Dreamdelion

EnglishIndonesian
EnglishIndonesian

Project Management Challenge: Dreamdelion X Career Class untuk Komunitas dan UMKM Indonesia

Setiap tahunnya, Dreamdelion melalui Career Class mengadakan Project Management Challenge (PMC) yang dapat diikuti oleh seluruh peserta Career Class full package. Peserta diberi tantangan untuk membuat proyek yang dapat menambah pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, empati, networking, peluang, dan kemanfaatan. Itulah kenapa Career Class bukan hanya sekadar kelas daring saja, Career Class adalah rumah untuk siapa pun yang mau belajar lebih, bergerak lebih, dan berjejaring lebih.
 
Proses PMC tersebut dimulai sejak bulan Januari-Desember 2022. Pada awalnya, terdapat 38 kelompok terdiri dari 4-5 peserta yang terbagi sesuai domisilinya masing-masing dengan berbagai kategori proyek yang diinisiasi. Kategori proyek yang diinisiasi oleh peserta yaitu terkait sosial, ekonomi, sosial bisnis, pendidikan, dan kesehatan. Siapa pun bisa mengikuti, asalkan memiliki semangat yang tinggi dan komitmen yang kuat.
 
Peserta diberi pembekalan materi seperti design thinking, perencanaan proyek, risk management, dan didampingi oleh mentor selama berjalannya proyek karena terdapat sistem gugur pada setiap tahapnya, hingga akhirnya pada bulan Desember terpilihlah 4 kelompok yang berhasil masuk ke babak final. Adapun proyek yang berhasil masuk ke babak final antara lain: 
 

Mendorong Pemasaran Produk UMKM melalui Digital Marketing

Tim Inkubasi Bisnis dan Inovasi Produk Kelautan dan Perikanan BBP3KP KKP bekerja sama dengan Dreamdelion yang beranggotakan Fitriah Findiati, Biellsda Basmalla, Fauziah Ramadhani, Jasmine Regita Putri, dan Olivia Joanika Putri. Tim tersebut melaksanakan proyek pendampingan kepada UMKM Pengelolaan Produk Kelautan Perikanan dengan mengenalkan strategi digital marketing untuk mendorong pemasaran produk UMKM secara lebih luas lagi. Inisiasi pendampingan ini dilakukan terhadap 11 UMKM. 

Tantangan terbesar yang dihadapi UMKM adalah bagaimana mereka mampu untuk menjual produk-produknya ke pasar yang lebih luas lagi. Namun, para pelaku UMKM belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai metode pemasaran produk secara digital karena minimnya pelatihan intensif yang melibatkan pendampingan. 

Berdasarkan tantangan tersebut, dengan berkolaborsi dengan berbagai pihak, tim melakukukan tiga kegiatan yang diselenggarakan untuk membantu pemasaran produk UMKM: 

    1. Kelas utama yang mengajarkan materi tentang Digital Marketing.
    2. Review kelas dengan memberikan ulasan tentang branding yang telah diterapkan oleh tenant (UMKM).
    3. Sustainability Project dengan memberikan pendampingan berkelanjutan melalui pengenalan kelas Digital Marketing untuk UMKM binaan Inbis batch 2022. 

Adapun dampak yang didapatkan sejauh ini sampai bulan Desember 2022 dari berbagai kegiatan yang sudah dilakukan yaitu:

    • 82% telah melakukan optimasi Instagram bisnis
    • 73% telah melakukan optimasi Google My Business
    • 73% telah melakukan optimasi WhatsApp Business
    • 64% telah melakukan optimasi marketplace
    • 91% telah memiliki marketing funnel
    • 82% peserta mengalami kenaikan pemahaman materi digital marketing selama 14 sesi ditunjukkan dari perbandingan nilai pre test dan nilai post test yang sudah dilakukan. 

Program Pemberdayaan Ekonomi Ibu-Ibu TPST Bantar Gebang Melalui Pembuatan Kursi Ecobrick

Program ini berfokus ke peningkatan nilai tambah pada sampah plastik daur ulang melalui pemberdayaan perempuan di wilayah pemukiman TPST Bantar Gebang, Bekasi. Program Dreamclean yang beranggotakan Sayyida Farihatunnafsiyah, Ranny Yulianti Suhada, Ni’ma Hilyatun, dan Yusuf Efendi, bekerja sama dengan 7 orang ibu-ibu dalam pembuatan ecobrick yang juga berkolaborasi dengan Elok by Ibu untuk memastikan serapan penjualan produknya. 

Kegiatan utamanya yaitu mengupayakan upcycling atau peningkatan nilai tambah sampah plastik menjadi ecobrick dan bentuk produk lainnya seperti kursi ecobrick. Program ini juga ditunjang dengan riset pengembangan desain produk dua versi kursi ecobrick, yaitu versi premium dan low-cost. Tim Dreamclean juga menggunakan media sosial (Instagram) dan marketplace untuk marketing produknya. 

Tidak hanya memberikan pelatihan saja, tetapi tim Dreamclean juga memastikan produk ecobrick buatan ibu-ibu tersebut terjual sesuai harga yang telah disepakati. Adapun dampak yang didapatkan sejauh ini sampai bulan Desember 2022 yaitu: 

    • Capaian penjualan dari bulan September-Desember 2022 sebanyak 7 pcs bangku ecobrick, 17 pcs cushion, dan 52 pcs botol ecobrick.
    • Riset dan pengembangan produk: Durabilitas uji produk, kenyamanan saat digunakan, dan aesthetic appearance. 
    • 130++ kg sampah plastik kemasan telah berhasil dilakukan upcycling.
    • Nilai jual sampah plastik kemasan meningkat mencapai kurang lebih 20 kali lipat.
    • Total pendapatan yang diterima oleh ibu-ibu TPST mencapai Rp2.300.000 atau Rp330.000/ibu.

Siapa sangka, proyek ini juga berhasil memenangkan kompetisi pada UMi Youthpreneur 2022 dan mendapatkan hibah permodalan dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) senilai 10 juta rupiah. Dana tersebut dapat digunakan untuk keperluan pengembangan produk, permodalan ready stock, dan marketing produk. 

Sanggar Belajar Kapirel

Kapirel merupakan perkampungan kumuh yang terletak di pinggir jalur kereta api. Kampung yang terletak di kota besar Surabaya ini memiliki stigma negatif dari masyarakat sekitar karena banyaknya anak yang putus sekolah. Apalagi di daerah tersebut minim peran lingkungan khususnya orang tua untuk menghadirkan tempat yang kondusif untuk belajar. Hal ini juga disebabkan minimnya tingkat pendidikan dan kemampuan finansial orang tua untuk mendukung pendidikan anaknya. Oleh karena itu, proyek ini menghadirkan Sanggar Belajar Kapirel untuk 12 anak-anak yang tinggal di sekitar rel kereta api agar terpenuhi haknya memiliki lingkungan yang layak untuk bertumbuh dan berkembang.

Tim Kapirel beranggotakan Oktaviana Alfazriyah, Athi’u Izzatillah Tazkiyati, Rizky Amalia, Maulida Amaliasari, dan Evi Indra Sari. Adapun kegiatan yang sudah dilakukan sampai bulan Desember 2022 yaitu mengadakan kelas tematik untuk membuat kegiatan belajar lebih bermakna, membuat karya seni lukis dengan media yang ada di sekitarnya, pendampingan mengerjakan tugas dan pendalaman materi sekolah, kegiatan literasi dan numerasi, kegiatan Ramadan dan buka bersama, serta peringatan hari Kemerdekaan. 

Dalam kegiatan bersama anak-anak tersebut, tim Kapirel juga berkolaborasi dengan beberapa pihak seperti bersama mahasiswa Universitas Ciputra, ITS Mengajar, Sekolah Cikal Surabaya, Sekolah Murid Merdeka, Gerakan peduli Anak (Gerlik), Indonesia Mengajar, Nutrifood Surabaya (Nutrifood), Sanggar Merah Merdeka, UNAIR Mengajar, Arkom, dan Save Street Child Surabaya. Dampak yang didapatkan sampai bulan Desember 2022 yaitu:

    • Orang tua merasa ada perubahan yang positif mulai dari pengetahuan dan skill komunikasi yang bertambah, lebih aktif dan percaya diri.
    • Anak merasa senang dan antusias mengikuti kelas serta aktif berinteraksi di grup WhatsApp.
    • 8 dari 12 orang tua berpendapat jika kegiatan sanggar menyenangkan, bagus, bermanfaat, dan penting untuk anak-anak.
    • 7 dari 12 orang tua meminta frekuensi kelas/pertemuan ditambah
    • Turut berkontribusi pada isu pendidikan dengan cara aktif berjejaring bersama komunitas yang bergerak di bidang pendidikan di Surabaya

Piring Sehat

Permasalahan stunting di Indonesia sudah tidak asing lagi terdengar. Stunting sendiri terjadi karena adanya permasalahan gizi buruk pada anak. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan tinggi badan, tetapi bisa lebih dari itu. Berdasarkan asesmen awal yang dilakukan oleh tim yang beranggotakan Najmiyatun Lailatul Haq, Tarassa Qinthara, Asri Budi Yulianti, dan Dimas Prasetyo Aji. Terdapat 96 balita di Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung mengalami permasalahan gizi yang tidak seimbang. 

Bekerja sama dengan bidang desa dan ahli gizi di Puskesmas Cilengkrang, Bandung, untuk melakukan berbagai kegiatan yang dapat membantu meningkatkan kesadaran ibu-ibu tentang dampak baik dari pemberian makanan bergizi untuk dapat menurunkan permasalahan gizi pada balita mereka. Kegiatan yang sudah dilakukan sampai bulan Desember 2022 yaitu: 

    • Door to Door ke Rumah Warga: Berdasarkan hasil diskusi, mayoritas anak yang memiliki kondisi gizi buruk berada di RW 05 Desa Girimekar, sehingga RS 05 menjadi fokus proyek. Tim juga melakukan wawancara 12 ibu yang anaknya memiliki permasalahan gizi  buruk.
    • Asesmen Sensorik dan Motorik Anak untuk mengetahui bagaimana kemampuan adaptasi serta kemampuan sensorik dan motorik anak.
    • Media Pendampingan menggunakan grup WhatsApp untuk mempermudah diskusi terbuka terkait gizi dan menu makanan anak serta sharing materi seputar gizi. 
    • Memastikan pemberian makanan bergizi dengan memberikan pasokan bahan makanan yang sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi. 
    • Penyuluhan terkait dengan pengaruh makanan bergizi terhadap tumbuh kembang anak untuk menumbuhkan kesadaran para ibu. 

Dampak yang didapatkan sampai bulan Desember 2022 yaitu:

    • Angka balita yang memiliki masalah gizi di RW 05 Desa Girimekar turun 58%. Sebanyak 8 dari 12 balita (66.7%) sudah mencapai berat badan normal.
    • Meningkatnya frekuensi pemberian makan sehat 2 hari (6 kali) dalam seminggu menjadi minimal 4 hari (12 kali) dalam seminggu oleh 58% ibu. Sebanyak 11 dari 12 ibu (91,67%) sudah memberikan makanan sehat lebih dari 12 kali dalam seminggu kepada anaknya. 

Dari keempat proyek yang sudah masuk ke babak final, dengan pertimbangan yang tidak mudah oleh tim Career Class dan Dreamdelion, akhirnya terpilih dua kelompok terbaik dan berhak mendapatkan hadiah 50 juta rupiah yang digunakan untuk pengembangan proyek. Dua kelompok tersebut yaitu kelas Digital Marketing untuk UMKM dan Sanggar Belajar Kapirel. 

Semoga Dreamdelion melalui Career Class bersama dengan peserta dapat terus meluaskan kemanfaatan untuk masyarakat dengan proyek-proyek yang sudah dilakukan. Kira-kira 2023 ada proyek apalagi, ya? Jika Anda memiliki kegiatan sosial yang ingin berkolaborasi dengan Dreamdelion atau Career Class, Anda bisa menyampaikannya di sini

Penulis: Nabila Nur Farida

 

× Mari berkolaborasi!
Share via
Copy link
Powered by Social Snap