa kagum karena ada komunitas anak muda yang aktif dalam kegiatan sosial seperti volunteering ini. Mereka juga berterima kasih kepada komunitas Dreamdelion dan Career Class karena sudah membangun komunitas yang peduli pada masyarakat sekitar.

Bagi para volunteer kegiatan ini menjadi pemantik semangat mereka untuk berbagi dengan masyarakat luas. Di tengah kesibukan pekerjaan komitmen untuk terus berkarya semakin berkibar. Audina Sholicha, selaku koordinator acara mengaku mensyukuri kekompakan, keakraban, dan keaktifan semua pihak meskipun baru pertama kali bertemu di acara volunteering.

Tak hanya sampai di sini, kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dengan sasaran yang lebih luas lagi. Tak hanya anak dan orang tua, pada bulan November 2022 diadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan untuk lansia di Panti Werda Hasannah Cirebon. Para lansia mengaku sangat senang dengan kehadiran Dreamdelion di sana. Mereka merasa terhibur dan terbantu dengan kegiatan yang dilakukan. Meski terdapat keterbatasan perbedaan bahasa yang digunakan karena gap umur di antara mereka, kegiatan seperti ini selalu menjadi semangat dan inspirasi bagi para volunteer.

Aku percaya umur bukan sekedar angka, dan hidup bukan sekedar durasi. Melainkan, hidup adalah bagaimana kita berkontribusi bagi masyarakat luas. Selagi kita masih muda dan punya daya, mari kita berperan dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat.”– Audina Sholicha.

 

Berbagi Bahagia pada Pahlawan Keluarga Melalui Career Class Kediri

Berbagi Bahagia pada Pahlawan Keluarga Melalui Career Class Kediri

Akhir pekan atau hari libur nasional adalah waktu bebas yang ditunggu-tunggu untuk beristirahat atau berkumpul bersama keluarga. Tetapi bagi peserta Career Class yang berasal dari Kediri, hari libur adalah kesempatan untuk memberi kembali kepada komunitas mereka melalui kerelawanan. Pada hari libur nasional dalam memperingati kemerdekaan Indonesia. Sekitar 15 orang volunteer dari Career Class regional Kediri tergerak untuk melakukan volunteering day. Merayakan kemerdekaan dengan melakukan pelayanan dan bernostalgia dengan para lansia di Pondok Lansia An-Nur Kediri yang terletak Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kediri. 

Berbeda dengan panti Jompo, pondok lansia ini merupakan tempat istirahat bagi lansia sekaligus membantu mereka mendekatkan diri dengan Tuhan melalui aktivitas keagamaan yang dilakukan. Di sisi lain, pondok ini tidak menyediakan tenaga kesehatan untuk merawat anggotanya.

Para volunteer yang juga terdiri dari tenaga medis menginisiasi kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan secara swadaya menyediakan alat tes untuk menunjang kegiatan ini. Tak hanya itu, penyuluhan kesehatan tentang bagaimana cara mempertahankan gula darah yang normal dan gaya hidup sehat juga disampaikan. Acara dikemas dengan aktivitas yang seru bersama dengan para lansia dengan tetap menjaga adab dan nilai kesopanan, seperti lomba tebak gambar yang berlangsung ringan dan penuh tawa.

Semua kegiatan ini diikuti oleh enam belas lansia yang merupakan anggota Pondok Lansia An-Nur. Mereka mengaku sangat gembira dan terhibur dengan kehadiran kegiatan ini. Mereka berharap tes kesehatan yang dilakukan saat acara bisa diadakan terus secara rutin. Tanggapan yang baik ini juga disambut hangat oleh para volunteer

Zahra, selaku koordinator kegiatan juga mengekspresikan rasa syukurnya karena baik volunteer maupun peserta benar-benar hadir dan aktif terlibat. “Tanpa mereka, acara ini tidak akan ramai”, ucap Zahra. 

Buah dari kegiatan ini adalah munculnya komitmen kuat Career Class regional Kediri untuk melakukan aksi sosial secara rutin. Sampai saat ini, paling tidak sebulan sekali Career Class regional Kediri melakukan aksi berbagi makanan pada minggu ketiga setiap bulannya. Sebanyak 50 nasi kotak untuk makan siang dibagikan secara gratis bagi para pedagang kaki lima, kaum dhuafa, tukang parkir, dan tukang becak yang ada di Kediri. Terdapat 2 tim yang terbagi dalam mendistribusikan nasi kotak ke 4 titik Kota Kediri, yaitu alun-alun kota, daerah Gudang Garam Semampir, Jalan Doho, dan Pasar Semampir Kediri.

Saat membagi-bagikan nasi kotak, tak lupa para volunteer menyapa para pejuang untuk keluarganya ini dengan kalimat, “Bapak adalah pahlawan untuk keluarga bapak.” Harapannya, dengan berbagi nasi kotak untuk makan siang, dapat menyemangati para pahlawan keluarga yang sedang berjuang mencari rezeki. Kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi semua pihak. Tidak perlu jauh-jauh, kebahagiaan ternyata bisa dapatkan dari orang sekitar.

 

Career Class Perdengarkan Dongeng Profesi untuk Anak Pesisir

Career Class Perdengarkan Dongeng Profesi untuk Anak Pesisir

Kegiatan Volunteering Day Career Class merupakan salah satu program dari Career Class yang dilaksakan langsung oleh para volunteer dari peserta Career Class dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah para peserta Career Class Banten merayakannya dengan cara unik, yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan kerelawanan bertajuk “Dongeng Profesi untuk Anak Pesisir”. Para volunteer adalah peserta Career Class yang berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Serang (Jabotaser) pada 21 Agustus 2022 di Pantai Ketapang, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 30 anak-anak usia kelas 1-3 tingkat sekolah dasar dan berhasil terselenggara dengan penuh keseruan.

Peserta Career Class dari sekitar daerah tersebut bekerja sama untuk menyelenggarakan kegiatan sosial untuk anak-anak di Desa Sukarame berupa kegiatan pengenalan jenis profesi yang bisa mereka pilih ketika dewasa nanti dengan mendongeng untuk menambah wawasan anak-anak di sana. Selain itu, untuk memberikan alternatif kegiatan yang positif sebagai sarana menyalurkan energi dan mengisi waktu mereka. 

Untuk mewujudkan kegiatan ini, para volunteer berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di sana yaitu pak Arif, seorang guru honorer di suatu sekolahan di Pandeglang. Pak Arif kemudian mengumpulkan anak-anak desa untuk mengikuti acara ini.

Konsep kegiatan hingga perlengkapan yang dibutuhkan sudah disiapkan sejak dua minggu sebelumnya. Kegiatan ini dibuka dengan pengenalan jenis profesi yang dibawakan melalui dongeng oleh masing-masing volunteer. Profesi yang dikenalkan adalah guru, duta besar kementerian luar negeri, kementerian kelautan, dan pengusaha yang merupakan profesi yang dijalani para volunteer. Acara diselingi dengan games interaktif berupa pemberian stiker profesi yang sudah dikenalkan pada sesi sebelumnya kepada anak-anak, kemudian diminta memilih profesi mana yang mereka inginkan. Stiker profesi yang dipilih lalu ditempelkan pada gelas plastik yang mereka miliki.

Tak lupa para volunteer juga menyajikan games financial management, yang mana anak-anak. dikenalkan dengan cara mengelola uang yang mereka miliki melalui permainan role play. Anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok yang didampingi oleh fasilitator dan diberi uang. Anak-anak lalu diminta pergi ke beberapa pos yang disediakan untuk belajar. Pada pos pertama yaitu pos bank, anak-anak diajarkan cara untuk menabung. Pada pos kedua yang merupakan pos donasi, anak-anak dikenalkan mengenai konsep donasi dan berbagi sedari kecil. Hingga pos ketiga yaitu pos jual beli, anak-anak diajarkan tentang cara menentukan prioritas keuangan secara sederhana melalui prioritas barang mana yang mereka butuhkan dan akan dibeli. Barang yang tersedia untuk dibeli adalah makanan, kebutuhan pokok, dan mainan. Menyenangkan bukan?

 

Selain keceriaan anak pesisir yang membuncah, tentunya kegiatan ini memberi kesan yang mendalam pada para volunteer. Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi dengan masyarakat. Kolaborasi volunteer yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan seperti psikolog, guru, hingga pengusaha menghasilkan kegiatan yang direspon dengan antusiasme yang tinggi. Para anak-anak dan orang tua pun berharap kegiatan ini akan terus berlanjut.

Menemukan Passion Setelah Mencoba berbagai Profesi Pekerjaan

Menemukan Passion Setelah Mencoba berbagai Profesi Pekerjaan

Dreamdelion mengawal pemberdayaan perempuan di Desa Gentong, Kab. Ngawi, Jawa Timur melalui program Jajal Wae Food. Program ini mengajak para pendatang untuk mencicipi produk olahan khas daerah setempat. Menengok sedikit kisah seorang Ibu yang berdaya melalui program ini dan berhasil menemukan kegiatan produktif yang ia cintai, beliau adalah Ibu Kareni atau yang biasa dipanggil Ibu Reni.

Saat ini usianya menginjak 34 tahun, tergolong muda dibandingkan ibu-ibu lainnya namun pengalamannya dalam membantu Jajal Wae Food sangat luar biasa. Sebelum bergabung menjadi Ibu binaan Dreamdelion, Ibu Reni pernah mencoba beberapa profesi dalam menyambung kehidupannya, dari menjadi baby sitter, bekerja di salah satu rumah makan, hingga akhirnya beliau kembali ke kampung halaman Ngawi untuk menemani suaminya.

Tidak habis akal dalam mencari aktivitas produktif, di sela-sela kegiatannya menjadi Ibu Rumah Tangga, Ibu Reni merupakan petani di lahan milik orang lain. Beliau juga sudah terlibat aktif dalam banyak kegiatan Dreamdelion sejak tahun 2020. Ibu Reni juga merupakan peserta yang kreatif dalam pelatihan memasak Dreamdelion. Biasanya beliau berkolaborasi dengan Ibu Lilik untuk menciptakan resep dan menu baru.

Dreamdelion menyebut mereka power duo karena kedekatan dan saling support diantara keduanya. Di Jajal Wae Food, Ibu Reni membantu dalam kegiatan produksi dan menjadi salah satu pemegang resep gurihnya camilan-camilan di Jajal Wae Food.

Keterlibatan Ibu Reni dalam Jajal Wae Food mengantarkannya ke salah satu daerah yang ingin sekali ia kunjungi yaitu Surabaya. Dreamdelion mendapatkan undangan dari Tokopedia dan mengajak Ibu Reni serta Ibu Lilik sebagai representasi Dreamdelion. 

“Tidak menyangka Mbak, dengan mengikuti pelatihan lalu mencoba-coba membuat resep mengantarkan saya ke banyak pengalaman yang tidak pernah saya fikirkan sebelumnya. Bisa bertemu dengan orang-orang penting dan berbicara langsung dengan mereka. Jajal Wae Food membawa saya ke salah satu kota yang ingin sekali saya datangi yaitu Surabaya.” ucap Ibu Reni sambil meneteskan air mata.

Dreamdelion memberikan akses kepada seluruh Ibu-Ibu untuk mengembangkan diri mereka menjadi apa yang mereka impikan. Melalui Jajal Wae Food, harapannya banyak Ibu-Ibu yang terbantu baik dari segi ekonomi maupun pengalaman berharga yang nantinya bisa membantu mereka dalam mengembangkan soft skill maupun hard skill.

Hobi Memasak Ibu Lilik Berhasil Menggerakkan Ekonomi Keluarga

Hobi Memasak Ibu Lilik Berhasil Menggerakkan Ekonomi Keluarga

Berawal dari hobinya yang suka memasak, Ibu Lilik Indriatin berhasil menjadi Kepala Produksi Jajal Wae Food karena ketelatenannya dalam menciptakan dan mengkreasikan menu-menu baru yang menjadi produk andalan di Jajal Wae Food. Jajal Wae Food merupakan salah satu unit usaha yang dibentuk oleh Yayasan Dreamdelion Indonesia bekerjasama dengan Tokopedia. 

Jajal Wae Food berisikan Ibu Rumah Tangga yang memiliki semangat yang tinggi dalam mengembangkan kapasitas di bidang memasak. Sebelum produk keluar di pasaran, Ibu-Ibu ini dilatih oleh Chef berpengalaman agar bisa menghasilkan produk yang sesuai dengan standar dan bisa dijual di pasaran. Selama pelatihan ini berlangsung, Ibu Lilik Indriatin menjadi salah satu Ibu yang memiliki daya juang dan semangat yang tinggi serta produk yang dihasilkan melalui tangan beliau tidak diragukan lagi cita rasanya.

Hari-hari Ibu Lilik Indriatin tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya saja ketika hari besar seperti Hari Lebaran dan Hari Natal, beliau berjualan kue kering hingga bisa memasarkan produknya ke luar daerah Ngawi. Namun, karena keterbatasan pemahaman mengenai pemasaran produk, akhirnya usahanya hanya bisa hidup pada saat periode-periode tertentu saja. 

“Saya suka sekali mencoba masakan-masakan baru dan kadang-kadang coba-coba untuk menjualkannya di sekitar Gentong (nama Desa di Ngawi) Mbak. Kalau pada saat hari Lebaran Idul Fitri dan Lebaran Idul Adha sama Natal, biasanya jajanan kue kering saya laku sekali. Namun, ketika saya mencoba untuk menjualkannya di hari biasa, kok malah tidak laku. Bingung cara memasarkannya bagaimana Mbak..” tutur Ibu Lilik Indriatin menjelaskan pekerjaannya sehari-hari.

Untuk membantu Ibu-Ibu yang memiliki permasalahan yang sama seperti Ibu Lilik dimana bingung bagaimana cara untuk memulai usaha dan mempertahankan usahanya. Dreamdelion hadir dengan berbagai kegiatan yang bisa menciptakan dan meningkatkan pola pikir wirausaha bagi Ibu-Ibu.

Selama proses pelatihan, Dreamdelion menggali potensi dari masing-masing Ibu. Khususnya Ibu Lilik, terlihat sangat cakap sekali dalam memimpin Ibu-Ibu lainnya agar semangat dan bisa menciptakan produk yang sesuai dengan standar yang diciptakan oleh Chef. Hingga akhirnya, tim Dreamdelion mengangkat bu Lilik menjadi Kepala Produksi Jajal Wae Food hingga produk tersebut bisa terjual ke berbagai daerah di Indonesia bahkan ke luar pulau Jawa.

“Senang sekali, dengan bergabung di pelatihan yang diberikan oleh Dreamdelion, saya bisa memahami apa sebenarnya kebisaan yang saya miliki. Ketika diangkat menjadi Kepala Produksi, hati saya berdesir antara senang dan deg-degan Mbak. PR besar setiap hari adalah menjaga agar produk-produk yang keluar dari dapur Jajal Wae Food bisa dinikmati oleh banyak orang dan kualitasnya bisa terjaga.”

Peran baru yang membuat kebiasaan Ibu Lilik berubah seratus persen. Setiap pagi, setelah mengurus sang suami dan anak, Ibu Lilik berangkat ke rumah produksi dan menyiapkan bahan-bahan yang akan dieksekusi pada hari tersebut. Membagi peran antara keluarga dan usaha adalah salah satu tantangan bagi Ibu Lilik dimana biasanya satu hari selalu berada di rumah dan menyiapkan segala keperluan rumah tangga, semenjak memegang tanggung jawab ini, Ibu Lilik menghabiskan separuh harinya di rumah produksi Jajal Wae Food. Untungnya, dukungan dari sang suami membuat Ibu Lilik semakin bersemangat dalam mengembangkan dirinya. Sang Suami mendukung penuh aktivitas yang dilakukan oleh Ibu Lilik asalkan memberikan dampak positif bagi perkembangan diri sendiri dan tidak mengenyampingkan keluarga.

“Semenjak menjalankan usaha Jajal Wae Food, akhirnya saya bisa membantu suami untuk membiayai sekolah anak saya di pesantren Mbak. Biaya di pesantren tidak murah, tapi saya yakin, rezeki pasti selalu ada bagi orang-orang yang mau berusaha. Allah jawab doa saya melalui perantara usaha Jajal Wae Food ini. Saya jadi banyak aktivitas dan bisa menghasilkan uang. Senang sekali bisa memberi jajan anak dari keringat saya sendiri.” tutur Ibu Lilik penuh haru kepada tim Dreamdelion yang menyambanginya.

Dreamdelion berupaya menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua orang tidak terkecuali wanita untuk tumbuh dan berdaya berdiri diatas kaki mereka sendiri.

 

Perjalanan Menuju Kesuksesan Ibu Ririn bersama Elok by Ibu Dreamdelion

Perjalanan Ibu Ririn bersama Dreamdelion: Perjuangan Menuju Kesuksesan

Komitmen Dreamdelion dalam memberi perhatian pada kesejahteraan perempuan tertuang dalam program Elok by Ibu. Melalui Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur program Elok by Ibu mulai memberdayakan perempuan untuk memiliki kemandirian ekonomi seperti Ibu Ririn.

Ibu Ririn merupakan seorang ibu rumah tangga berusia 39 tahun yang berbakat. Sama seperti para ibu rumah tangga rusun lainnya, ia berjuang untuk mengurus rumah tangganya. Ibu Ririn harus menerima dampak dari penggusuran tempat tinggal dan usaha, sehingga ia tidak bisa lagi berjualan alat rumah tangga di Pasar Ciung, Kemayoran dan kehilangan sumber pendapatan.

Setelah mengetahui tentang program Elok by Ibu yang ditawarkan oleh Dreamdelion. Ibu ririn tergerak untuk menambah keterampilan menjahit untuk membuka peluang menambah sumber pendapatan. Ia sangat terbuka untuk memiliki pengetahuan baru, terlebih program yang ditawarkan ini tidak berbayar.

Setelah mencoba bergabung dengan Elok by Ibu, ternyata program tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Karena Dreamdelion tak hanya memberikan pelatihan menjahit, tetapi juga memberi pengalaman berharga tentang cara memasarkan dan menjual produknya.

Dengan bantuan program Elok by Ibu, kini ia mendapatkan sumber pendapatan dari menjahit berbagai produk Elok by Ibu. Ibu Ririn mampu mengembangkan kemampuannya dan menjadi ibu rumah tangga berdaya. Dia mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Ibu Ririn berharap semakin banyak orang yang berhasil meningkatkan kapasitas diri sehingga mampu memperbaiki keadaan ekonomi keluarganya. Kisah Bu Ririn adalah bukti kekuatan kerja keras, tekad, dan sistem pendukung yang tepat dapat memberi dampak ekonomi keluarga Indonesia.

Penulis: Selma Mutiarahma

 

Kisah Sukses Ibu Raimah Berdaya dari Program Elok bu Ibu Dreamdelion

Kisah Sukses Ibu Raimah Berdaya dari Program Elok bu Ibu Dreamdelion

Ibu Raimah adalah contoh cemerlang dari kekuatan transformatif program pemberdayaan Dreamdelion bernama Elok by Ibu. Melalui kerja keras dan tekadnya, dia telah mampu mengatasi banyak tantangan yang dihadapi dalam kehidupan. Berusia 40 tahun dengan memiliki 2 orang anak, Ibu Raimah tinggal di Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur sejak tahun 2014.

Sebelum bergabung dengan Elok by Ibu, ia merupakan seorang pedagang kaki lima di ITC Cempaka Mas, Jakarta. Ibu Raimah berjualan kaos kaki hingga kartu perdana. Sebelum tinggal di Rusun, Ibu Raimah tinggal di daerah Pedongkelan, Jakarta Barat, yang kemudian mengalami penggusuran tempat usaha dan tempat tinggal. 

Upaya Dreamdelion melalui program Elok, membuat Ibu Raimah telah menerima dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk membantunya membangun pengalaman dan pengetahuan agar memiliki keadaan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya walaupun sudah tidak muda lagi. Ibu Raimah telah menerima pendampingan yang menciptakan keterampilan baru, seperti keterampilan menjahit berbagai macam tas, keterampilan membangun relasi, hingga literasi keuangan. 

Kini Ibu Raimah berhasil memiliki penghasilan tambahan, berelasi dengan Gifu Sovenir, Inde, hingga bekerjasama dengan Bank Indonesia. Sembari menjalankan bisnis kecilnya sendiri dengan menjadi admin menerima pesanan dari customer Elok by Ibu, Ibu Raimah tetap mengurus rumah tangga dengan baik hingga membantu suami berdagang es teh di depan rusun.

Semakin tinggi pohon tentu semakin kuat pula angin yang menerpa. Dalam perjalanan membangun usaha Ibu Raimah menghadapi berbagai tantangan seperti kebocoran workshop yang mengakibatkan ia harus membersihkan workshop setiap kali memulai bekerja. Teman seperjuangannya pun sudah tidak sebanyak saat awal program ini dimulai, yang membuat ia sempat kewalahan apabila pesanan sangat banyak. Belum lagi jika terjadi kerusakan mesin pekerjaan menjadi terkendala karena harus menunggu mesin diperbaiki terlebih dahulu.

Namun dari berbagai tantangan yang harus dihadapi ini, Ibu Raimah juga belajar banyak hal baru. Tantangan inilah yang membuat Ibu Raimah semakin kuat dan berdaya. “Semoga usaha ini tambah maju, tambah sukses, tambah banyak orderan, semakin banyak ibu jahit yang bergabung, sehingga semakin banyak keuntungan yang diperoleh.” Harap Ibu Raimah. Perjalanan Ibu Raimah ini merupakan bukti dampak positif dari program Elok by Ibu bagi individu dan masyarakat.

 

Kolaborasi Dreamdelion X Career Class untuk Komunitas dan UMKM Indonesia

Project Management Challenge: Dreamdelion X Career Class untuk Komunitas dan UMKM Indonesia

Setiap tahunnya, Dreamdelion melalui Career Class mengadakan Project Management Challenge (PMC) yang dapat diikuti oleh seluruh peserta Career Class full package. Peserta diberi tantangan untuk membuat proyek yang dapat menambah pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, empati, networking, peluang, dan kemanfaatan. Itulah kenapa Career Class bukan hanya sekadar kelas daring saja, Career Class adalah rumah untuk siapa pun yang mau belajar lebih, bergerak lebih, dan berjejaring lebih.
 
Proses PMC tersebut dimulai sejak bulan Januari-Desember 2022. Pada awalnya, terdapat 38 kelompok terdiri dari 4-5 peserta yang terbagi sesuai domisilinya masing-masing dengan berbagai kategori proyek yang diinisiasi. Kategori proyek yang diinisiasi oleh peserta yaitu terkait sosial, ekonomi, sosial bisnis, pendidikan, dan kesehatan. Siapa pun bisa mengikuti, asalkan memiliki semangat yang tinggi dan komitmen yang kuat.
 
Peserta diberi pembekalan materi seperti design thinking, perencanaan proyek, risk management, dan didampingi oleh mentor selama berjalannya proyek karena terdapat sistem gugur pada setiap tahapnya, hingga akhirnya pada bulan Desember terpilihlah 4 kelompok yang berhasil masuk ke babak final. Adapun proyek yang berhasil masuk ke babak final antara lain: 
 

Mendorong Pemasaran Produk UMKM melalui Digital Marketing

Tim Inkubasi Bisnis dan Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan BBP3KP KKP bekerja sama dengan Dreamdelion yang beranggotakan Fitriah Findiati, Biellsda Basmalla, Fauziah Ramadhani, Jasmine Regita Putri, dan Olivia Joanika Putri. Tim tersebut melaksanakan proyek pendampingan kepada UMKM Pengelolaan Produk Kelautan Perikanan dengan mengenalkan strategi digital marketing untuk mendorong pemasaran produk UMKM secara lebih luas lagi. Inisiasi pendampingan ini dilakukan terhadap 11 UMKM. 

Tantangan terbesar yang dihadapi UMKM adalah bagaimana mereka mampu untuk menjual produk-produknya ke pasar yang lebih luas lagi. Namun, para pelaku UMKM belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai metode pemasaran produk secara digital karena minimnya pelatihan intensif yang melibatkan pendampingan. 

Berdasarkan tantangan tersebut, dengan berkolaborsi dengan berbagai pihak, tim melakukukan tiga kegiatan yang diselenggarakan untuk membantu pemasaran produk UMKM: 

    1. Kelas utama yang mengajarkan materi tentang Digital Marketing.
    2. Review kelas dengan memberikan ulasan tentang branding yang telah diterapkan oleh tenant (UMKM).
    3. Sustainability Project dengan memberikan pendampingan berkelanjutan melalui pengenalan kelas Digital Marketing untuk UMKM binaan Inbis batch 2022. 

Adapun dampak yang didapatkan sejauh ini sampai bulan Desember 2022 dari berbagai kegiatan yang sudah dilakukan yaitu:

    • 82% telah melakukan optimasi Instagram bisnis
    • 73% telah melakukan optimasi Google My Business
    • 73% telah melakukan optimasi WhatsApp Business
    • 64% telah melakukan optimasi marketplace
    • 91% telah memiliki marketing funnel
    • 82% peserta mengalami kenaikan pemahaman materi digital marketing selama 14 sesi ditunjukkan dari perbandingan nilai pre test dan nilai post test yang sudah dilakukan. 

Program Pemberdayaan Ekonomi Ibu-Ibu TPST Bantar Gebang Melalui Pembuatan Kursi Ecobrick

Program ini berfokus ke peningkatan nilai tambah pada sampah plastik daur ulang melalui pemberdayaan perempuan di wilayah pemukiman TPST Bantar Gebang, Bekasi. Program Dreamclean yang beranggotakan Sayyida Farihatunnafsiyah, Ranny Yulianti Suhada, Ni’ma Hilyatun, dan Yusuf Efendi, bekerja sama dengan 7 orang ibu-ibu dalam pembuatan ecobrick yang juga berkolaborasi dengan Elok by Ibu untuk memastikan serapan penjualan produknya. 

Kegiatan utamanya yaitu mengupayakan upcycling atau peningkatan nilai tambah sampah plastik menjadi ecobrick dan bentuk produk lainnya seperti kursi ecobrick. Program ini juga ditunjang dengan riset pengembangan desain produk dua versi kursi ecobrick, yaitu versi premium dan low-cost. Tim Dreamclean juga menggunakan media sosial (Instagram) dan marketplace untuk marketing produknya. 

Tidak hanya memberikan pelatihan saja, tetapi tim Dreamclean juga memastikan produk ecobrick buatan ibu-ibu tersebut terjual sesuai harga yang telah disepakati. Adapun dampak yang didapatkan sejauh ini sampai bulan Desember 2022 yaitu: 

    • Capaian penjualan dari bulan September-Desember 2022 sebanyak 7 pcs bangku ecobrick, 17 pcs cushion, dan 52 pcs botol ecobrick.
    • Riset dan pengembangan produk: Durabilitas uji produk, kenyamanan saat digunakan, dan aesthetic appearance. 
    • 130++ kg sampah plastik kemasan telah berhasil dilakukan upcycling.
    • Nilai jual sampah plastik kemasan meningkat mencapai kurang lebih 20 kali lipat.
    • Total pendapatan yang diterima oleh ibu-ibu TPST mencapai Rp2.300.000 atau Rp330.000/ibu.

Siapa sangka, proyek ini juga berhasil memenangkan kompetisi pada UMi Youthpreneur 2022 dan mendapatkan hibah permodalan dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) senilai 10 juta rupiah. Dana tersebut dapat digunakan untuk keperluan pengembangan produk, permodalan ready stock, dan marketing produk. 

Sanggar Belajar Kapirel

Kapirel merupakan perkampungan kumuh yang terletak di pinggir jalur kereta api. Kampung yang terletak di kota besar Surabaya ini memiliki stigma negatif dari masyarakat sekitar karena banyaknya anak yang putus sekolah. Apalagi di daerah tersebut minim peran lingkungan khususnya orang tua untuk menghadirkan tempat yang kondusif untuk belajar. Hal ini juga disebabkan minimnya tingkat pendidikan dan kemampuan finansial orang tua untuk mendukung pendidikan anaknya. Oleh karena itu, proyek ini menghadirkan Sanggar Belajar Kapirel untuk 12 anak-anak yang tinggal di sekitar rel kereta api agar terpenuhi haknya memiliki lingkungan yang layak untuk bertumbuh dan berkembang.

Tim Kapirel beranggotakan Oktaviana Alfazriyah, Athi’u Izzatillah Tazkiyati, Rizky Amalia, Maulida Amaliasari, dan Evi Indra Sari. Adapun kegiatan yang sudah dilakukan sampai bulan Desember 2022 yaitu mengadakan kelas tematik untuk membuat kegiatan belajar lebih bermakna, membuat karya seni lukis dengan media yang ada di sekitarnya, pendampingan mengerjakan tugas dan pendalaman materi sekolah, kegiatan literasi dan numerasi, kegiatan Ramadan dan buka bersama, serta peringatan hari Kemerdekaan. 

Dalam kegiatan bersama anak-anak tersebut, tim Kapirel juga berkolaborasi dengan beberapa pihak seperti bersama mahasiswa Universitas Ciputra, ITS Mengajar, Sekolah Cikal Surabaya, Sekolah Murid Merdeka, Gerakan peduli Anak (Gerlik), Indonesia Mengajar, Nutrifood Surabaya (Nutrifood), Sanggar Merah Merdeka, UNAIR Mengajar, Arkom, dan Save Street Child Surabaya. Dampak yang didapatkan sampai bulan Desember 2022 yaitu:

    • Orang tua merasa ada perubahan yang positif mulai dari pengetahuan dan skill komunikasi yang bertambah, lebih aktif dan percaya diri.
    • Anak merasa senang dan antusias mengikuti kelas serta aktif berinteraksi di grup WhatsApp.
    • 8 dari 12 orang tua berpendapat jika kegiatan sanggar menyenangkan, bagus, bermanfaat, dan penting untuk anak-anak.
    • 7 dari 12 orang tua meminta frekuensi kelas/pertemuan ditambah
    • Turut berkontribusi pada isu pendidikan dengan cara aktif berjejaring bersama komunitas yang bergerak di bidang pendidikan di Surabaya

Piring Sehat

Permasalahan stunting di Indonesia sudah tidak asing lagi terdengar. Stunting sendiri terjadi karena adanya permasalahan gizi buruk pada anak. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan tinggi badan, tetapi bisa lebih dari itu. Berdasarkan asesmen awal yang dilakukan oleh tim yang beranggotakan Najmiyatun Lailatul Haq, Tarassa Qinthara, Asri Budi Yulianti, dan Dimas Prasetyo Aji. Terdapat 96 balita di Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung mengalami permasalahan gizi yang tidak seimbang. 

Bekerja sama dengan bidang desa dan ahli gizi di Puskesmas Cilengkrang, Bandung, untuk melakukan berbagai kegiatan yang dapat membantu meningkatkan kesadaran ibu-ibu tentang dampak baik dari pemberian makanan bergizi untuk dapat menurunkan permasalahan gizi pada balita mereka. Kegiatan yang sudah dilakukan sampai bulan Desember 2022 yaitu: 

    • Door to Door ke Rumah Warga: Berdasarkan hasil diskusi, mayoritas anak yang memiliki kondisi gizi buruk berada di RW 05 Desa Girimekar, sehingga RS 05 menjadi fokus proyek. Tim juga melakukan wawancara 12 ibu yang anaknya memiliki permasalahan gizi  buruk.
    • Asesmen Sensorik dan Motorik Anak untuk mengetahui bagaimana kemampuan adaptasi serta kemampuan sensorik dan motorik anak.
    • Media Pendampingan menggunakan grup WhatsApp untuk mempermudah diskusi terbuka terkait gizi dan menu makanan anak serta sharing materi seputar gizi. 
    • Memastikan pemberian makanan bergizi dengan memberikan pasokan bahan makanan yang sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi. 
    • Penyuluhan terkait dengan pengaruh makanan bergizi terhadap tumbuh kembang anak untuk menumbuhkan kesadaran para ibu. 

Dampak yang didapatkan sampai bulan Desember 2022 yaitu:

    • Angka balita yang memiliki masalah gizi di RW 05 Desa Girimekar turun 58%. Sebanyak 8 dari 12 balita (66.7%) sudah mencapai berat badan normal.
    • Meningkatnya frekuensi pemberian makan sehat 2 hari (6 kali) dalam seminggu menjadi minimal 4 hari (12 kali) dalam seminggu oleh 58% ibu. Sebanyak 11 dari 12 ibu (91,67%) sudah memberikan makanan sehat lebih dari 12 kali dalam seminggu kepada anaknya. 

Dari keempat proyek yang sudah masuk ke babak final, dengan pertimbangan yang tidak mudah oleh tim Career Class dan Dreamdelion, akhirnya terpilih dua kelompok terbaik dan berhak mendapatkan hadiah 50 juta rupiah yang digunakan untuk pengembangan proyek. Dua kelompok tersebut yaitu kelas Digital Marketing untuk UMKM dan Sanggar Belajar Kapirel. 

Semoga Dreamdelion melalui Career Class bersama dengan peserta dapat terus meluaskan kemanfaatan untuk masyarakat dengan proyek-proyek yang sudah dilakukan. Kira-kira 2023 ada proyek apalagi, ya? Jika Anda memiliki kegiatan sosial yang ingin berkolaborasi dengan Dreamdelion atau Career Class, Anda bisa menyampaikannya di sini

Penulis: Nabila Nur Farida