Demi Membangun Masyarakat Marjinal, Dreamdelion Bekerjasama dengan Kemenakertrans

Demi Membangun Masyarakat Marjinal, Dreamdelion Bekerjasama dengan Kemenakertrans

“Kami di sini banyak sekali menerima masukan dan ilmu yang didapat dari cara membuat dompet, tas, bahkan menganyam. Yang tadinya tidak tahu, sekarang kami jadi tahu,” ujar Yuli, salah satu warga bantaran kali Manggarai. Menyebarkan mimpi dan mewujudkannya menjadi nyata adalah kalimat yang selalu terngiang-ngiang dalam benak anggota Dreamdelion. Mimpi inilah yang pada akhirnya disambut baik oleh banyak institusi seperti Rumah Perubahan, UKMC UI, bahkan Kemenakertrans (Kementerian Tenaga Kerja dan Trasmigrasi).

Pada pertengahan bulan Oktober 2012, Dreamdelion bekerjasama dengan Kemenakertrans mengadakan program pelatihan kewirausahaan untuk ibu-ibu bantaran kali Manggarai. Program yang berjudul Pengembangan Model Pelatihan Kewirausahaan diadakan di Balai Pendidikan Anak Usia Dini bantaran kali Manggarai selama 10 hari, yakni dari tanggal 9 sampai tanggal 18 Oktober 2012.

Program yang diikuti sebanyak 25 wanita bantaran kali Manggarai ini merupakan pembekalan keterampilan berupa pelatihan hardskill maupun softskill. Adapun pembekalannya meliputi keterampilan menjahit untuk hardskill dan manajemen bisnis untuk softskill, seperti manajemen keuangan, pemasaran produk, hingga penjaminan kualitas produk dengan cara yang lebih sederhana.

Dalam program pelatihan ini, Dreamdelion banyak dibantu oleh pihak-pihak selain Kemenakertrans. Pihak-pihak tersebut adalah Dewi Meisari dari UKM Center FEUI, Bintang Darawijaya yang memberikan pembekalan mengenai manajemen keuangan, Annatasya Maryana dengan materi pemasarannya, terutama Rumah Perubahan Rhenald Kasali yang telah membantu Dreamdelion baik dalam hal materi maupun non materi, dan teman-teman Dreamdelion lainnya yang membantu memberikan pelatihan hardskill dalam hal jahit-menjahit.

Berkat pelatihan dan antusiasme yang tinggi, masyarakat bantaran kali Manggarai kini memiliki keahlian yang lebih baik. Program ini rupanya meningkatkan kemampuan hardskill masyarakat, seperti kemampuan menjahit, juga kemampuan softskill, seperti pengetahuan dalam manajemen sebuah bisnis. Dengan adanya program ini, motivasi masyarakat dalam berkembang menjadi lebih tinggi. Bahkan, diharapkan selanjutnya masyarakat Bantaran kali Manggarai lebih mandiri dalam berwirausaha.

Written by : Leovita A

Add Comment

fourteen − ten =