Festival Mentari: Menyebarkan Wawasan, Mengutarakan Mimpi

Festival Mentari: Menyebarkan Wawasan, Mengutarakan Mimpi

Cianjur, 19 Agutus 2017) Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72, internee batch 6 Dreamdelion menyelenggarakan Festival Mentari sebagai puncak masa bakti program internship. Festival Mentari adalah festival perayaan kemerdekaan Indonesia. Festival ini diadakan di daerah Puncak Simun dengan targer peserta siswa di tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas dengan mengajak keluarga baik bapak dan ibu wali murid. Internee batch 6 Dreamdelion mengadakan beberapa agenda dalam festival tersebut antara lain: pemeriksaan kesehatan gratis, lomba 17 Agustusan dan penampilan seni. Total panitia yang menyiapkan Festival tersebut sebanyak 21 relawan yang tergabung antara delapan internee dan 13 relawan lepas.

Festival Mentari yang ditandai dengan dibukanya pemeriksaan kesehatan gratis unutk masyarakat dikhususkan ibu dan bapak yang telah menerima kupon. Pemeriksaan kesehatan gratis ini dibantu oleh pihak TBM (Team Bantuan Medis) FK UI sebagai partner dalam Festival Mentari ini. Setidaknya ada empat perwakilan dari TBM yang membantu berjalannya Festival ini. Program pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan kadar gula darah, kadar asam urat, kadar kolesterol dan tekanan darah. Sebanyak kurang lebih 42 orang yang telah melakukan pemeriksaan ke pihak TBM FK UI dengan 34 orang melakukan pemeriksaan di SMP Yayasan Tunas Bangsa, 8 orang manula yang dilakukan di rumah warga. Tidak hanya dilakukan pemeriksaan kesehatan saja namun beberapa orang yang memiliki kadar pemeriksaan yang tinggi diberikan suplemen atau vitamin sebagai penopang kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan gratis diakhiri dengan mengunjungi rumah warga. “Dulu pernah dilakuakn pemeriksaan kesehatan seperti ini namun kali ini unsurnya sangat berbeda dengan adanya vitamin yang dibagikan. Saya sendiri sangat bersyukur dengan adanya pemeriksaan kesehatan seperti ini saya mampu menjaga pola makan dan tidur saya” ujar bu Neng ketika ditanya sesaat sebelum perlombaan 17 Agustus dimulai.

Agenda selanjutnya adalah perlombaan 17 Agustus-an. Terdapat kurang lebih sepuluh perlombaan yang dimana dibagi berdasarkan jenjang umur yaitu TK-SD, SMP dan SMA dan keluarga. Tidak disangka jumlah peserta yang mengikuti lomba tersebut dari tingkat TK-SD mencapai 85 anak, tingkat SMP mencapai 20 dan SMA mencapai 17 anak. Untuk mengatasi pembludakannya peserta permainan, maka dengan berat hati pihak panitia tidak menjalankan keseluruhan lomba. Lomba yang dilaksanakan yaitu lomba kelereng, lomba memasukan pensil kedalam botol, makan pisang tutup mata, lomba balap karung, lomba makan kerupuk, lomba mengambil koin disemangka dan lomba tarik tambang.

Festival Mentari ditutup dengan penampilan seni dari SMP Yayasan Tunas Bangsa, sebagai binaan dari internee 6 Dreamdelion. Penampilan seni yang disuguhkan beragam mulai dari tari tradisional, drama dan pembacaan puisi. Dengan minimnya waktu latihan tidak disangka, siswa SMP Yayasan Tunas Bangsa tetap memberikan penampilan yang maksimal. Seluruh siswa yang terlibat dalam penampilan seni ini dilatih langsung oleh panitia Festival Mentari. Festival Mentari ini merupakan penutup rangkaian kegiatan Mentari (Menyebarkan Wawasan, Utarakan Mimpi) untuk Cianjur yang dilaksanakan sejak Mei 2017. “Melalui Program Mentari ini, saya termotivasi kembali untuk sekolah lebih tinggi lagi, pertemuan saya dengan kakak-kakak relawan membuat saya termotivasi agar saya mampu paling tidak seperti kakaknya” ujar Aze salah satu siswa SMP Yayasan Tunas Bangsa yang kini melanjutkan sekolah di SMA Budi Asih Jakarta berkat dukungan Dreamdelion.

Animo dan antusiasme baik dari anak-anak maupun warga Puncak Simun akan kehadiran Festival Mentari ini menunjukan dukungan yang baik dari masyarakat. Harapannya Festival dan Program Mentari ini dapat diteruskan dan tetap menyebarkan wawasan dan turut membawa mimpi anak-anak Puncak Simun.

Written by : Nurlita | Photo by : Faluthi

Add Comment

3 × five =