Dreamdelion

Sanggar Belajar Ciptakan Anak Rusun Cerdas dan Peka Lingkungan

“Non scholae sed vitae discimus”

Kutipan di atas memiliki arti bahwa tujuan utama seseorang belajar bukanlah demi nilai yang tinggi, bukan pula demi diri sendiri, orangtua, maupun guru atau institusi pendidikan, namun yang ingin dicapai adalah mendapat manfaat dari ilmu yang bisa dipergunakan dalam hidup. Proses pembelajaran di era ini lebih berorientasi kepada bagaimana meningkat kecerdasan, prestasi, keterampilan, dan bagaimana menghadapi persaingan.

Belajar tidak selamanya harus di sekolah. Seorang anak butuh wadah yang lebih luas untuk berekspresi dan berinovasi. Hal ini dapat membuat seorang anak menjadi cerdas dan peka lingkungan alam dan sosial yang terjadi di sekitarnya.

Sanggar Belajar, sebagai salah satu project tim Dreamdelion Jakarta merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada anak-anak dengan mengusung tema pendidikan. Berlokasi di Rusunawa Pinus Elok Blok A, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Sanggar Belajar hadir untuk memfasilitasi adik-adik di rusun untuk belajar sambil bermain bersama.

Seperti yang diketahui Sanggar Kegiatan Belajar merupakan sanggar yang didalamnya bukan hanya mengajarkan anak-anak tentang pendidikan yang ada di sekolah formal, tetapi juga ketrampilan yang dapat menunjang masa depan anak-anak. Pelajaran yang diajarkan terkait pengetahuan umum yang juga dijelaskan melalui suatu materi dan juga dipraktikan secara langsung. Misalkan mengusung tema kesehatan, kebersihan, kebudayaan Indonesia, atau science experiment.

Sanggar Belajar diadakan sekali dalam sepekan, yaitu pada hari Minggu. Jumlah anak-anak yang hadir setiap pekannya tentatif, bisa sekitar 20-30 orang. Sedangkan pengajar terdiri atas 9 orang, yang dibantu dari tim inti sanggar belajar dan Dreamteam. Bahkan terkadang tiap pekannya ada volunteer yang juga ikut membantu kegiatan belajar mengajar di rusun.

Proses pembelajaran yang diterapkan dalam Sanggar Belajar mengajarkan pendidikan karakter untuk membentuk moral yang baik untuk adik-adik rusun. Para pengajar menyelipkan pelajaran implisit seperti bagaimana harus meminta maaf kepada orang lain atau bagaimana mengucapkan terima kasih kepada orang lain, serta membiasakan untuk berperilaku sopan santun.

Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan di sanggar belajar adalah membuat alat perangkap nyamuk sederhana, membuat kain jumputan, mengenalkan kebudayaan Indonesia, serta berbagai science experiment.

× Mari berkolaborasi!
Share via
Copy link