Vertikultur Project: Melihat Manggarai yang Lebih Bersih dan Hijau

Vertikultur Project: Melihat Manggarai  yang Lebih Bersih dan Hijau

“Kondisi lingkungannya sangat memprihatinkan! Daerahnya kumuh, banyak sampah yang menggunung dan berserakan, serta sangat jarang dijumpai tanaman,” hal itu yang diungkapkan oleh Euis Ratna Sari, Koordinator Dreamdelion Sehat. Berawal dari keprihatinan itu, ia dan tim Dreamdelion Sehat menelurkan sebuah ide untuk melaksanakan program bertajuk “Vertikultur”. Program yang dimulai tahun 2014 itu terlaksana atas kerjasama antara Dreamdelion Sehat dengan salah seorang dosen Arsitektur UI yaitu Bapak Joko. Dana hibah yang ketika itu turun dari Community Engagement Grants (CEGs) Direktorat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat (DPRM) UI, selanjutnya dikelola untuk mengadakan program ini di dua RW di Manggarai, yaitu RW 04 dan RW 08.

Dalam program Vertikultur, Dreamdelion Sehat mengadakan kegiatan penghijauan menggunakan konsep pertanian bertingkat dalam mengoptimalkan lahan sempit di Manggarai untuk bercocok tanam. Cara bercocok tanam yang pertama kali dicetuskan oleh salah satu perusahaan benih di Swiss dengan konsep “vertical garden” pada tahun 1945 ini, memang menjadi jawaban yang tepat untuk berkebun dengan lahan sempit. Seperti yang diungkapkan Euis Ratna Sari, “Lahan 1 meter yang biasanya hanya mampu digunakan untuk menanam 5 batang sayuran, dengan menggunakan teknik vertikultur dapat dimanfaatkan untuk menanam hingga 20 batang sayuran atau 4 kali dari sistem konvensional.”

Selain kegiatan itu, Dreamdelion Sehat juga memberikan pelatihan pembuatan kompos sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengelola sampah organik yang banyak ditemui di Manggarai. Dalam pelatihan tersebut, warga diberi wawasan mengenai cara memilah sampah, menyiapkan sampah untuk dapat diolah menjadi kompos, membuat Mikro Organisme Lokal (MOL), membuat media tanaman, memilih benih tanaman yang akan di tanam, budidaya lele di dalam tong (BULETONG), dan kegiatan berkebun jahe. Di beberapa kesempatan, warga diajak untuk studi banding ke beberapa tempat seperti ke pengelolaan sampah mandiri di daerah Kemanggisan yang dikelola oleh Bapak Artomo.

Seperti salah satu nilai yang dijunjung oleh komunitas Dreamdelion yaitu berupaya untuk selalu berkolaborasi, Dreamdelion Sehat banyak melibatkan pihak lain dalam pelaksanaan program vertikultur. Selain bersama Bapak Joko, Dreamdelion Sehat bekerjasama dengan Dosen IPB untuk pelatihan pembuatan kompos dan kegiatan Budidaya Lele dalam Tong (BULETONG), Akademi Kompos untuk pembuatan kompos, Indonesia Berkebun untuk pelatihan menanam menggunakan metode vertikultur, serta Jakarta Urban Farming untuk kegiatan berkebun jahe.

Program Vertikultur diikuti masyarakat dengan antusias serta banyak mendapatkan apresiasi dari warga. Mewakili masyarakat Manggarai, Ketua PKK RW 08 Manggarai, yaitu ibu Yeni mengungkapkan, “Kami mendukung penuh kegiatan ini. Kami berharap kegiatan ini bisa lebih berkembang lagi sehingga kami juga bisa mendapatkan income untuk pendapatan keluarga”.

Apresiasi juga ditunjukan oleh beberapa pihak yang berkolaborasi dengan Dreamdelion Seperti yang diungkapkan Kak Tomo. Sebagai penggiat lingkungan ia mengatakan, “Melihat Dreamdelion yang banyak diisi oleh intelektual muda, terlebih mayoritas adalah mahasiswi, mau mendekati masyarakat untuk mengelola sampah melalui program Vertikultur, hal ini perlu diapresiasi. Saya salut terhadap Dreamdelion!”

Semakin berkembangnya kegiatan, Dreamdelion juga dipandang positif oleh Bapak Joko, beliau berpesan, “Seiring dengan berkembangnya Dreamdelion yang diisi oleh semangat-semangat muda yang terus bermimpi, tampaknya Dreamdelion perlu memikirkan untuk menambah Sumber Daya Manusia dan penyempurnaan Organisasi. Dengan demikian saya yakin Dreamdelion dapat meraih mimpi besarnya!”

Mimpi besar itu kini mulai dirajut kembali oleh Diana Hemas sebagai koordinator Dreamdelion Sehat. Program Vertikultur yang selama ini masih digunakan untuk konsumsi sendiri, akan dikembangkan kearah bisnis. “Program Vertikultur yang dikelola warga selama ini masih untuk diolah dan dikonsumsi sendiri. Tahun ini (2016), kami sedang mengupayakan untuk mengembangkan dari segi bisnisnya,” ucap Diana Hemas. Kedepannya program ini juga berupaya untuk memperkenalkan pengetahuan baru melalui kegiatan tanaman hidroponik. Diungkapkan oleh Isman, salah seorang volunteer di Dreamdelion Sehat, “Kami telah membuka peluang berkolaborasi dengan Komunitas Hidroponik untuk mengembangkan penanaman sayur menggunakan sistem ini.”

Semakin berkembangnya program vertikultur diharap akan semakin menjaring minat warga untuk terlibat dalam program ini, sehingga warga semakin berdaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan disekitar mereka yang dulu kumuh serta minim penghijauan menjadi Manggarai yang lebih bersih, sehat, dan hijau!

Written by : Dipta B

Add Comment

20 − 4 =