Stagen: Start Again for a The Better Future

Stagen: Start Again for a The Better Future

Sesederhana nama yang diberikan “Stagen: Start Again, Dreamdelion ingin memulai kembali tradisi tenun yang terancam hilang. Dreamdelion ingin eksistensi tenun, terutama tenun stagen di Yogyakarta, bisa kembali naik dan mendunia. Untuk itulah Dreamdelion membuat pameran ini. Masih satu rangkaian dengan Pasar Tenun Rakyat, pameran “Stagen: Start Again” hadir sebagai upaya untuk membuat tenun lebih dikenal oleh kalangan luas.

Pameran Stagen: Start Again ini dilaksanakan pada awal tahun 2016, yaitu 13-17 Februari 2016. Acara ini merupakan sebuah kolaborasi antara Dreamdelion Yogyakarta dengan Jelajah Indi Komunikasi (JIKom), House of Lawe, serta dukungan penuh dari Global Environmental Facility-Small Grants Programme (GEF-SGP).  Keberadaan pameran ini juga merupakan salah satu penyambutan dari dibukanya desa wisata pewarna alam (Rainbow Village) di Sejati Desa, Sumberarum, Moyudan, Sleman.

“Menenun itu tidak susah hanya butuh telaten saat nyekir, proses awal menggulung benang.”

– Mbak Jimah.

Dreamdelion berusaha untuk mendekatkan para pengunjung dengan tenun, untuk kemudian membuat semakin banyak orang yang jatuh cinta dengannya. Pameran ini mengeksplorasi tenun, mulai dari perkembangan alat tenun yang digunakan, proses pewarnaannya, hingga aneka ragam hasil jadi olahannya. Ada stagen polos untuk ikat perut setelah melahirkan, stagen warna, dan kreasi kain lurik dalam bentuk tas, jam tangan, dan sepatu.

Tidak hanya pameran, Dreamdelion juga mengundang Mbak Jimah (45) dan Mbak Sumirah (34), para penenun rainbow stagen dari Desa Sumberarum. Pengunjung dapat belajar menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kepada para penenun ini. Dalam pameran ini, beberapa gambar penenun dari luar Yogyakarta dipajang. Ada dari suku Molo, Amantun dan Amanuban, Timur Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.

Agar acara ini semakin menarik, Dreamdelion juga mengadakan kompetisi foto di Instagram. Para pengunjung pameran ini ditantang untuk mengunggah foto-foto mereka selama pameran. Tiap harinya, dipilih satu orang pemenang yang mendapatkan bingkisan menarik dari panitia.

Para media yang hadir juga banyak untuk meliput dan mempromosikan kegiatan ini. Dinas Kebudayaan dan Pariwisara Kabupaten Sleman turut menyambut baik keberadaan pameran ini.

Semoga saja setelah kegiatan ini, akan ada lebih banyak orang yang terinspirasi untuk mencintai dan menjaga kebudayaan Indonesia. Tidak ada lagi orang-orang yang dengan mudahnya menawar harga rendah untuk sebuah kain tenun. Sebab sejak awal, tenun tidak semudah itu dibuat. Ini langkah awal Dreamdelion untuk memulai kembali menghidupkan tenun.

Written by : Nisrina Putri

Add Comment

18 + 16 =