Merekam Warna-Warni Rainbow Village

Merekam Warna-Warni Rainbow Village

“The two most enganging powers of a photograph are to make new things familiar and familiar things new.” – William Thackeray.

Pada tanggal 7 Februari 2016, Dreamdelion di Yogyakarta mengadakan kompetisi Photowalk. Kegiatan ini adalah bagian dari pre event Pasar Tenun Rakyat.  Mengangkat tema yang sama, “Weaving for Life”, Dreamdelion mengajak pecinta fotografi untuk menyusuri dusun Sejati Desa, Sumberarum, Moyudan, Yogyakarta.

Hujan deras mengawali persiapan keberangkatan bersama para peserta di hari Minggu pagi. Meski demikian, 60 orang peserta tetap terlihat bersemangat untuk hadir dan berkumpul di GSP UGM.  Sebagai informasi, peserta berasal dari berbagai latar belakang, dari pelajar hingga karyawan. Ada pula beberapa komunitas yang berada di Yogyakarta, seperti Dagelan Mataram, lho!

Begitu tiba di lokasi, peserta berkumpul di Joglo Pelangi, sebuah tempat luas yang biasa digunakan untuk berkumpul warga. Perkenalan dan sejarah Rainbow Village menjadi kegiatan pertama. Kemudian, panitia membagi para peserta menjadi beberapa kelompok kecil. Kelompok kecil ini akan dipandu oleh seorang pemuda desa untuk berkeliling desa dan mengambil gambar suasana desa.

Warga desa begitu antusias dan menyambut hangat kehadiran para peserta. Mereka tak ragu membiarkan para peserta mengambil gambar dari kegiatan menenun dan aktivitas sehari-hari yang lainnya. Para peserta juga ditawari aneka hasil kebun mereka, seperti buah rambutan. Ada pula hasil olahannya yang lain seperti singkong, tahu bacem, tempe mendoan, kacang rebus, arem-arem, dan pisang. Sebisa mungkin, acara ini berusaha membuat para peserta dapat merasakan suasana pedesaan yang menyenangkan.

“Saya merasa senang bisa mengikuti acara ini. Saya bisa memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru seputar proses menenun. Tenun yang dihasilkan warga Sejati Desa merupakan salah satu produk lokal Indonesia yang harus dilestarikan.”

Pernyataan diatas dikemukakan oleh Iza, seorang siswa SMA Negeri di Yogyakarta, yang juga merupakan peserta Photowalk ini. Masih ada wajah-wajah antusias dan bahagia yang nampak dari para peserta.

Peserta juga dapat membeli kain hasil tenun warga desa di acara ini. Rainbow stagen yang berukuran mirip syal ini banyak menarik perhatian peserta. Ibu Sumirah, salah seorang warga Sejati Desa sekaligus penenun, tampak sumringah melihat antusiasme peserta saat bertanya, memotret, juga membeli hasil tenunnya.

Pada pukul 12.00 WIB atau tepat tengah hari. Peserta kembali berkumpul di Joglo Pelangi untuk beristirahat dan mengikuti beberapa kuis berhadiah. Agenda foto bersama menutup rangkaian kegiatan Photowalk ini.

Proses penjurian dilakukan melalui penilaian postingan di Instagram untuk hasil foto sepanjang kegiatan Photowalk ini. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah membuat foto-foto ini menjadi viral dan dilihat oleh banyak orang. Sehingga akan semakin banyak orang mengetahui keberadaan tenun lurik di Rainbow Village. Dreamdelion menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu media promosi keberadaan agenda utama Pasar Tenun Rakyat, yaitu Live in.

Ingin berkunjung ke Sejati Desa tapi belum tahu alamatnya dimana? Feel free to ask us! #WeavingForLife: Kalau bukan kita yang menjaga budaya, siapa lagi?

Written by : Nisrina Putri | Photo by : Randitya A

Add Comment

one + one =