Skip to main content

Dreamdelion

Serunya Menjalani Waktu Akhir Pekan dengan Dreamdelion Cianjur

Serunya Menjalani Waktu Akhir Pekan dengan Dreamdelion Cianjur

Malu-malu tapi seru, itulah kesan yang terlihat dari ekspresi para murid SMP Tunas Bangsa ketika mengikuti serangkaian games dan sesi berbincang dengan tim Dreamdelion Cianjur pada Sabtu, 11 Maret 2017. Walaupun cuaca pada hari itu cukup mendung dan rintik hujan menemani, semangat dan antusias mereka cukup untuk mencerahkan suasana. Bermain dengan adik-adik kelas 7 dan 9 yang berasal dari sekitar Puncak Simun tersebut mampu menjadi recharge buat saya.

Dimulai dengan games berkenalan yang menjadi pembuka untuk lebih mengenal satu sama lain dan mencairkan suasana. Lalu dilanjutkan dengan membagi ke dalam beberapa kelompok yang mana setiap kelompok terdapat kakak pendamping dari tim Dreamdelion untuk membuat yel-yel. Dengan kelompok tersebut juga akhirnya kami mengikuti games selanjutnya yang seru dan cukup membutuhkan kerja sama dalam kelompok. Kebetulan, saya bersama Yogi yang tergabung dengan adik-adik di kelompok Tiluk (“tiluk” adalah padanan bahasa Sunda dari “tiga”), kami berhasil memenangkan permainan tersebut.

Kegiatan selanjutnya adalah berbincang dengan adik-adik, saya dan Yogi mencoba untuk menggali lebih dalam tentang hobi, cita-cita, serta keinginan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ada yang memiliki hobi membaca, menggambar, bermain gitar, dan balap liar. Dua anak laki-laki yang mengaku suka melakukan balap liar cukup mengusik keingintahuan saya untuk menggali lebih dalam terhadap hobi mereka yang terdengar kurang positif. Bahkan ketika saya meminta mereka untuk menceritakan pengalaman yang paling berkesan, salah satunya mengatakan bahwa ia hampir mengalami kecelakaan ketika sedang kebut-kebutan di jalanan. Kejujuran bahwa mereka tidak jera dengan kejadian tersebut membuat saya penasaran dengan cita-cita mereka.

Dua gadis yang berada di kelompok saya berkata ingin menjadi guru. Murid-murid yang lain ada yang ingin menjadi polisi, pemain bola, pengusaha. Lagi-lagi saya tertarik dengan dua anak yang hobi balap liar dan mereka mengatakan ingin melanjutkan ke Sekolah Teknik Menengah (STM). Kesukaan mereka untuk mengutak-atik mesin motor lah yang menjadi motivasi untuk melanjutkan sekolah mereka ke jenjang tersebut.  Cara berpikir mereka yang belum terbuka membuat saya gatal untuk menjelaskan bahwa hobi mereka bisa ditekuni dengan cara yang lebih positif, bukan hanya untuk menggunakan motor secara ugal-ugalan tapi dengan pendidikan yang tepat dan passion yang disalurkan dengan benar bisa menjadi jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dari interaksi yang saya lakukan pada hari itu, saya bisa melihat bahwa siswa-siswi SMP Tunas Bangsa memiliki potensi untuk menjadi generasi yang lebih baik ke depannya. Terlepas dari berbagai permasalahan yang ada dan menjadi penghambat proses belajar, mereka memiliki cita-cita yang layak untuk diwujudkan. Wajah-wajah yang tadinya menunjukkan raut tak serius dan bodoh amat, seiring dengan beberapa cerita yang saya bagikan dan mereka resapi hingga mampu memunculkan gurat merenung dan berpikir ketika mereka memproses informasi tentang adanya sisi lain yang lebih baik jika mereka mau melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Momen singkat yang membuat saya yakin bahwa ada mimpi-mimpi yang patut untuk diperjuangkan.

Written by : Putri Wulandari | Photo by : Putri Wulandari

Editor : Bagus A

Membangun Langkah Awal yang Baik Bersama Dreamdelion Ngawi

Membangun Langkah Awal yang Baik Bersama Dreamdelion Ngawi

Dreamdelion, kata yang indah dan penuh makna bila kita mencermatinya. Awal dari semua ini adalah pada tanggal 2 Januari ketika aku bertemu seseorang yang hebat, Alia Noor Anoviar. Aku tidak menyangka bisa bertemu dengannya. Dari perbincangan awal mengenai mimpiku masuk UGM hingga bahasan paling menarik tentang dreamdelion. Nah, aku mulai bertanya-tanya soal organisasi kemasyarakatan, potensi masyarakat, dan banyak hal yang bisa kupelajari dari semua itu. 

Sudah bertemu inspirator, tentunya harus ada tindakan real. Aku mengajak teman-temanku, dari temen sekelas sampai adik-adik kelas. Memang benar kata pepatah, bahwa mengajak demi kebaikan itu perjuangannya wow banget. Dari beberapa kelas yang berminat bergabung hanya 19 orang yang berminat. Tak apalah, itu sudah jumlah yang banyak. 

Untuk mengadakan suatu kegiatan tentu harus direncanakan, kami pun berdiskusi mengenai program vertikultur sesuai dengan saran dari kakak dreamdelion sebelumnya. Diskusi pertama memang hanya dihadiri 6 orang saja, yaitu aku (Herlina), Rina, Nindi, Nifta, Eksanti dan Icha. Sesuai program yang terencana, tanggal 9 – 11 Januari kami mengumpulkan tanah, pupuk, uang Rp2.000 (untuk membeli biji tanaman), dan juga per anak membawa botol ukuran 1,5 liter sebanyak 5. Wihhh.. Susah loh dapat botolnya. Karena kebanyakan dipakai bapak ibu ke sawah. Dan akhirnya tanggal 13 Januari kami siap bertempur, wew,, bertempur dengan pupuk kandang yang bau tentunya. 

Dalam gerimis dan sampai hujan deras, kami menanam biji sawi, kangkung dan juga bayam. Karena kami menghendaki hari itu jadi, ya bagaimana pun caranya harus berhasil. Bismillah kun fayakun. Jeng..jeng..jeng.. Hasil tak mengkhianati usaha kami. Vertikultur sederhana kami jadi dan banyak kritikan yang membangun dari bapak ibu guru. 

Hari berganti hari, biji tanaman kini telah tumbuh, kami rawat dengan baik dan tumbuh dengan sehat. Tanggal 24 Februari kami memanen sayuran dan memasaknya di kantin sekolah. Panen bareng, masak bareng, makan bareng, banyak deh yang bareng. Hehe.. Ya itulah sedikit cerita dari kami anak-anak SMK N 1 Paron, Ngawi. Bye.. 😊

Written by: Herlina

Antusiasme Menyambut Mahasiswa Luar Negeri di Sleman

Antusiasme Menyambut Mahasiswa Luar Negeri di Sleman

Cerita hari ini bermula ketika kami tiba-tiba menerima sebuah e-mail dari Singapore Management University yang ingin sekali berkunjung ke Sejatidesa, Sumberarum, Moyudan, Sleman untuk belajar mengenai social enterprise. E-mail itu kami terima kurang lebih satu minggu setelah launching website resmi kami. Tentu saja, tawaran itu mendapat sambutan baik dari kami dan warga desa. Warga desa sangat antusias mendengar kabar tersebut. Persiapan kami lakukan kurang lebih selama satu bulan. Mulai dari perencanaan paket wisata yang akan ditawarkan, kegiatan yang siap untuk dilaksanakan, perencanaan teknis, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan kami persiapkan dengan baik.

Meraka adalah sembilan mahasiswa Keio University yang sedang menjalankan short program di Singapore Management University, dua staf dari Lien Centre for Social Innovation dan dua pendamping dari Keio University.  Mereka melaksanakan kegiatan selama satu hari di Sejatidesa. Kegiatan di desa dimulai dengan pengenalan Kelompok Sadar Wisata Pelangi Progo yang dipimpin oleh Ketua Pokdarwis Pelangi Progo yaitu Bapak Sutikno. Selanjutnya, kami melakukan sharing session dengan Dreamdelion. Sesi ini dipimpin langsung oleh Alia Noor Anoviar selaku CEO Dreamdelion. Kami banyak membahas mengenai apa itu social enterprise dan apa saja yang telah dilakukan Dreamdelion di Sejatidesa. Kami sangat senang mengetahui bahwa mahasiswa tersebut juga ternyata sedang mempelajari social enterprise sehingga kami pun banyak belajar bersama mereka.

Setelah sesi sharing yang ditemani oleh segelas es dawet dan jajanan pasar, kami menyempatkan mengajak mereka untuk bermain gamelan bersama. Kami bermain gamelan di salah satu rumah warga. Para anak-anak yang sudah ahli memainkan gamelan pun bersemangat untuk ikut mengajari cara bermain gamelan kepada para pengunjung.

Setelah puas bermain gamenlan, kami melanjutkan agenda berikutnya yaitu natural tie dye. Kami berkolaborasi dengan Kotak Si Kuning untuk memperkenalkan natural tie dye kepada mereka.  Kami menjelaskan setiap proses yang harus dilakukan untuk membuat natural tie dye. Mereka sangat antusias menjalani setiap proses dalam pembuatan natural tie dye. Agenda ini ditutup dengan berfoto bersama dengan hasil karya tie dye yang telah selesai.

Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang. kami menuju salah satu rumah warga untuk makan siang bersama. Menu makanan yang disediakan adalah gudeg (makanan khas Jogja). Kami menghabiskan waktu makan bersama dan mengakrabkan diri sambil melihat-lihat hasil produk tenun milik warga. Setelah makan siang, kami melanjutkan kegiatan menenun. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok untuk mempelajari dan mempraktikkan secara langsung proses menenun dari awal hingga akhir. Awalnya, agak sulit bagi mereka terlihat kesulitan untuk melakukan proses menenun. Tetapi, mereka akhirnya bisa melakukan proses tersebut meski tidak terlalu lancar. Kami mengakhiri kegiatan hari itu dengan sesi kesan dan pesan serta pengumuman juara hasil tie dye terbaik yang telah dipilih oleh warga.

Ini adalah kali pertama warga mendapatkan kunjungan langsung dari. Adanya perbedaan tidak membuat mereka malu atau merasa rendah diri untuk menunjukkan potensi yang dimiliki oleh desa mereka. Baik mahasiswa maupun pendamping sangat terkesan dengan Sejatidesa. Salah satu perwakilan pengunjung bernama Christian mengatakan bahwa suasana di desa itu memberikan ketenangan baginya karena jauh dari riuh kesibukan di negaranya. Ia berpesan, budaya desa yang tradisional jangan sampai hilang karena itulah keunggulan yang dimilik desa tersebut.

Sejatidesa, 25 Februari 2017, bersama kawan-kawan Keio University dan Singapore Management University telah meambah satu lembar kisah dalam catatan harian kami. Masih banyak lembar yang menanti untuk diisi. Kepercayaan, semangat warga, serta ketulusan hati teman-teman untuk ikut mewujudkan mimpi warga Sejatidesa menjadi kekuatan kami untuk kembali menuliskan cerita pada lembar catatan harian kami selanjutnya.

So, We are ready for the next collaboration guys!

Written by: Nabila Aflaha

 

Come Participate in the Dreamdelion Internship Program, Batch 6!

Come Participate in the Dreamdelion Internship Program, Batch 6!

Hai, Bagi kalian anak muda yang berada di daerah Jakarta, Yogyakarta, Cianjur, Ngawi dan Surabaya. Jadilah bagian dari Dreamdelion dengan mengikuti Internship Program. Dalam 6 bulan, kamu akan mendapatkan pengalaman yang tidak pernah terlupakan. Dalam kerja menjadi sukarelawan di Dreamdelion, kamu akan mendapatkan sertfikat, training dan belajar dari ahlinya dalam hal pengembangan masyarakat.

Ada banyak pilihan divisi yang tersedia sesuai dengan kemampuan dan minat kamu!

  1. Community Development Manager
    Kesempatan memimpin Community Development Project untuk kamu yang telah memiliki pengalaman sebelumnya dalam mengorganisasi event atau memimpin sebuah kelompok. Bagi kamu yang energik, suka dengan tantangan, dan suka berinteraksi dengan lingkungan yang baru, menjadi seorang Community Development Manager akan membuat hidup kamu lebih hidup! Apalagi nantinya kamu akan diberikan project yang mengharuskan kamu berkolaborasi dengan berbagai entitas, misalnya masyarakat, komunitas lain, sponsor, media partner, dan tentunya tim kamu sendiri. Tugas kamu adalah belajar bersama masyarakat melalui pendampingan yang akan kamu dan team kamu lakukan secara intensif. Wah pastinya seru dong? Selama 6 bulan nanti kamu akan dibekali dengan berbagai training yang berkaitan dengan event management, fundraising, building network, dan juga team management.
  2. Content Writer
    Menulis adalah pekerjaan yang menyenangkan untuk kamu, berbagai ide kreatif dapat kamu karyakan, dan orang menjadi tertarik untuk berbuat kebaikan ketika membaca tulisan kamu. Nah kalau mau memenuhi kriteria itu, yuk bergabung menjadi Team Content Writer Dreamdelion. Disini kamu akan bebas menulis dan tentunya bermanfaat bagi orang-orang yang membaca.
  3. Web Developer
    Memberikan pengalaman kepada orang lain dalam mengakses informasi di website Dreamdelion adalah peran kamu nantinya. Kamu akan menjadi penghubung antara sumber informasi dengan pengunjung website. Kamu memiliki peran untuk memaksimalkan interaksi pengunjung dengan elemen website dengan penggunaan database dan membuat halaman yang dinamis.
  4. Photographer
    Sebuah foto berbicara ribuan kata. Jadilah mata untuk momen-momen berharga. Abadikan momen ketika orang berinteraksi, suasana saat kegiatan berlangsung, dan banyak hal lainnya.
  5. Videographer
    Video adalah salah satu media dimana orang dapat menyaksikan dan merasakan setiap detik perjalanan kita. Mulai dari atmosfernya, antusiasmenya, suasananya, dan hal tidak terduga lainnya dalam perjalanan tersebut. Jadilah bagian dari orang yang akan mentransfer hal-hal positif dan inspiratif lewat video yang kamu buat.
  6. Visual Designer
    Media visual adalah media yang efektif dan penting untuk menyampaikan maksud, menyampaikan pesan, dan mengajak orang lain untuk turut berpartisipasi dalam setiap kegiatan Dreamdelion. Ciptakan karya-karyamu untuk menginspirasi dan mengajak banyak orang untuk ambil andil dalam kegiatan yang positif.

Pendaftaran akan dibuka pada 20 Januari – 10 Februari 2017 , Interview pada 11 – 20 Februari 2017 dan Internship akan dimulai Maret 2017

Menarik bukan? daftarkan dirimu segera di bit.ly/dreamdelioninternship yaaa!

 

Dreamdelion X Gerakan Melukis Harapan: Inspiring Surabaya, Rek!

Dreamdelion X Gerakan Melukis Harapan: Inspiring Surabaya, Rek!

Bermula dari wacana kami (saya dan mbak Ocit) untuk menghabiskan bahan pewarna alam dengan membuat workshop. Kemudian terpikirkan untuk berkolaborasi dengan komunitas di Malang atau Surabaya (karena posisi di Kediri, mencari tempat terdekat). Kemudian terhubung dengan komunitas Gerakan Melukis Harapan Surabaya dari kakak Alia. Persiapan pun hanya dalam waktu satu minggu haha. Di Surabaya, kami banyak mendapatkan banyak pembelajaran dan inspirasi. Lemme share a little bit.

Jumat, 13 Januari 2017

Sore itu hujan turun begitu derasnya, kami sampai di sebuah gang kecil di pinggir jalan. Sedikit kaget karena mobil tidak bisa masuk gang. Akhirnya mas Mustofa datang dengan membawa jas hujan. Kami berjajar berjalan menyusuri gang layaknya barongsai haha. Kampung Kenjeran adalah kampung kecil yang letaknya diapit oleh rel kereta api dan sungai.

Sampailah kami di rumah mas mustofa. Ada beberapa komunitas yang telah hadir seperti Komunitas Padi Pari dan Sanggar Pelangi. Disini kita sharing banyak hal tentang pemberdayaan dan bercerita banyak tentang pengalaman. Selain itu, kami mendengarkan mimpi besar karang taruna Kampung ini untuk memajukan kampungnya lewat permainan tradisional. Semangatnya begitu luar biasa. (ditunggu festivalnya ya)

Sabtu, 14 Januari 2016

Pagi hari kami sudah dibuat pusing oleh ketidakcocokan maps yang di share Fauzan dengan maps yang ada di uber haha setelah berputar-putar tenyata lokasinya ada di pinggir jalan yang kita lewati. Agenda pertama hari ini adalah perkenalan (asik punya banyak teman baru) dan sharing tentang kegiatan kami masing-masing ketika melakukan pemberdayaan dan pendampingan. Setelah itu, teman-teman mengikuti serangkaian workshop natural Tie dye. Mereka sangat bersemangat karena ini adalah pengalaman pertama mereka berkreasi dengan tie dye. Setelah foto bersama dan bagi2 doorprize, kami beristirahat dan kemudian melanjutkan perjalanan ke UKM yang ada di eks lokalisasi dolly. Ibu-ibu dari UKM Samijali menceritakan kisah-kisah awal pembentukan UKM ini hingga berhasil mengembangkannya bersama teman-tema GMH.

Terima kasih teman-teman Gerakan Melukis Harapan Surabaya atas keramahannya dan bersedia berkolaborasi di acara workshop kecil-kecilan kali ini. Terima kasih sudah berpartisipasi dalam kampanye Weaving for Life. Terima kasih juga telah memberikan kami banyak inspirasi. Kami banyak belajar dari kalian semua. Semoga kedepan ada hal yang bisa dikolaborasikan kembali.

Written by: Evaulia | Photo by: Yosua Pelamonia

Sebuah Cerita Istimewa tentang Pasar Tenun Rakyat 2016

Sebuah Cerita Istimewa tentang Pasar Tenun Rakyat 2016

Sejatidesa merupakan sebuah tempat belajar yang menyenangkan dan mengesankan ketika aku menjadi Panitia Pasar Tenun Rakyat 2016. Penduduk yang ramah, lingkungan yang masih asri, makanan khas desa yang selalu menggiurkan, hingga kain tenun yang selalu menarik perhatianku. Ingin tau bagaimana kelanjutan ceritanya ? Inilah sepenggal cerita dari Dusun Sejatidesa, Desa Sumberarum dan Pasar Tenun Rakyat 2016.

Pasar Tenun Rakyat 2016 merupakan sebuah acara yang bertujuan untuk memperkenalkan Sejatidesa kepada masyarakat luas dalam upaya untuk menjadikan desa tersebut sebagai desa wisata. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kain tenun karya penduduk Sejatidesa. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 23-24 April 2016 dengan tema Finding Truly Happiness in Rainbow Village: Learn to Live in Simplicity. Sebuah kebanggaan tersendiri ketika aku diberi kesempatan untuk bergabung dalam kepanitiaan Pasar Tenun Rakyat 2016. Awalnya aku ragu untuk bergabung di kepanitiaan ini karena aku tidak meimiliki pengetahuan apapun tentang kain tenun. Namun , akhirnya aku pun mencoba untuk mendaftar dan Alhamdulillah aku bisa bergabung dalam kepanitiaan ini.

Setelah panitia terbentuk, kami pun mulai bekerja untuk mempersiapkan Pasar Tenun Rakyat 2016. Panitia terdiri dari Tim Dreamdelion dan penduduk desa. Saat itu, kami pun bekerja bersama–sama. Diantara kedua tim ini, tidak ada yang menggururi ataupun sok bisa segalanya. Tim Dreamdelion dan penduduk desa pun membaur menjadi satu demi suksesnya acara ini. Penduduk desa pun sangat ramah kepada kami, mereka selalu bersedia untuk membantu kami sehingga hal ini membuatku merasa senang dan nyaman dapat bekerja sama dengan mereka. Banyak hal yang kami persiapkan demi terselenggaranya Pasar Tenun Rakyat 2016. Mulai dari mencari peserta, membuat konsep acara, mempersiapkan penginapan, sambutan, konsumsi, dan masih banyak persiapan lainnya. Walaupun kami sempat kelelahan saat mempersiapkan segalanya, tapi kami berusaha untuk tidak mengeluh dan selalu semangat dalam mengerjakan berbagai pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawab kami. Antusias penduduk desa dalam menyambut acara Pasar Tenun Rakyat 2016 membuat kami semakin bersemangat untuk mewujudkan sebuah acara yang luar biasa. Apalagi, ketika kami rapat bersama mereka, kami selalu disediakan berbagai makanan dan minuman yang membuat energi kami selalu terisi kembali.

Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba. Panitia dari tim Dreamdelion dan penduduk desa pun bersiap siap untuk menyambut peserta live in ataupun workshop. Berbagai sambutan pun telah dipersiapkan mulai dari tarian, gamelan, makanan khas desa, dan juga sambutan lainnya. Tak lupa sambutan dan ucapan selamat datang dari kepala dusun, kepala desa, pak camat, hingga Kepala Dinas Pariwisata Sleman. Setelah berbagai sambutan peserta pun diajak untuk keliling desa yang dipandu oleh LO dan warga desa. Walaupun siang itu cuaca sangat panas, namun antusias peserta untuk keliling desa pun tak surut. Setelah keliling desa, peserta pun melanjutkan agenda lainnya seperti Workshop Tenun dan latihan kesenian (tari dan gamelan). Hari pertama Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Peserta pun begitu antusias dalam mengikuti berbagai agenda yang telah disusun oleh panitia. Walaupun ada peserta yang belum pernah sama sekali latihan tari dan karawitan , namun rasa keingintahuan mereka membuat suasana semakin menyenangkan saat malam itu.

Hari kedua merupakan hari yang spesial menurutku. Ada sebuah agenda yang aku sendiri belum pernah melakukannya. Penduduk desa mengajak kami untuk melakukan upacara Baritan, sebuah upacara yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Dalam upacara tersebut, terdapat sapi yang digiring menuju sungai. Setelah sampai di sungai, sapi tersebut dimandikan oleh warga. Kemudian diikuti dengan pelarungan makanan ke sungai dan makan bersama makanan khas desa seperti ketupat. Selepas upacara Baritan, peserta diajak untuk melakukan konservasi. Setiap peserta dibimbing oleh pemandu untuk melakukan penanaman pohon di tempat yang telah ditentukan. Setelah konservasi, peserta pun melanjutkan berbagai agenda lainnya seperti workshop tiedye dan workshop craft. Pada workshop tiedye , peserta belajar tentang cara memberi warna alami pada kain. Hasilnya nanti boleh dibawa pulang oleh peserta dan dijadikan kenang-kenangan. Walaupun cuaca panas saat itu, peserta tetap bersemangat untuk menuntut ilmu. Selain mendapat ilmu mengenai pewarna alami , peserta juga diberi kesempatan untuk belajar membuat kerajinan dari kain tenun. Pada workshop craft, peserta diajari untuk membuat semacam tempat pensil. Pelan pelan tapi pasti, mereka mencoba untuk menjahit kain yang telah disediakan oleh panitia. Hingga pada akhirnya mereka berhasil menyelesaikan tempat pensil tersebut.

Setelah melalui berbagai rangkaian acara, tibalah saatnya pentas seni dan farewell party. Pada malam itu, acara begitu meriah. Ada gamelan, tarian yang dibawakan oleh adik adik dari desa, penampilan dari peserta, bahkan ada juga penampilan dari GAMADASI UGM. Rasa senang, bangga, dan sedih bercampur menjadi satu saat itu. Senang karena acara berjalan dengan lancar dan dipertemukan dengan orang orang baru yang begitu luar biasa menurutku, dari berbagai daerah, agama, dan latar belakang. Bangga karena acara Pasar Tenun Rakyat 2016 dapat berjalan dengan lancar dan semua itu tak akan pernah terwujud jika kami tidak saling percaya, tidak saling bahu membahu, dan tidak bertanggung jawab tehadap pekerjaan yang harus dikerjakan. Semua panitia bekerja keras untuk mewujudkan acara yang begitu luar biasa. Aku bangga bisa bertemu dengan teman teman panitia dan aku sangat mengapresiasi antusias peserta dalam mengikuti acara ini. Sedih karena akan berpisah dengan mereka semua. Mereka yang telah membuatku senang, mereka yang banyak membantuku, mereka yang selalu bersemangat walaupun disaat tertentu rasa lelah pun datang, dan mereka yang telah memberikan pengalaman yang luar biasa. Bagiku, Pasar Tenun Rakyat 2016 keren banget.

Inilah kisah yang ingin kubagikan kepada kalian. Sampai jumpa di Pasar Tenun Rakyat periode selanjutnya.

Written by: Zulfa Dewi Rosada | Photo by: Agam Budi

Seminar Nasional: Tidak Takut Membangun Bisnis Berbasis Sosial

Seminar Nasional: Tidak Takut Membangun Bisnis Berbasis Sosial

Apa sih, bisnis sosial itu? Bagaimana sih, caranya membangun bisnis berbasis komunitas pemberdayaan? Punya ide sosial tapi bingung mengeksekusi dari mana? Pertanyaan-pertanyaan ini dapat kamu temukan jawabanya melalui National Seminar I dan National Seminar II National Social Business Camp (NSBC) 2014.

National Seminar merupakan bagian dari NSBC 2014, sebuah kompetisi bisnis sosial tingkat nasional yang digagas oleh Dreamdelion. Sesuai tema NSBC 2014, Energizing Youth Spirit Through Social Business Era, seminar ini diadakan untuk mengangkat isu bisnis sosial dan mengajak masyarakat khususnya anak muda dalam membangun wirausaha sosial.

Seminar ini diadakan sebanyak dua kali, yaitu dalam pre event dan main event NSBC 2014. National Seminar I dilaksanakan pada tanggal 17 September 2014 di Balai Sidang UI, Depok. Ada sekitar 450 orang pendaftar pada National Seminar I yang terdiri atas masyarakat umum dan pelajar.

 

“Kalau punya ide, segera dilaksanakan. Jangan ditahan-tahan. Kalau sudah orang lain yang melaksanakan, kita sendiri yang rugi.”

– Nita Roshita melalui tweet akun Twitter @yChangemakers.

 

Ada tiga sesi dalam National Seminar I. Sesi pertama diawali oleh Prof. Rhenald Kasali dari Rumah Perubahan sebagai keynote speaker; Nucha Ayuningrum, Dosen Universitas Paramadina, menjadi moderator; Nita Roshita (Ashoka Indonesia), Dewi Meisari (UKMC UI), dan Adjie Wicaksana (Desa Binaan Mandiri) yang hadir secara langsung untuk memantik semangat peserta dalam memulai bisnis sosial.

Pada sesi kedua, masih dalam National Seminar I, hadir Nurrohim (Sekolah Master), Oskar Unggul (Telapak Indonesia), dan Wempy Dyocta Koto (Wardour and Oxford) yang menjelaskan semakin dalam mengenai seberapa besar peranan bisnis sosial dalam masyarakat dan perubahan di Indonesia. Tujuan utama dalam wirausaha sosial menurut Wempy Dyocta Koto adalah keberlanjutan.

Di sesi ketiga, Yosea (Nutrifood) bersama M. Al Fatih Timur (kitabisa.com), M. Bijaksana Junerosano (Greeneration Indonesia), Yuri Pratama (Urchindonesia), dan Jombang (Penulis Buku “Bunda Lisa”) hadir untuk berbagi pengalaman seputar wirausaha sosial yang sedang dijalani. Hadir pula Darozatun (Mahasiswa FKM UI) dan Taufik Hidayat (Mahasiswa MIPA UI) sebagai moderator dalam seminar.

 

“IPK itu jangan sekadar nilai saja, tapi harus berwujud dalam karya nyata.”

– Prof. Rhenald Kasali.

Setelah sebelumnya menjadi keynote speaker dalam National Seminar I, Prof. Rhenald Kasali kembali hadir secara langsung untuk berbagi ide tentang bisnis sosial di hadapan peserta National Seminar II. Sekitar 500 orang peserta seminar dengan tambahan 15 tim finalis National Competition memenuhi Auditorium K310. National Seminar II ini dilaksanakan pada tanggal 9 November 2014 di Universitas Indonesia, Depok.

Dengan Mengusung tema yang sama seperti National Seminar I, seminar kedua kali ini juga terdiri atas 3 sesi. Pada sesi I, para peserta diajak berpikir tentang bisnis sosial sebagai cara untuk memecahkan masalah sosial dan lingkungan. Sesi ini diisi oleh Prof. Rhenald Kasali dengan Alia Noor Anoviar, pendiri Dreamdelion, sebagai moderatornya. Sesi selanjutnya diisi oleh Wempy Dyocta Koto dari Wardour and Oxford. Tidak ketinggalan juga ada Sirly W. Natsir dari Perhumas Indonesia hadir menjadi moderator dalam sesi yang memiliki tema How to Make Social Entrepreneurship Become a Global Business.

Erista (Tanoto Foundation), Fahma Nurika (Dreamdelion), Dr. Achsin U. Choliq (Practical Universitiy), dan Salman Subakat (PT Paragon Technology and Innovation) hadir mengisi sesi ketiga. Tema yang dibahas kali ini adalah “How to Implement Social Entrepreneurship Idea”. Ada pula Gloria Marcella Morgen Wiria (Nutrifood), Stefanus Syalom (Mahasiswa FT UI), dan Zerlinda Zuhri (Mahasiswa Vokasi UI) yang hadir untuk menambah keseruan seminar dan diskusi kali ini.

Satu hal yang dapat dipetik dari seminar ini adalah bahwa untuk membangun sebuah komunitas bisnis sosial tidak perlu langkah yang rumit. Seperti pesan yang disampaikan oleh Wempy Dyocta Koto atau yang akrab disapa Uda Wempy, “Ketika memulai sebuah movement, keep it simple.”

Written by: Nisrina Putri

Serunya Berkompetisi di National Social Business Camp (NSBC) 2014

Serunya Berkompetisi di National Social Business Camp (NSBC) 2014

No matter what our age or background or walk of life, each of us has something to contribute to the life of this nation.

– Michelle Obama.

 Mendapatkan keuntungan sekaligus memberdayakan masyarakat, bisakah? Tentu saja bisa! Melalui bisnis sosial, kamu tidak hanya mendapatkan keuntungan dari produk yang kamu jual, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memberdayakan masyarakat di sekitarmu.

Kalau kamu berencana melakukan kegiatan serupa tapi bingung mulai dari mana, ikut kompetisi bisa jadi salah satu jalan untuk menjalankan rencanamu, lho! Seperti kompetisi bisnis sosial yang diadakan oleh Dreamdelion di tahun 2014 lalu. Kompetisi yang bertaraf nasional ini bernama National Competition, yaitu kompetisi membuat social business plan sesuai dengan passion dan permasalahan yang ditemui di lingkungan sekitar.  Tujuan kegiatan ini tentu saja melahirkan sociopreneur muda baru di Indonesia. Selain itu, Dreamdelion ingin meningkatkan kepedulian pemuda Indonesia akan masalah sosial serta menjadi wadah untuk memberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan sosial kepada pemuda Indonesia.

National Competition sendiri merupakan salah satu dari rangkaian acara National Social Business Camp (NSBC) 2014 yang diselenggarakan oleh Dreamdelion bekerjasama dengan Rumah Perubahan. NSBC merupakan sebuah kegiatan yang memberikan sepaket lengkap tentang bagaimana menjadi wirausaha sosial kepada ribuan pemuda Indonesia.

Ada dua tahap kegiatan dalam National Competition, yaitu Social Business Plan dan Social Business Pitching. Dalam Social Business Plan, peserta diharuskan mengirim ide bisnis sosial mereka dalam bentuk proposal. Ide tersebut haruslah bersifat orisinil dan belum pernah diikutsertakan pada perlombaan sejenis sebelumnya. Tidak ada batasan kategori maupun tema bisnis sosial yang diajukan. Bisnis sosial tersebut dapat berupa bisnis produk atau jasa yang didasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat, serta dapat merupakan bisnis sosial yang telah atau belum berjalan.

Kegiatan penjurian ini berupa penilaian terhadap proposal social business plan peserta National Competition sesuai dengan kriteria-kriteria penilaian yang sudah ditentukan. M. Alfatih Timur (Founder kitabisa.com) dan Adjie Wicaksana (Founder Desa Inovasi Mandiri) merupakan juri dalam Social Business Plan ini.

Proses registrasi untuk Social Business Plan diadakan sejak awal tahun, yaitu April-Juni 2014 dengan pendaftar sebanyak 44 tim. Pada akhir bulan Agustus 2014, terpilih 15 tim yang lolos sebagai finalis dan diundang untuk hadir ke Jakarta dan berhak mengikuti tahapan kompetisi selanjutnya. Para finalis merupakan 15 tim yang terdiri atas pemuda Indonesia berusia 15-25 tahun yang berasal dari Jambi, Depok, Bogor, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali. Kelompok terbaik kembali dilombakan melalui Social Business Pitching di Jakarta. Selain mempresentasikan social business plan mereka di hadapan para juri, para finalis mengikuti serangkaian acara NSBC lainnya, seperti NSBC Academy, National Seminar II, Social Campaign II, dan Social Visit II.

Pada 7 November 2014, para finalis bertemu dengan Vikra Ijas (kitabisa.co.id), Nursalim (UKMC UI), Romy Cahyadi (UNTLD), dan Yuri Pratama (URCHINDONESIA) dalam proses penjurian social business plan. Berdasarkan penilaian, akan dipilih tiga tim terbaik yang akan menjadi pemenang. Dua pemenang adalah pilihan dari dewan juri dan satu pemenang yang lainnya adalah pilihan Dreamdelion. Proses pemilihan 3 tim terbaik ini, yaitu Social Business Pitching dilaksanakan di Rumah Perubahan Rhenald Kasali, Bekasi.

Pemenang dari Social Business Plan adalah AkuaNusa, Mangurai Denim, dan Mezon Feed. Ketiga pemenang ini dipilih berdasarkan ide, inovasi, implementasi, keaktifan, realisasi dan keluasan dampak, serta hal-hal yang sudah dikerjakan. Dewan juri memilih AkuaNusa dan Mangurai Denim. Akuanusa ini merupakan tim dari Depok yang mengambil isu sistem pertanian akuaponik. Akuaponik merupakan istilah untuk satu lahan yang menghasilkan dua produk, misalnya bagian bawah ternak ikan, bagian atas lahan tani. Sementara itu, Mangurai Denim merupakan tim dari Jambi yang mengangkat produk busana dengan menggabungkan bahan denim dan batik. Tim ini juga memberdayakan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Jambi.

“Saya harap kegiatan seperti ini bukan hanya angkatan saya yang merasakan, tapi dapat berlanjut ke tahun berikutnya.”

– Amrul, perwakilan tim MezonFeed.

MezonFeed adalah pemenang kategori pilihan Dreamdelion. Mezon Feed yang mengangkat tentang pemberdayaan masyarakat peternak lele ini merupakan tim dari Surabaya.

Written by: Nisrina Putri

Belajar dari Masyarakat Manggarai: Social Visit NSBC 2014

Belajar dari Masyarakat Manggarai: Social Visit NSBC 2014

Alone we can do so little, together we can do so much.”

– Helen Keller.

 

Jalan-jalan seru pulangnya dapat ilmu, siapa sih, yang nggak mau?

Hal inilah yang diperoleh para peserta Social Visit. Masih dalam rangkaian National Social Business Competition (NSBC) 2014, Social Visit merupakan agenda kunjungan ke pelaku bisnis sosial, dalam hal ini Dreamdelion Manggarai. Salah satu tujuannya adalah untuk mengajak para finalis National Competition melihat dan terlibat langsung kegiatan yang biasa dilakukan Dreamdelion.

Dari kegiatan ini, para peserta dapat langsung berinteraksi dengan masyarakat dan belajar bagaimana pendekatan kepada masyarakat yang memerlukan binaan. Selain itu, para peserta juga dapat belajar membuat produk-produk Dreamdelion dari hasil tangan masyarakat Manggarai. Sebagian peserta juga dapat merasakan bagaimana caranya membimbing dan berbagi kebahagiaan kepada adik-adik Manggarai di sanggar belajar Dreamdelion.

 

We make a living by what we get. We make a life by what we give.

– Winston S. Churchill.

 

Keinginan Dreamdelion untuk menginspirasi lebih banyak orang membuat Social Visit ini diadakan sebanyak dua kali, yaitu dalam pre-event dan main event NSBC 2014. Social Visit I dilaksanakan pada Minggu, 21 September 2014 di Manggarai. Agenda ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Gerakan Manggarai Sehat (GEMAS) Dreamdelion.

GEMAS merupakan salah satu kegiatan tahunan dari divisi Dreamdelion Sehat yang dimulai sejak tahun 2012. Tahun 2014 adalah GEMAS IV yang diadakan oleh Dreamdelion Sehat. Sebanyak 500 kupon pemeriksaan dan pengobatan gratis dibagikan pada warga di RW 04 dan RW 012 Manggarai. Ada pula penyuluhan Kesehatan Reproduksi (KesPro) bagi remaja dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi warga hadir dalam kegiatan ini.

Social Visit II lebih semarak dan istimewa karena dihadiri oleh 33 orang peserta dari 15 tim finalis National Competition NSBC 2014. Acara ini diadakan pada hari Minggu, 9 November 2014, masih di tempat yang sama, yaitu RW 04 dan RW 12 Manggarai. Para peserta berkesempatan menilik ilmu dari empat tempat kegiatan di Manggarai.

Empat titik kegiatan yang dikunjungi oleh para peserta, yaitu, Grabear, vertikultur, sanggar belajar, dan produksi produk dengan bahan dasar jeans. Di RW 04, para peserta dapat melihat dan belajar secara langsung produksi Grabear (Graduation Bear), boneka wisuda yang terbuat dari limbah kertas. Selain itu, peserta dapat melihat vertikultur milik warga RW 04. Vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Sistem ini dapat dilakukan di dalam ruang maupun luar ruang. Masih di tempat yang sama, peserta juga berkesempatan untuk bertemu dengan adik-adik di sanggar belajar. Setelah itu, para peserta juga berkunjung untuk melihat pembuatan produk berbahan dasar jeans di RW 12 Manggarai.

Melihat keseruan yang hadir selama Social Visit II, rasanya tak cukup satu hari untuk belajar bersama masyarakat Manggarai ini. Titi Sari Nurul, Ketua NSBC 2014, mengatakan bahwa Social Visit merupakan salah satu upaya agar 15 tim terpilih dapat merasakan langsung suasana social entrepreneur dan semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam masyarakat luas.

Written by : Nisrina Putri

Virus Bisnis Sosial Disebarkan dalam Social Campaign NSBC 2014

Virus Bisnis Sosial Disebarkan dalam Social Campaign NSBC 2014

Salah satu rangkaian National Social Business Camp (NSBC) 2014 yang sangat sayang untuk dilewatkan adalah Social Campaign. Bagaimana tidak? Pada acara ini, semua orang dapat berpartisipasi mengkampanyekan pemberdayaan masyarakat melalui bisnis sosial tanpa kecuali.

National Social Business Camp (NSBC) merupakan agenda besar Dreamdelion di tahun 2014. NSBC 2014 ini mengusung tema Energizing Youth Spirit Through Social Business Era. Dua dari 8 rangkaian acara NSBC adalah Social Campaign. Kenapa dibilang dua acara? Karena Social Campaign ini diadakan dua kali, yaitu, pada pre event dan main event NSBC 2014.

Social Campaign merupakan kampanye masal pada acara Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI) mengenai kewirausahaan sosial. Melalui kegiatan ini, diharapkan lebih banyak orang yang mengerti tentang bisnis sosial, apa dan seperti apa bentuk dari wirausaha sosial, serta apa yang membedakannya dengan wirausaha biasa. Selain itu, keberadaan Social Campaign ini juga diharapkan dapat menularkan semangat membangun bisnis sosial kepada masyarakat luas. Setidaknya, masyarakat mau mendukung keberadaan usaha yang berbasis bisnis sosial ini.

Social entrepreneurs are not content just to give a fish or teach how to fish. They will not rest until they have revolutionized the fishing industry.

– Bill Drayton, Ashoka CEO & Founder.

Pesan inilah yang coba disampaikan oleh teman-teman Dreamdelion beserta para panitia dan volunteer Social Campaign NSBC 2014. Makna pernyataan di atas adalah bahwa wirausaha sosial tidak hanya memberikan ikan, tetapi juga memberikan kail kepada masyarakat. Pada praktiknya, para penyebar “virus” bisnis sosial ini benar-benar membawa kail dan alat pancing, lho! Hihihi.

Ada tiga konsep yang digunakan dalam kegiatan ini, yaitu Intervensi, Flash Mob dan Freeze Mob. Dalam intervensi, para panitia dan volunteer berkampanye mendekati orang-orang yang ada di sekitar Bundaran HI. Mereka memantik rasa penasaran orang-orang di sekitar dengan memberikan pertanyaan seputar bisnis sosial. Pertanyaan ini diikuti dengan penjelasan singkat seputar kewirausahaan sosial.

Para pengunjung di CFD Bundaran HI juga diajak untuk ikut bergerak dalam Flash Mob. Nah, untuk Freeze Mob, berbagai atribut berupa tulisan berbahan kardus dan kertas, digunakan agen penebar “virus” untuk menarik perhatian orang-orang sekitar. Tentu saja dengan berbagai tulisan yang provokatif sekaligus informatif! Ada pula photo booth dan pigura raksasa berbentuk kiriman instagram yang bebas dipakai para pengunjung untuk berfoto bersama.

Salah satu momen yang paling seru adalah ketika para panitia secara acak memakaikan selempang bertuliskan “Duta Socialpreneur pada para pengunjung di CFD. Pemakaian selempang ini diikuti oleh penjelasan tentang sociopreneur kepada duta terpilih bersama dengan para pengunjung di sekitarnya.

Kabarnya, pada saat Social Campaign I, ada lebih dari 3000 orang yang terlibat dan tertarik untuk mendekati para agen penebar “virus” ini, lho! Yap, mereka adalah orang-orang yang datang ke Car Free Day, termasuk panitia dan volunteer NSBC. Pada acara pertama ini, hadir pula Edan Eling, grup musik Manggarai dan infocarfreeday.net.

Sementara itu, Social Campaign II tidak kalah menariknya. Kali ini bahkan lebih meriah karena diramaikan oleh kehadiran 15 tim finalis National Competition NSBC 2014. Acara ini diadakan pada hari Minggu, 9 November 2014, masih di tempat yang sama, yaitu, Bundaran Hotel Indonesia. Ada sekitar 3000 orang yang datang ke CFD, termasuk panitia, tim finalis National Competition dan volunteer NSBC.

Written by : Nisrina Putri