Skip to main content

Dreamdelion

Elok by Ibu, dari Dreamdelion untuk Ibu Rusun Pinus Elok Semakin Mandiri

Elok by Ibu, dari Dreamdelion untuk Ibu Rusun Pinus Elok Semakin Mandiri

“Educate a woman and you educate her family. Educate a girl and you change the future.”

Sebagai yayasan yang bergerak di bidang community empowerment, Dreamdelion berkomitmen untuk terus menjalankan misinya mewujudkan aksi kolaborasi untuk mengembangkan potensi lokal dan meminimalisasi tantangan sosial. Salah satu bentuk perwujudan misi tersebut adalah dengan adanya program Elok by Ibu.

Elok by Ibu merupakan kegiatan pemberdayaan ibu-ibu Rusun Pinus Elok Blok A Cakung, Jakarta Timur oleh Dreamdelion yang bekerja sama dengan Bank Indonesia DKI Jakarta. Pada pelaksanaannya, para ibu didampingi dan dilatih menjahit untuk membuat produk-produk rumah tangga seperti totebag, tas lipat, dompet tisu, pouch, sarung bantal dan guling, membuat bros, serta produk rumahan lainnya.

Produk yang dihasilkan kemudian dijual secara online melalui media sosial Instagram, juga platform perdagangan elektronik seperti Tokopedia dan Shopee. Sedangkan pemasaran offline dilakukan dengan mengikuti pameran/bazar seperti yang telah dilaksanakan di pameran/bazar kampus UHAMKA, kantor Bank Indonesia, dan kantor Jamsostek. Proses pemasaran dilakukan langsung oleh ibu-ibu yang tergabung dalam program pemberdayaan Elok by Ibu sebagai bentuk pelaksanaan dari pembekalan keterampilan teknis. Tak hanya pelatihan keterampilan teknis dan nonteknis, ibu-ibu program Elok by Ibu pun berkesempatan melakukan sesi konsultasi dengan psikolog sebagai bentuk pendampingan secara psikologis.

Sampai saat ini terdapat 18 ibu dari Rusun Pinus Elok Blok A, Cakung, Jakarta Timur yang sudah berkabung dengan program Elok by Ibu. Bersama dengan usaha meningkatkan kualitas jahitan, ibu-ibu rusun juga mulai menerima pesanan terkait produk rumah tangga. Dengan diadakannya program ini diharapkan mampu menambah wawasan dan kemampuan serta harapan agar meningkatkan kondisi perekonomian ibu-ibu rusun.

Kunjungi laman http://instagram.com/ElokbyIbu untuk melihat katalog produk hasil kreativitas ibu-ibu Rusun Pinus Elok Blok A, Cakung, Jakarta Timur bersama Dreamdelion.

Sanggar Belajar Ciptakan Anak Rusun Cerdas dan Peka Lingkungan

Sanggar Belajar Ciptakan Anak Rusun Cerdas dan Peka Lingkungan

“Non scholae sed vitae discimus”

Kutipan di atas memiliki arti bahwa tujuan utama seseorang belajar bukanlah demi nilai yang tinggi, bukan pula demi diri sendiri, orangtua, maupun guru atau institusi pendidikan, namun yang ingin dicapai adalah mendapat manfaat dari ilmu yang bisa dipergunakan dalam hidup. Proses pembelajaran di era ini lebih berorientasi kepada bagaimana meningkat kecerdasan, prestasi, keterampilan, dan bagaimana menghadapi persaingan.

Belajar tidak selamanya harus di sekolah. Seorang anak butuh wadah yang lebih luas untuk berekspresi dan berinovasi. Hal ini dapat membuat seorang anak menjadi cerdas dan peka lingkungan alam dan sosial yang terjadi di sekitarnya.

Sanggar Belajar, sebagai salah satu project tim Dreamdelion Jakarta merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada anak-anak dengan mengusung tema pendidikan. Berlokasi di Rusunawa Pinus Elok Blok A, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Sanggar Belajar hadir untuk memfasilitasi adik-adik di rusun untuk belajar sambil bermain bersama.

Seperti yang diketahui Sanggar Kegiatan Belajar merupakan sanggar yang didalamnya bukan hanya mengajarkan anak-anak tentang pendidikan yang ada di sekolah formal, tetapi juga ketrampilan yang dapat menunjang masa depan anak-anak. Pelajaran yang diajarkan terkait pengetahuan umum yang juga dijelaskan melalui suatu materi dan juga dipraktikan secara langsung. Misalkan mengusung tema kesehatan, kebersihan, kebudayaan Indonesia, atau science experiment.

Sanggar Belajar diadakan sekali dalam sepekan, yaitu pada hari Minggu. Jumlah anak-anak yang hadir setiap pekannya tentatif, bisa sekitar 20-30 orang. Sedangkan pengajar terdiri atas 9 orang, yang dibantu dari tim inti sanggar belajar dan Dreamteam. Bahkan terkadang tiap pekannya ada volunteer yang juga ikut membantu kegiatan belajar mengajar di rusun.

Proses pembelajaran yang diterapkan dalam Sanggar Belajar mengajarkan pendidikan karakter untuk membentuk moral yang baik untuk adik-adik rusun. Para pengajar menyelipkan pelajaran implisit seperti bagaimana harus meminta maaf kepada orang lain atau bagaimana mengucapkan terima kasih kepada orang lain, serta membiasakan untuk berperilaku sopan santun.

Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan di sanggar belajar adalah membuat alat perangkap nyamuk sederhana, membuat kain jumputan, mengenalkan kebudayaan Indonesia, serta berbagai science experiment.

Millenials Fun(d) Talks #2: Create Good Financial Habits by Investing

Millenials Fun(d) Talks #2: Create Good Financial Habits by Investing

“When you invest, you’re buying a day that you don’t have to work.” – Aya Laraya

  Sukses terselenggara di Jakarta, Dreamdelion bersama Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia kembali menggelar talk show Milenials Fun(d) Talks jilid dua pada Sabtu, 1 Desember 2018. Berlokasi di Hotel Grand Aston Yogyakarta, talk show ini dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari siswa sekolah menengah, mahasiswa hingga profesional dengan beragam latar belakang.

  Pada kesempatan ini, Dreamdelion menyapa teman-teman Yogyakarta dengan mengusung tema “Creating Good Financial Habits, Start Investing!” Hadir sebagai narasumber Pak Bimahyunaidi Umayah dari Direktorat Pengelolaan Investasi OJK dan Pak Denny N. Thaher selaku Founder PT XDana Investa Indonesia. Talk show Milenials Fun(d) Talks dibuka langsung oleh Bapak Sujanto selaku Direktur Pengelolaan Investasi OJK.

  “Acaranya bagus terutama buat yang pengen tau tentang nabung surat berharga gitu ya, bisa untuk umum yang tidak memiliki latar belakang belajar ekonomi. Waktunya juga baik, makanannya enak. Mantap deh pokoknya!” ujar Laura, salah satu peserta talkshow Millenials Fun(d) Talks.

  Selaras dengan kegiatan terdahulu, talk show Millenials Fun(d) Talks memiliki tujuan memberikan informasi yang tepat mengenai investasi khususnya reksa dana bagi milenial. Dengan harapan generasi muda dapat mengelola keuangan dengan cermat dan tidak lagi ragu untuk sesegera mungkin memulai berinvestasi.

Millenials Fun(d) Talks #1: Memulai Investasi Keuangan Kenapa Harus Nanti?

Millenials Fun(d) Talks #1: Memulai Investasi Keuangan Kenapa Harus Nanti?

    “Investasi itu susah dan butuh modal besar. Jadi nanti aja deh nunggu mapan!

     Kata ‘investasi’ terdengar asing di kalangan anak muda. Anggapan bahwa investasi hanya untuk orang-orang yang lebih dewasa dengan latar belakang ekonomi masih menjadi keraguan milenial melakukan investasi di usia muda. Padahal investasi harus dilakukan sedini mungkin, lho!

    Untuk mengenalkan investasi pada milenial, Dreamdelion bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia mengadakan talkshow Millenials Fun(d) Talks pada  Sabtu, 29 September 2018 lalu.

   Bertempat di Swiss-Bell Hotel Pondok Indah, Jakarta Selatan, talkshow ini menghadirkan Bapak Bimahyunaidi Umayah dari Direktorat Pengelolaan Investasi OJK dan Ibu Putu Kurniasari selaku Head of Research marketplace reksa dana daring terintegrasi pertama di Indonesia yakni Bareksa.

    Acara diawali dengan sambutan CEO Dreamdelion Evaulia Nindya Kirana, kemudian dilanjutkan pembukaan talk show Millenials Fun(d) Talks oleh Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yunita Linda Sari.

  Bertemakan “Investasi Kenapa Harus Nanti?” Dreamdelion mengajak milenial untuk mau dan berani memulai investasi. Selain itu, pembiacara pada acara seru ini juga memaparkan bagaimana cara efektif  mengelola uang di tengah banyaknya kebutuhan hingga tata cara investasi kekinian yang tentunya mudah untuk dilakukan bahkan melalui ponsel.

    Kegiatan talk show Millenials Fun(d) Talks merupakan bentuk misi Dreamdelion menambah wawasan anak muda sebagai pemegang peran penting dalam perubahan sosial. Dengan diadakannya talk show tersebut diharapkan bisa membuat milenial ‘melek’ akan pentingnya mengelola keuangan dan mendapatkan informasi yang tepat untuk sedini mungkin dalam berinvestasi, khususnya investasi reksa dana.

NgoDe: Dinamis Ikuti Pergerakan Pemuda Ciptakan Perubahan Sosial

NgoDe: Dinamis Ikuti Pergerakan Pemuda Ciptakan Perubahan Sosial

Indonesian youth studies have in many ways followed the general pattern and trends of the broader field
of youth studies – Naafs and White

Dewasa ini, pemuda disebut sebagai tonggak penerus perjalanan bangsa. Konon katanya, pemuda Indonesia merupakan pewaris generasi yang seharusnya memiliki nilai-nilai luhur, bertingkah laku baik, berjiwa membangun, cinta tanah air, memiliki visi dan tujuan positif.

Namun, siapakah pemuda yang dimaksud di sini?

Pemuda atau youth adalah seseorang yang memiliki rasa semangat yang tinggi untuk mencapai apa yang dikehendaki. Dalam salah satu pidato dari Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia menyebutkan pemuda sebagai kunci utama keberhasilan bangsa Indonesia. Beberapa tahun belakangan ini, pemuda dikenal dengan istilah generasi zaman now yang mana bergerak secara dinamis mengikuti perkembangan zaman. Beberapa perilaku pemuda menjadi sorotan di zaman serba modern ini.

Di era digital dengan koneksi internet di mana-mana sekarang ini, pengetahuan dan hal-hal yang terjadi di suatu tempat bisa dapat dengan mudah tersebar ke seluruh dunia. Menurut laporan yang disampaikan oleh Kemkominfo, jumlah pemuda yang memiliki perilaku Streaming Native kian tak terbendung. Rata-rata mereka menghabiskan waktu di depan layar perangkat smartphone sekitar tiga jam per hari. Waktu yang dialokasikan untuk menonton streaming juga meningkat tiga kali lipat. Teknologi telah membuat para generasi internet tersebut mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan dan sumber berita utama bagi masyarakat.

Sejatinya, pemuda membutuhkan informasi sebanyak-banyaknya untuk mengembangkan potensi diri. Tentunya, teknologi internet memiliki andil besar dalam hal tersebut. Namun, tahukah kalian bahwa konten yang ada di internet dan sosial media sekarang ini banyak mengandung hal-hal yang berbau negatif apabila tidak dipilah-pilah?

Dreamdelion, sebagai komunitas yang berfokus pada community development dan youth empowerment menghadirkan sebuah program bernama Ngobrol Dreamdelion (NgoDe). Sejalan dengan visi dan misi untuk menciptakan perubahan sosial melalui peran pemuda dan komunitas setempat, Dreamdelion menghadirkan NgoDe sebagai bentuk kepedulian akan pemuda yang haus akan ilmu. NgoDe merupakan salah satu program divisi Product Development Dreamdelion yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang. NgoDe hadir untuk menambah pengetahuan lebih dalam kepada pemuda tentang berbagai topik yang bermanfaat. Selain itu, NgoDe juga diharapkan dapat memberikan wadah diskusi bagi anak muda dengan para eksper melalui media sosial Instagram live.

Berbagai narasumber yang pernah mengisi NgoDe di antaranya Tika Bravani dan temanngejus, Ola dari Bahasodotcom, Ryan Filbert, dan Jiemi Ardian.

NgoDe #1

NgoDe #1 dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 April 2018 dengan narasumber Tika Bravani yang merupakan seorang aktris dan inisiator #TemanNgejus. Di set pada pukul 19.00–20.00 WIB, NgoDe #1 berbincang-bincang mengenai “Hidup Sehat itu Bukan Sekadar Tren, tapi Lifestyle!”

NgoDe #2

NgoDe #2 berlangsung pada hari Rabu, 30 Mei 2018 dengan narasumber Soulaya Lestary, Community Manager @bahasodotcom. Dengan membawakan tema “English Hacks: Talk Like a Native”, Soulaya Lestary berbagi ilmu bagaimana bisa bicara dalam Bahasa Inggris dengan lebih lancar.

NgoDe #3

NgoDe #3 dilaksanakan pada hari Minggu, 2 September 2018 dengan narasumber Ryan Filbert, praktisi dan inspirator investasi, guru, dan penulis 15 buku investasi. Dengan topik “Bisa ini itu dengan Investasi!”, Ryan Filbert berbicara mengenai tips jitu kelola keuangan dengan bijaksana lewat investasi.

NgoDe #4

NgoDe #4 berlangsung pada hari Sabtu, 19 Januari 2019 dengan narasumber Dr. Jiemi Ardian yang merupakan Medical Doktor, Psychiatric Resident, National Hypnotherapy Instructor. Dr. Jiemi Ardian membawakan tema “New Year, New Me” yang berbicara mengenai bagaimana membangun resolusi untuk mengoptimalkan potensi diri selama setahun ke depan.

Dalam pelaksanaannya selama setahun terakhir ini, NgoDe berhasil menarik perhatian pemuda untuk menambah pengetahuan yang bermanfaat. Dreamdelion berharap ke depannya NgoDe akan terus menghadirkan para expert yang inspiratif dengan topik terkini yang sesuai dengan kebutuhan pemuda Indonesia.

Referensi:

Azca, M. Najib & Rahadianto, Oki. 2012. ESAI: Mengapa Menerbitkan Jurnal Studi Pemuda?. Jurnal Studi Pemuda. Vol. 1, No.1

Bintari, P.N. & Darmawan,C. 2016. Peran Pemuda sebagai Penerus Tradisi Sambatan dalam Rangka Pembentukan Karakter Gotong Royong. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Vol. 25, No. 1

Dreamdelion. 2017. Visi dan Misi. Diakses melalui http://dreamdelion.com/visi-dan-misi/ pada 31 Maret 2019

Fakultas Hukum Universitas Indonesia. 2016. Pemuda sebagai Kunci Utama Keberhasilan Bangsa Indonesia. Diakses melalui http://law.ui.ac.id/v3/pemuda-sebagai-kunci-utama-keberhasilan-bangsa-indonesia/ pada 31 Maret 2019

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. 2016. Mengenal Generasi Millenial. Diakses melalui https://www.kominfo.go.id/content/detail/8566/mengenal-generasi-millennial/0/sorotan_media pada 31 Maret 2019

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. 2017. Ini Konten Negatif yang Dominan di Indonesia. Diakses melalui https://kominfo.go.id/content/detail/11711/ini-konten-negatif-yang-dominan-di-indonesia/0/sorotan_media pada 31 Maret 2019

Naafs, Suzanne & White, Ben. 2012. “Intermediate generations: reflections on Indonesian youth studies.” The Asia Pacific Journal of Anthropology, vol. 13 issue 1. Pp. 3-20. Canberra: ANU

Press Release: Dreamdelion Gelar Karya Anak Spesial di Jakarta Timur

Press Release: Dreamdelion Gelar Karya Anak Spesial di Jakarta Timur

Sebuah inisiatif Dreamdelion dan Rumah Autis mengajak masyarakat Indonesia untuk peduli dan menghargai karya para penyandang disabilitas

Jakarta, 25 Maret 2018 – Sebagai sebuah komunitas sosial yang fokus pada pemberdayaan masyarakat sejak tahun 2012, Dreamdelion percaya bahwa setiap karya sudah sepatutnya diapresiasi, termasuk karya yang dihasilkan oleh rekan-rekan disabilitas. Guna mewujudkan kesetaraan dalam berkarya bagi mereka, Dreamdelion bekerja sama dengan Rumah Autis, mengadakan acara bertajuk Gelar Karya Anak Spesial (GKAS) yang dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2018 di Lt. LG Green Pramuka Square mulai pukul 11.00 – 20.30 WIB sebagai puncak acara dari keseluruhan rangkaian kegiatan GKAS.

Gelar Karya Anak Spesial merupakan program yang dibentuk untuk memberikan wadah kepada komunitas penyandang disabilitas untuk menunjukkan hasil karyanya.

Rangkaian acara GKAS dimulai dengan kampanye online dan offline mengenai kesadaran masyarakat terhadap terbatasnya ruang gerak penyandang disabilitas untuk berkarya. Dalam acara puncak sendiri, GKAS akan memberikan panggung apresiasi terhadap penyandang disabilitas untuk menunjukkan keahlian yang dimiliki, pun menjadi platform bagi mereka untuk menunjukkan karya spesial mereka, sekaligus juga memberikan pelatihan bahasa isyarat dan sesi talkshow untuk mengedukasi masyarakat umum yang hadir pada acara ini. Dengan mengusung tema “See the Able, Not the Label”, GKAS hadir dan mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan teman-teman disabilitas dimana mereka juga mampu memiliki karya spesial serta mandiri dalam melakukan aktivitasnya.

Alia Noor Anoviar sebagai Founder Dreamdelion menyatakan latar belakang pelaksanaan GKAS, “Kami ingin dapat memberdayakan rekan-rekan kita yang spesial. Selama ini Dreamdelion memang sudah menyentuh masyarakat, tapi ini menjadi kesempatan pertama kami mencoba untuk menyentuh kegiatan dalam target yang berbeda. Ini juga selaras dengan keinginan dari partner Rumah Autis yang ingin membentuk kegiatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap rekan rekan disabilitas, sehingga kami bekerja sama untuk mewujudkan hal tersebut.”

Dalam acara GKAS ini pula terdapat dua sesi talkshow dengan tema pertama, yakni “Merajut Impian di Tengah Keterbatasan” yang akan dihadiri oleh Michael Anthony (Pianist), Mimi Mariana Lusli (CEO Mimi Institute), Habibie Afsyah(Internet Marketer), dan Sela Fasya sebagai moderator. Serta talkshow kedua yang bertemakan “Mewujudkan Kesetaraan dalam Dunia Kerja bagi Para Disabilitas” turut menghadirkan Dimas Muharram (CEO Kartunet), Nicky Claraentia Pratiwi (Head of Business Development Thisable Enterprise), dan Bayu Oktara selaku moderator. Terdapat pula booth yang menghadirkan produk-produk unggulan karya penyandang disabilitas serta launching toko online sebagai bentuk wadah produk hasil karya penyandang disabilitas.

GKAS bekerja sama dengan beberapa komunitas dalam pelaksanaan kegiatan GKAS. Beberapa yayasan yang tergabung adalah Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta, Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI), Mimi Institute, Rumah I’m Star, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Little Hijabi, Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI), Persatuan Tunanetra

Indonesia (Pertuni), Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo), Theater Kita, dan Rumah Dongeng Pelangi. Tergabungnya komunitas-komunitas tersebut adalah untuk mendukung dan mewujudkan kesuksesan dalam keberlangsungan acara ini.

Bersamaan dengan terselenggaranya GKAS ini, diharapkan perjuangan terhadap kesetaraan penyandang disabilitas tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan akan tetap terus berjalan agar toleransi yang nyata dapat tercapai. Dengan begitu, kesetaraan bagi penyandang disabilitas akan terwujud, di mana setiap manusia berhak memberikan yang terbaik untuk menghasilkan karya spesial, dan meraih mimpi bersama terlepas dari apapun kondisinya.

Let’s see the able, not the label!

Tentang Dreamdelion 

Dreamdelion Community Empowerment (Yayasan Dreamdelion Indonesia) merupakan komunitas pemberdayaan maasyarakat yang berdiri sejak 18 Juli 2012 dan berfokus kepada pengembangan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, serta pelatihan kepemudaan untuk peningkatan kapasitas anak-anak muda.  

Tentang Rumah Autis 

Rumah Autis merupakan sebuah lembaga sosial yang didirikan dengan tujuan untuk menjembatani kebutuhan akan tempat terapi maupun sekolah bagi penyandang autis maupun anak berkebutuhan khusus (ABK) dari keluarga tidak mampu dengan biaya yang terjangkau bahkan gratis. 

Pertemuan Perdana Dreamteam Merajut Metamorfosis Angan Bersama

Dreamteam

Pertemuan Perdana Dreamteam Merajut Metamorfosis Angan Bersama

Wajah-wajah asing yang berseliweran di Padepokan Asa Wedomartini melakukan pertemuan pertama mereka. Setelah nama anggota Dreamteam diumumkan, Dreamdelion mengadakan rangkaian acara yang berisi Dreamteam First Gathering (2/2) dan Dreamteam Team Bonding (3-4/2). Pada hari pertama, Dreamers disuguhi wawasan baru tentang Upgrading Yourself through Social Activities oleh Irvandias Sanjaya, seorang CEO @designfordream dan juga Mahasiswa Berprestasi 2 Liga Mapres Universitas Gadjah Mada 2017.

“Merencanakan pengembangan diri perlu punya tools. Teman-teman harus mau belajar meski tidak relate. Dengan adanya tools, framework bisa terbentuk. Maka dari itu, kita wajib proaktif mencari tools untuk bisa berkembang,” ujar Dias penuh semangat. Energi yang ditularkan mampu menarik antusiasme peserta Dreamers untuk menggali pengembangan diri lebih jauh. Selain itu, Dias menambahkan bahwa masalah terbiasa menjadi kata kunci dari sukses. Pun, membangun kebiasaan positif dimulai dari pagi hingga malam setiap harinya. Tidak heran, beliau menutup pemaparannya berupa kalimat – effort matters.

Suasana semakin meriah tatkala hari kedua tiba. Dreamers yang telah berkumpul di Dusun Sejatidesa pukul 12.00 bersiap-siap untuk menghadapi rentetan kegiatan outbound. Pelatih didatangkan langsung dari @motuoutbound berkat hubungan @villageria_id yang akan mengatur jalannya acara. Layaknya insan yang belum lama bertemu, setiap anggota Dreamers memperkenalkan diri terlebih dahulu dengan menyebut nama lengkap, jurusan kuliah, dan subdivisi yang diampu. Tidak berhenti di situ, Dreamers diminta menyebutkan nama artis yang mirip dengan diri mereka, asal kota, dan pencapaian paling berkesan.

“Saya Dilan yang berasal dari Kuningan. Pencapaian paling berkesan bagi saya adalah dapat memimpin himpunan jurusan mahasiswa sebagai ketua,” seru salah satu Dreamers yang bernama asli Ivan. Kontan, tawa semua peserta yang hadir meledak. Secara bergiliran, Dreamers menyebut jawaban sesuai ketentuan berlaku sehingga Dreamers lebih mudah dikenal dan diingat sampai kedepannya. Saat sesi perkenalan berakhir, beberapa permainan ringan yang menguji kekompakan dari Dreamers dicoba. Ada check one-check two dan sebut angka. Seluruh permainan tentunya mempunyai nilai kebermanfaatan selama mendalami karakter masing-masing individu Dreamers.

Selanjutnya, Dreamers dibagi menjadi tiga tim besar. Strategi yang disusun oleh ketiga tim tersebut harus mampu memecahkan masalah dari si “peternak ayam”. Setiap tim dimaksudkan membuat alat yang bisa menampung telur dengan persyaratan tertentu. Nantinya, persyaratan yang diberikan akan menguji kreativitas, komunikasi, dan kerja sama tim. Bukan menang atau kalah yang dicari. Sebagaimana Dias berucap, usaha terbaik yang dikeluarkan ketiga tim berperan penting.

Gelap berlabuh. Kemunculan malam di tengah kegiatan Dreamdelion menambah syahdunya keseriusan Dreamers saat mendengarkan penjelasan dari para co-founder terkait Dreamdelion. Sekadar informasi, Dreamdelion mempunyai 6 divisi di dalamnya, yaitu Secretary, Human Resources, Community Development, External Affairs, Creative, dan Product Development. Pada penghujung hari kedua, setiap divisi berkumpul dan berdiskusi mengenai karya yang ingin dihasilkan bagi masyarakat. Bahwasanya, Dreamdelion hadir demi menciptakan perubahan sosial yang lebih baik melalui peran anak-anak muda dan komunitas setempat.

Suara kokok ayam bersahutan diselingi cahaya matahari yang kian merangkak naik. Hari terakhir Dreamteam Team Bonding diawali dengan senam pagi dan permainan tanya jawab. Semangat Dreamers meningkat tajam sembari outbound resmi dimulai. Sulitnya permainan pertama yang mengasah otak tidak membuat dua tim besar patah asa. Tim Aray yang berhasil memenangkan permainan pertama berhak memperoleh hadiah. Namun, tim Dream tidak mau ketinggalan sebab mereka menang atas permainan kedua, yakni jemput bola. Pos terakhir yang merupakan final dari outbound diwakili oleh semua Dreamers. Kedua tim dipersatukan dan diberi tugas menyelamatkan lilin dari serangan air. Pastinya, Dreamers sukses melakukan misi tersebut hingga garis finish walaupun basah kuyup di sekujur tubuh.

Rasa haru menyatu bersama kehangatan Dreamers. Kendati mereka baru bertemu tiga hari, keakraban sudah menjalar antarpribadi. Surat sayang yang berisikan kesan pesan tentang diri sendiri diterima oleh masing-masing Dreamers. Semoga kenangan yang terekam dalam rangkaian acara untuk Dreamteam dapat terus mendorong semangat Dreamers agar senantiasa berkarya bagi kepentingan bersama, baik masyarakat maupun lingkungan karena:

“Coming together is a beginning, keeping together is progress, working together is success.” – Henry Ford

 

 

Written by Santini Dewi Putri – Content Writer

Ibu-Ibu Kampoeng Dolanan Melenggang Senang di Atas Rel Kereta Api

Ibu-Ibu Kampoeng Dolanan Melenggang Senang di Atas Rel Kereta Api

Ada cara unik dalam memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember kemarin. Minggu (24/12) beberapa pihak yang ada di Kampoeng Dolanan mengadakan sebuah Festival dengan konsep acara yang berbeda dari biasanya yakni Festival Ibu Kreatif. Acara Festival Ibu Kreatif ini merupakan hasil kolaborasi yang apik antara komunitas Dreamdelion, Komunitas Kampoeng Dolanan, Komunitas Padipari dan juga masyarakat di sekitar Kampoeng Dolanan.

Kampoeng Dolanan terletak di wilayah depo lokomotif Sidotopo. Untuk menuju tempat acara Festival Ibu Kreatif atau (Fesbuk) 2017 ini harus terlebih dahulu melintasi tepi rel kereta api di wilayah Jalan Kenjeran IV-C Kelurahan Simokerto tersebut. Meskipun masih ada kereta yang aktif melintasi perkampungan tersebut, tidak menghalangi berjalannya acara ini. Festival Ibu Kreatif merupakan persembahan khusus untuk pengunjung yang didalamnya terdapat beberapa serangkaian acara diantaranya Fashion Show diatas rel kereta api, Workshop daur ulang, Latar Dolanan, Untukmu Ibu yang merupakan persembahan anak-anak terhadap ibunya masing-masing, Gelar karya daur ulang, Bazaar, dan masih banyak lagi hiburan lainnya.

Fashion Show diatas rel kereta api merupakan kali pertama kegiatan yang diadakan di Kampoeng Dolanan. Ada sekitar 17 Ibu-ibu yang penuh percaya diri melenggang diatas rel kereta api. Kostum yang mereka kenakan merupakan kostum daur ulang yang berasal dari karung goni, bekas karung beras, kantong plastik bekas, bekas sachet makanan dan minuman, kertas koran, dan bahan bekas lainnya. Untuk bisa bergaya diatas rel kereta api merupakan hal yang tidak terbayangkan oleh ibu-ibu sebelumnya, “Awalnya saya takut kepleset karena jalanan diatas rel juga tidak rata, jadi perlu latihan sebelumnya,” tutur Erna, salah satu peserta fashion show daur ulang tersebut. Salah satu pihak yang turut mendukung ibu-ibu dalam memunculkan ide kreatif ini adalah Mayang. Mayang merupakan perempuan yang turut berperan dalam mendampingi ibu-ibu membuat karya daur ulang. Pada saat fashion show, Mayang juga tak kalah mengenakan kostum daur ulang yang bernuansa warna kuning dan merah dengan berbentuk merak serta mengenakan topi yang berbahan dasar daur ulang.  “Saya senang melihat ibu-ibu bisa berkarya dan kreatif, membuat kostum daur ulang yang bagus-bagus, intinya setiap ada keinginan yang kuat ibu-ibu pasti bisa,” tutur warga Kampung Lawas Maspati Surabaya tersebut.

Terselenggaranya acara Fesbuk 2017 ini juga mendapatkan dukungan penuh dari setiap warga tak terkecuali Akbar yang merupakan ketua RT 4 RW 2 Kelurahan Simokerto tersebut, “Ini baru awal, perjalanan masih panjang. Semoga kegiatan ini tetap berlangsung dan membawa manfaat bagi kampung dan masing-masing individu,” ujar Akbar. M. Idfy Fuadi mengaku bahwa dirinya merasa senang ikut terlibat dalam acara Fesbuk 2017 ini, “Saya ikut terharu ketika menyaksikan secara langsung pengunjung meneteskan air mata pada saat adik-adik membacakan puisi untuk ibu mereka,” tutur ketua komunitas padipari tersebut.

Beberapa kegiatan lainnya seperti Untukmu Ibu yang merupakan persembahan karya daur ulang anak-anak Kampoeng Dolanan kepada ibu mereka masing-masing. Karya daur ulang tersebut berbentuk pop up yang terselip ucapan kasih sayang mereka pada sang ibu dan dibuat pada saat acara berlangsung. Tak disangka acara Festival Ibu Kreatif ini mendapat respon yang positif dari masyarakat hingga menghadirkan ratusan pengunjung. Beberapa komunitas juga turut hadir meramaikan kegiatan Festival Ibu Kreatif ini, salah satunya adalah Ulfa, “Keren banget bisa kepikiran punya konsep kolaborasi yang kayak gini, sangat menginspirasi. Semoga komunitas lainnya yang hadir disini bisa berkolaborasi untuk melahirkan karya yang positif” ujar salah satu anggota Komunitas Earth Hour Surabaya tersebut.

Oleh: Ratih Nur Hayati | Photo: Shah Aburrojab

Sinergi Pelangi Progo Lanjutkan Kesuksesan Pasar Tenun Rakyat 2016 Lalu

Sinergi Pelangi Progo Lanjutkan Kesuksesan Pasar Tenun Rakyat 2016 Lalu

Setelah sukses dengan acara Pasar Tenun Rakyat pada tahun 2016 lalu, Dusun Sejatidesa mulai menyiapkan diri untuk mengembangkan potensi pariwisatanya. Di tahun yang sama, Dusun Sejatidesa pun telah membentuk suatu kelompok sadar wisata yang diberi nama Pokdarwis Pelangi Progo. Pada tahun pertama pembentukan, Pokdarwis Pelangi Progo bersama dengan para internee batch 6 telah banyak melakukan beberapa kegiatan sosialisasi. Di antaranya adalah sosialisasi pariwisata, sadar wisata, hingga visioning pembentukan desa wisata. Maka dari itu, internee Dreamdelion di batch 7 akan fokus pada pelatihan hal-hal teknis dalam pariwisata.

Pada bulan Oktober lalu, internee batch 7 mengadakan diskusi bersama pokdarwis mengenai perencanaan desa wisata. Hal-hal yang dibahas antara lain adalah penetapan sasaran wisatawan, penentuan atraksi wisata serta penghitungan harga dari tiap atraksi. Diskusi tersebut diikuti oleh 16 orang dari Pokdarwis Pelangi Progo, internee, mentor Dreamdelion Yogyakarta, Mas Hilmi, dan Mas Tyo yang turut membantu memberi saran dan pendapat.

Pada diskusi tersebut, pokdarwis sepakat untuk menjadikan orang dewasa dan anak-anak sebagai target kunjungan wisatawan. Sembari menentukan atraksi wisata yang disesuaikan dengan target wisata, internee menunjukkan video desa-desa wisata yang ada di Yogyakarta. Dalam video itu, beberapa aktivitas yang sederhana bisa menjadi hal yang menarik bagi wisatawan. Adapun beberapa atraksi wisata yang akhirnya berhasil ditentukan oleh pokdarwis, di antaranya adalah atraksi karawitan, tari, membuat tenun, tie dye, membuat anyaman bambu (Besek), membuat makanan tradisional (Gethuk dan Jadah), menanam padi, susur kali Progo, dan permainan tradisional (Bakiak dan Egrang). Kemudian, berdasarkan hasil penentuan atraksi wisata, pokdarwis melakukan penghitungan harga untuk masing-masing atraksi. Penghitungan harga disesuaikan dengan biaya operasional yang digunakan pada suatu atraksi serta melihat kondisi harga di desa-desa wisata yang ada di sekitar Sejatidesa.

Pada akhir diskusi, estimasi harga yang sudah ditentukan akan dikaji lagi oleh pokdarwis dan warga. Selain itu, pokdarwis juga mengagendakan untuk diskusi lebih lanjut terkait penentuan paket wisata.

oleh: Clara Shabrina, Aristya Tri Rahayu

Dreamdelion Surabaya: Sebuah Awal Baik di Kampung Dolanan

Dreamdelion Surabaya: Sebuah Awal Baik di Kampung Dolanan

Di kota Surabaya, kalian mungkin termasuk yang beruntung tinggal di perumahan atau di perkampungan yang masih terjamah oleh petugas-petugas pengangkut sampah dan memiliki lahan yang cukup luas untuk pembuatan tempat sampah per rumah. Sehingga tidak bingung untuk membuang sampah, tidak perlu untuk memikirkan pengelolaan atau pengolahan sampah selanjutnya. Padahal mungkin sebagian besar dari kalian melek akan informasi tentang pengolahan sampah, misal 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau kompos yang memungkinkan kalian dapat mempraktikannya.

Tapi bagaimana dengan mereka yang kurang beruntung seperti ibu-ibu Kampung Dolanan, mereka tinggal di tempat yang sangat minim lahan kosong. Bahkan untuk tempat sampahpun tidak ada, karena memang padatnya rumah yang tidak memungkinkan untuk membuat tempat sampah dan tidak ada petugas yang mengambil. Jadi selama ini sampah mereka dibakar di sebuah lahan atau dibuang ke sungai di sekitar kampung tersebut. Jangan marah dan berburuk sangka yaa… Bukan mereka malas ataupun tdk peduli lingkungan tetapi karena memang keadaan yang memaksa dan ditambah lagi pengetahuan yang kurang dalam pengelolaan dan pengolahan sampah.

Tapi ternyata setelah dilakukan sosialisasi mengenai sampah, cara pengelolaan dan pemanfaatan sampah, mereka memiliki semangat dan kemauan luar biasa untuk mengatasi masalah persampahan di kampungnya. Kami dari Dreamdelion Surabaya sampai kagum dan terharu atas semangat ibu-ibu tersebut saat mengajak mereka untuk bersama-sama menangani masalah sampah di lingkungan mereka. Mereka mau belajar dan mempraktikkan pelajaran yang sudah kami bagikan dengan semangat. Padahal ada ibu-ibu yang tidak bisa baca, yang kalau diberi handout materi cuma dilihat gambar-gambarnya saja, namun ibu ini tetap semangat dengan bertanya. Kami berkumpul dan belajar di pinggir rel kereta (namun rel tersebut sudah jarang dilewati kereta) karena memang di situ tempat mereka biasa berkumpul mengadakan kegiatan.

Kami Dreamdelion mohon doa dari teman-teman untuk terus bisa menjaga semangat ibu-ibu di Kampung Dolanan ini. Dan juga atas kelancaran seluruh kegiatan yang akan kami lakukan bersama dan ibu-ibu di Kampung Dolanan. Kami sangat senang dan sangat terbuka jika ada dari teman-teman yang ingin bergabung dengan kami untuk bersama-sama turun tangan membantu ibu-ibu Kampung Dolanan mencari jalan keluar akan kecemasan dan kebingungan mereka. 😄😉😃😀😊. Yuk menerapkan ilmu yang sudah kita dapatkan 😁😁

 

Written by Triadna Febriani Aabidah – Intern Dreamdelion Surabaya Batch 7