Dreamdelion Surabaya Mengambil Ilmu ke Rumah GNFI

Dreamdelion Surabaya Mengambil Ilmu ke Rumah GNFI
Siapa yang tak mengenal GNFI? Good News From Indonesia atau yang biasa dikenal dengan GNFI merupakan salah satu media yang cukup berpengaruh dalam menyebarkan kabar baik dari Indonesia lewat berita positif yang menarik dan independen. Selama kurang lebih 9 tahun, GNFI secara konsisten membangun optimisme para pembacanya untuk tergugah bahwa Indonesia sebenarnya adalah bangsa yang mampu, bangsa yang kaya, bangsa yang patut kita cintai bersama dan bisa menjaga segala hal kelestariannya. Informasi yang diberikan kepada pembacanya melalui artikel-artikel yang dikemas secara apik dan sangat unik sehingga hal tersebut yang membedakan GNFI dengan media yang lain. Akhyari Hananto adalah seorang yang memulai membangun salah satu industri kreatif ini. Lewat GNFI, beliau ingin menyampaikan pesan-pesan positif yang menginspirasi orang lain, khususnya warga Indonesia.
Hari ini, Dreamdelion Surabaya mendapat kesempatan untuk sharing dengan Founder GNFI yakni Akhyari Hananto. Dreamdelion Surabaya yang saat ini memiliki fokus pada sebuah project kepenulisan, akan sangat membutuhkan lebih banyak sharing, diskusi dan mentoring pada ahlinya untuk meningkatkan skill dan belajar bagaimana membuat sebuah tulisan yang tidak hanya dibaca namun juga dapat memberikan impact yang luas.
Dalam penjelasannya, Akhyari menyatakan bahwa betapa media saat ini sangat memiliki pengaruh yang besar terhadap negara dan dapat merubah pola pikir masyarakat di negara tersebut. Kita tentu dapat menyadari bahwa saat ini kita hidup di era yang mana teknologi sangat bekembang dengan sangat pesat. Munculnya beberapa inovasi digital yang membuat kemudahan-kemudahan bagi pengguna dari teknologi yang digunakan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kita sedang berada di era yang borderless yang mana di hampir semua negara sudah tidak berlaku lagi batasan wilayah atau batasan daerah. Contoh sederhananya seperti pada saat di suatu event jobfair, para jobseeker yang berasal dari belahan dunia yang lain seperti Rusia, Thailand, Taiwan dan negara yang lain secara bebas datang ke Indonesia untuk hanya sekedar melamar pekerjaan. Hal tersebut tentu akan semakin memunculkan persaingan yang ketat dan menimbulkan banyak tantangan bagi pemuda yang dirasa belum siap dalam menghadapi fenomena tersebut.
Akhyari juga menyatakan bahwa kita sebagai warga yang hidup di salah satu negara Asia harus siap menghadapi sebuah fenomena Asian Gravity yang mana mungkin 800 tahun yang lalu tak pernah ada sebuah kemajuan tersebut, namun pelan tapi pasti Indonesia akan menjadi salah satu negara yang memiliki peran bagi kemajuan di Asia bahkan dunia. Menurut PricewaterhouseCoopers (PwC), salah satu perusahaan jasa keuangan dunia, Indonesia diprediksi menempati posisi kelima setelah China, Amerika Serikat, India, dan Jepang sebagai negara yang memiliki perekonomian terbesar di dunia pada Tahun 2030. Tentu hal tersebut akan menjadi peluang bagi Indonesia untuk menghadapi tantangan global. Selain itu, masih banyak tantangan yang lain yang menuntut kita untuk dapat berpikir jalan keluar dari masalah yang ditimbulkan dari beberapa tantangan tersebut, diantaranya seperti artificial Intelligence, Food And Water scarcity, Climate Change, Protectionism, Income Gap, Economic disruption, dan Energy-Hungry Era, serta mungkin masih banyak tantangan lain yang belum kita ketahui.
Untuk menghadapi beberapa tantangan tersebut, dibutuhkan inovasi yang muncul untuk bisa menjawabnya. Hal yang penting dilakukan ketika akan memulai sebuah inovasi adalah melakukan upskilling dan re-skilling. Perbedaan upskilling dan re-skilling adalah upskilling, yakni meningkatkan skill yang sudah ada, contohnya seperti inovasi dengan memperbaiki mobil yang sebelumnya harus ada seorang sopir atau driver untuk mengemudikannya, saat ini diperbaharui dengan kecanggihan mobil auto-pilot. Sedangkan re-skilling adalah menambah skill yang baru dari skill yang sudah ada. Inovasi yang dibuat nantinya tidak hanya mampu menjadi solusi namun juga bisa di scale up atau dibesarkan untuk menjawab tantangan yang ada di masa mendatang.
Written by : Ratih Nur Hayati

Add Comment

10 − seven =