Ketika Menjalankan Bisnis Sosial dengan Passion, Alia: Hidup adalah Tantangannya!

Ketika Menjalankan Bisnis Sosial dengan Passion,  Alia: Hidup adalah Tantangannya!

Kata passion merupakan kata yang biasa didengar, terutama di kalangan anak muda yang masih mencari jati dirinya. Kata yang berasal dari serapan bahasa Inggris ini sebenarnya memiliki arti gairah, semangat, keinginan besar, dan sebagainya. Banyak pihak yang mengartikan passion sebagai sesuatu yang memang benar-benar diinginkan yang datang dari dalam diri. Menurut Alia Noor Anoviar, penggagas Dreamdelion, “Passion merupakan perasaan yang kuat untuk melakukan suatu hal, bisa jadi karena hal tersebut merupakan bagian dari minat dan bakat yang dimiliki, bisa jadi sesuatu tersebut adalah hal yang sangat dapat memotivasi seseorang mencapai target tertentu dalam kehidupannya.”

Sebagai mahasiswa lulusan FEUI, ia sangat ingin membentuk suatu gerakan konkret mengenai pemberdayaan masyarakat. Suatu gerakan yang mampu menjawab permasalahan sosial, khususnya permasalahan pada masyarakat marjinal. Berangkat dari passion inilah Alia membentuk komunitas bisnis sosial Dreamdelion pada 18 Juli 2012.

Titik balik bagi Alia untuk melanjutkan passion-nya dan membuat sebuah komunitas bisnis berawal dari pengalamannya saat melakukan pertukaran pelajar ke Thailand. Selama menjadi mahasiswi di Fakultas Ekonomi, Alia selalu dicekoki dengan teori stakeholder (teori pemangku kepentingan) dan stockholder (teori pemegang saham). Teori yang sangat akrab dalam memaksimalisasi keuntungan pribadi yang kemudian membentuk Alia menjadi penganut individualisme. Namun, semua itu berubah ketika ia di Thailand. Sewaktu pertukaran pelajar, Alia diperkenalkan dengan konsep bisnis sosial yang tidak melulu membicarakan tentang modal, tidak selalu membicarakan keuntungan materi saja, dan bisnis itu lah yang dinamakan bisnis sosial atau sociopreneur. Sebuah konsep yang telah menginspirasi Alia untuk kemudian menggagas Dreamdelion.

Nama Dreamdelion sendiri mengandung dua kata, yakni kata dream yang berarti mimpi dan kata delion yang merepresentasikan bunga dandelion dengan mahkota bunga yang mudah ditiup dan menyebar ke mana-mana. Dari dua kata ini mengandung makna sesungguhnya dari Dreamdelion, yakni mampu membawa mimpi yang bisa memberdayakan (masyarakat) dan bisa menyebar di manapun berada. Dengan arti sempit makna Dreamdelion itu adalah berani bermimpi.

Selama perjalanannya menggagas komunitas Dreamdelion ini, Alia tidak selalu dihadapkan dengan kemudahan. Terkadang ada saatnya ketika Alia mendapatkan keraguan yang dilontarkan melalui pernyataan-pernyataan seperti ‘Untuk apa bantu orang lain? Kamu lebih baik bantu diri sendiri dulu,’ dan ‘Bantu orangnya nanti saja saat sudah kaya,’ Alia menjawab, “Rasanya luar biasa ketika dapat membantu orang lain meskipun belum punya apa-apa.” Alia sangat yakin bahwa meskipun diawali dengan hal sederhana, Dreamdelion ini mampu membantu banyak orang dan mampu menginspirasi orang lain untuk membantu orang yang lebih banyak.

Selalu ada masa di mana kita dibatasi oleh hal-hal yang membuat kita tidak mampu mendapatkan apa yang kita inginkan, melakukan apa yang kita inginkan, melakukan apa yang ingin kita lakukan, atau bahkan kita merasa sangat jauh dari apa yang sebenarnya kita butuhkan,” ungkap Alia. “Karena hidup adalah tantangannya.”

“Buat saya

ketika banyak orang yang meragukan apa yang saya pilih,

saya menjadi merasa tertantang

untuk melakukan apa yang saya pilih.

Merasa ‘I can do my best!

– Alia Noor Anoviar dalam catatan pribadi.

Written by : Leovita A

Add Comment

eight − 7 =